Presiden Prabowo Subianto Minta Maaf Kepada Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera. Hal ini dilakukan karena beberapa kebutuhan masyarakat, termasuk pasokan listrik di Aceh Tamiang, belum sepenuhnya terpenuhi meskipun pemerintah sedang berupaya keras dalam proses pemulihan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat berkunjung ke Desa Sukajadi, Karang Baru, Aceh Tamiang, pada Jumat (12/12/2024). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
“Kami minta maaf jika masih ada yang belum terpenuhi, kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum ya, listrik,” ujar Presiden Prabowo, seperti dikutip dari sumber berita.
Ia juga menanyakan kepastian ketersediaan listrik kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, yang menjelaskan bahwa pasokan listrik sudah mulai kembali menyala secara bertahap. Meski demikian, situasi di lapangan tetap dinilai sulit dan memerlukan upaya bersama agar kondisi masyarakat dapat segera pulih dan kembali normal.
Kritik terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapat kritik keras dari warga dan anggota DPR RI, terutama setelah melaporkan bahwa 93 persen hingga 97 persen listrik di Aceh telah menyala. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas daerah yang terdampak banjir dan longsor masih dalam kondisi gelap.
Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Teuku Abdul Khalid, menyatakan bahwa laporan Bahlil tidak akurat dan bisa merugikan rakyat. Ia menilai bahwa hanya sekitar 60 persen listrik yang menyala di 18 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor di Aceh.
“Saya minta seluruh menteri untuk melaporkan data yang benar kepada Presiden, jangan bohongi Presiden, sehingga beliau bisa mengambil kebijakan yang tepat dan benar untuk rakyat,” ujarnya.
Setelah polemik ini, Bahlil Lahadalia menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan lebih totalitas dalam memulihkan kelistrikan di Aceh. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus fokus dan menggunakan semua sumber daya negara untuk percepatan pemulihan energi di provinsi tersebut.
Update Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatera
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya 21 jenazah korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Kamis (11/12/2025). Dengan penemuan ini, jumlah korban tewas di tiga provinsi tersebut meningkat menjadi 990 jiwa.
Dari 21 jenazah yang ditemukan, 16 di antaranya ditemukan di Kabupaten Aceh Utara, dua di Sumatera Barat, dan saat ini masih dalam proses identifikasi. Sementara itu, jumlah pengungsi turun dari 894.501 jiwa menjadi 884.889 jiwa.
BNPB memastikan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih terus berlangsung untuk mengevakuasi korban dan mencari korban yang hilang.