Berapa Harga Serangan AS ke Iran?

Muhammad Muhlis
4 Min Read

Anggaran Perang AS di Iran Mencapai 11,3 Miliar Dolar dalam Enam Hari Pertama

Biaya perang Amerika Serikat (AS) di Iran diperkirakan telah mencapai 11,3 miliar dolar AS (sekitar Rp190 triliun) dalam enam hari pertama. Angka ini disampaikan langsung kepada anggota dewan melalui sebuah pengarahan tertutup di Capitol Hill. Pengeluaran tersebut diprediksi akan terus meningkat seiring eskalasi konflik militer di kawasan Timur Tengah.

Taksiran awal ini belum termasuk biaya pengerahan personel dan senjata sebelum serangan dimulai. Berikut adalah rincian pengeluaran yang terjadi:

Mayoritas Anggaran Digunakan untuk Amunisi

Penggunaan persenjataan canggih menjadi dominasi pengeluaran AS di awal pecahnya konflik. Militer AS menghabiskan sekitar 5,6 miliar dolar AS (sekitar Rp94 triliun) hanya dalam waktu dua hari untuk amunisi. Sementara itu, CSIS memperkirakan bahwa AS menggelontorkan dana hingga 3,7 miliar dolar AS (sekitar Rp62 triliun) dalam 100 jam pertama operasi.

Mayoritas dana tersebut, yaitu sekitar 3,1 miliar dolar AS (Rp52 triliun), dialokasikan untuk membiayai belanja roket dan rudal. Beberapa jenis rudal yang digunakan AS memiliki harga yang sangat tinggi. Misalnya, sebuah rudal Tomahawk bernilai sekitar 3,6 juta dolar AS (Rp60 miliar), sementara bom luncur AGM-154 dipatok hingga 836 ribu dolar AS (Rp14 miliar) per unit.

Beberapa anggota parlemen mulai menyuarakan kekhawatiran mereka terkait besarnya dana pajak yang digunakan. Senator Chris Coons menyebutkan bahwa total angka operasional saat ini jauh di atas estimasi yang diberikan. Jika hanya melihat biaya penggantian amunisi yang digunakan, jumlahnya sudah jauh melampaui 10 miliar dolar.

Militer AS kini mulai beralih menggunakan jenis amunisi yang lebih terjangkau untuk menekan pengeluaran. Mereka memanfaatkan bom JDAM yang hanya menelan ongkos sekitar 80 ribu dolar AS (Rp1,3 miliar) per unit.

Serangan AS-Israel Menghancurkan 5.500 Target di Iran

Perang yang meletus sejak 28 Februari ini memicu kerusakan infrastruktur yang sangat masif di berbagai titik. Pasukan AS dilaporkan telah menghantam lebih dari 5.500 target strategis di dalam wilayah Iran. Armada laut Iran tak luput dari gempuran intensif AS. Komando Pusat AS mengeklaim, mereka telah berhasil menenggelamkan atau melumpuhkan lebih dari 60 kapal Iran.

Sementara itu, jumlah korban jiwa juga terus merangkak naik. Lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas di Iran, sementara 570 korban lainnya di Lebanon. Pihak AS sendiri kehilangan tujuh personelnya dengan 140 lainnya mengalami luka-luka.

Operasi militer AS semakin dikritik karena salah satu serangannya menyasar sebuah sekolah dasar di Iran yang menewaskan 168 anak-anak dan 14 guru.

Potensi Permohonan Dana Tambahan dari Gedung Putih

Anggaran luar biasa ini memicu perdebatan di internal Kongres mengenai prioritas keuangan negara. Beberapa pihak meyakini Pemerintahan Donald Trump akan segera mengajukan permohonan dana darurat hingga 50 miliar dolar AS (Rp844 triliun) dalam waktu dekat.

Senator Elizabeth Warren mengkritik bahwa sementara tidak ada uang untuk 15 juta orang Amerika yang kehilangan perawatan kesehatan mereka, ada satu miliar dolar AS sehari untuk dihabiskan mengebom Iran.

Pejabat AS juga mulai mempertanyakan sampai kapan perang di Iran akan berlangsung. Trump sendiri belum memberi kepastian mengenai hal ini dan kerap memberikan pernyataan yang saling bertolak belakang.

“Kita memenangkan perang ini, tetapi AS masih akan tetap berada di sana untuk menyelesaikan tugas tersebut,” kata Trump.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *