Ayah Pembunuh Ibu Diduga Selingkuh dan Minta Cerai, Keluarga Bongkar Fakta Ini

Muhammad Muhlis
4 Min Read

Kasus Pembunuhan Ibu Kandung oleh Anak di Medan: Keterlibatan Ayah yang Diduga Terlibat

Kasus pembunuhan ibu kandung oleh anak di Medan, Sumatera Utara, memicu perhatian publik. Korban bernama Faizah Soraya (42) ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal pada Rabu (10/11/2025). Ia diduga ditusuk sebanyak 20 kali oleh SAS (12), anak keduanya yang masih duduk di bangku SD dan dikenal sebagai anak berprestasi.

Awalnya, jasad korban ditemukan oleh anak pertamanya pada pukul 05.00 WIB. Saat menemukan ibunya dalam kondisi tak sadarkan diri, anak tersebut berteriak histeris. Sebelum kejadian, Faizah tidur bersama kedua anaknya di kamar lantai bawah, sementara sang suami, Alham Wumala Siagian, tidur di kamar lantai dua.

Menurut informasi dari Kepala Lingkungan V Tanjung Rejo, Suhartono, korban sempat memarahi anak pertamanya sebelum kejadian. Putri bungsunya, SAS, diduga tidak terima ketika ibunya memarahi kakaknya. Hal ini membuat SAS merasa tersinggung dan berusaha membela sang kakak.

Keluarga Tidak Percaya dengan Pernyataan Polisi

Pihak keluarga memberikan pernyataan melalui akun Instagram @pakdebrewok2122. Mereka mengklaim bahwa mereka tidak percaya jika korban dibunuh oleh SAS. Menurut mereka, motif pembunuhan yang disebutkan—dendam karena ibu memarahi kakak—tidak masuk akal.

“Kami sekeluarga gak percaya karna alasan yang gak masuk di logika bahwa adeknya dendam karna kakaknya di marahin mama nya,” tulis pihak keluarga. Mereka juga mengungkap tabiat Alham yang sering melakukan perselingkuhan dan pernah meminta cerai. Namun, korban menolak dan keduanya disebut sudah pisah ranjang.

Selain itu, pihak keluarga meminta penyidik untuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan Alham dalam kasus ini. “Dan semua adalah alibi si ayah nya bilang adeknya di kamar megang pisau bunuh mama nya dan dia katanya tidur di atas jadi gak dengan katanya tolong pak polisi selidiki ini jantan dan sekarang si jantan ini bisa keluar kemana2,” kata mereka.

Mereka juga meragukan kemampuan SAS untuk melakukan tindakan tersebut. “Logika ini adek masih kelas 6 SD bukan SMP ya kawan2 dan luka tusuk ada 20 tusukan logika aja gak teriak mamaknya klok gak di bekap,” tulis mereka lagi.

Praktisi Hukum Minta Penyidikan Ekstra Hati-Hati

Praktisi hukum dan Ketua Peradi Kota Medan, Dwi Ngai Sinaga, menegaskan pentingnya penyidikan kasus ini dilakukan dengan ekstra hati-hati. Ia menyarankan agar Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan melibatkan secara penuh polisi wanita (Polwan) dan didampingi oleh tim psikolog.

“Kita turut prihatin atas peristiwa ini. Kita minta agar dalam proses pemeriksaan hanya ditangani oleh Polwan dengan didampingi tim psikolog. Kasus ini harus ditangani secara jeli, teliti, dan ekstra hati-hati karena masih rawan dan dapat mengguncang jiwa si anak,” ucap Dwi Ngai Sinaga.

Ia juga menyampaikan keraguan terhadap kemampuan fisik seorang anak usia 12 tahun untuk melakukan 20 tusukan dengan kekuatan layaknya orang dewasa. “Kami sangat meragukan bagaimana kemampuan seorang anak bisa melakukan hal ini dengan kekuatan tenaga orang dewasa. Maka, diperlukan ketelitian dan kejelian tim penyidik,” tegasnya.

Komentar Publik dan Harapan untuk Penyelesaian Kasus

Dwi Ngai Sinaga juga mengimbau kepada media massa dan masyarakat luas untuk menjaga etika dalam menyikapi kasus ini. Ia meminta agar foto atau identitas anak tidak dipublikasikan dan mencegah penyebaran konten yang bisa menghakimi secara sepihak.

Di bawah kepemimpinan Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Calvijn Simanjuntak, ia percaya proses penyelidikan kasus ini akan tuntas dilakukan.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *