Menghormati Kekhusyukan Ramadhan: Dari CFD hingga Patroli Keamanan Pemda

Zaiful Aryanto
5 Min Read

Penutupan Sementara Car Free Day di Mataram Selama Bulan Ramadhan

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengambil kebijakan untuk meniadakan sementara kegiatan Car Free Day (CFD) yang biasanya digelar setiap hari Minggu di Jalan Udayana selama bulan suci Ramadhan. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan untuk menghormati kekhusyukan masyarakat dalam beribadah serta memastikan kondisi operasional di lapangan tetap optimal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan bahwa kebijakan penutupan CFD ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat agar dapat dipahami dan diindahkan. Ia menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah memberikan ruang bagi masyarakat untuk lebih fokus dalam menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya, saat ini CFD Udayana lebih didominasi oleh pedagang kecil dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjual produk makanan. Karena sebagian besar masyarakat sedang menjalani ibadah puasa, aktivitas jual beli makanan di pagi hari dinilai kurang relevan selama Ramadhan.

“Indikator utamanya CFD kami tutup selama bulan puasa, karena banyaknya pedagang makanan. Jadi CFD kami tutup sementara agar masyarakat bisa lebih fokus beribadah,” ujarnya.

Penutupan CFD Udayana direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh. Masyarakat diharapkan dapat memaklumi kebijakan tersebut dan memanfaatkan waktu untuk meningkatkan aktivitas ibadah di bulan suci Ramadhan.

Peluang Car Free Night di Lokasi Lain

Mengenai kemungkinan pengalihan CFD ke waktu malam hari (Car Free Night), Denny menyatakan bahwa rencana tersebut belum akan diterapkan di Jalan Udayana. Namun, terdapat peluang besar untuk menyelenggarakan kegiatan CFN di lokasi lain, salah satunya di Jalan Pabean, Kecamatan Ampenan.

“Untuk CFN di Udayana belum ada rencana. Tapi, ada peluang untuk pelaksanaan di Jalan Pabean, wilayah Kecamatan Ampenan,” katanya.

Karawang Ajak Jaga Kerukunan di Tengah Perbedaan Awal Ramadhan

Di Karawang, Jawa Barat, Kantor Kementerian Agama menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga kerukunan di tengah perbedaan penentuan awal bulan Ramadhan. Perbedaan metode penentuan awal Ramadhan dapat terjadi karena adanya beragam metode yang digunakan, seperti hisab, rukyatul hilal, serta konsep kalender Hijriah.

Perbedaan penentuan awal Ramadhan tidak boleh menjadi polemik. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kerukunan dan tidak memperbesar perbedaan yang ada.

Imbauan Sikap Dewasa dan Saling Menghormati

Sopian, Kepala Kantor Kemenag Karawang, menekankan pentingnya sikap saling hormat-menghormati antar umat Islam. “Perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia merupakan hal yang wajar. Masyarakat diimbau menyikapi dinamika tersebut dengan dewasa serta mengedepankan sikap saling menghormati,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk saling menghormati atas kebijakan pemerintah daerah terkait penutupan tempat hiburan malam selama Ramadhan. “Kebijakan tersebut bukan untuk menghambat usaha, melainkan untuk memberikan kesempatan kepada umat Islam menjalankan ibadah dengan nyaman, tenang, dan khusyuk,” tegasnya.

Madiun Gelar Patroli Sikat untuk Keamanan Ramadhan

Jajaran Kepolisian Resor Madiun, Jawa Timur, menggelar Patroli Sikat (Presisi Keamanan Masyarakat) untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepala Polres Madiun, Ajun Komisaris Besar Polisi Kemas Indra Natanegara, menjelaskan bahwa Patroli Sikat difokuskan pada pencegahan tindak kriminalitas, khususnya pada jam dan lokasi rawan kejahatan, seperti aksi pencurian, balap liar, peredaran minuman keras, serta gangguan kamtibmas lainnya.

“Patroli akan dilaksanakan secara rutin dan terjadwal dengan mengedepankan tindakan humanis, namun tegas terhadap pelanggaran hukum,” katanya.

Infografis Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan

  • Informasi lengkap mengenai hal-hal yang dapat membatalkan puasa selama Ramadhan tersedia dalam bentuk infografis.

Pendekatan Presisi dalam Tugas Kepolisian

Program Patroli Sikat juga merupakan implementasi pendekatan Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Ia meminta seluruh personel melaksanakan tugas secara profesional, responsif, dan berintegritas, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Madiun, utamanya selama bulan Ramadhan.

Komitmen Pelayanan dan Perlindungan Masyarakat

Dengan hadirnya Patroli Sikat, Polres Madiun berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat sebagai wujud nyata Polri yang Presisi, terutama saat momentum hari besar keagamaan, seperti Ramadhan dan Idul Fitri.

Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *