Momen Idulfitri 2026, Mintarsih: Masyarakat Inginkan Kesenjangan Sosial Tidak Bertambah

Ratna Purnama
4 Min Read



JAKARTA – Perayaan hari raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di berbagai kawasan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta berlangsung meriah, seusai umat Islam menjalankan perintah berpuasa sepanjang bulan Ramadan.

Tak terkecuali di rumah psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dr. Mintarsih A. Latief Sp.KJ yang berada di Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan. Rumah ini ramai oleh kedatangan para tetangga, keluarga dan kerabat dekatnya.

Menurut Mintarsih, momen lebaran ini sebaiknya dijadikan awal yang lebih baik lagi bagi pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Sebab di masyarakat terlihat jelas menginginkan suatu perubahan yang cepat. Masyarakat ingin segera mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak, masalah pengangguran sudah sangat mengkhawatirkan. Kesenjangan sosial jangan makin melebar,” ujar Mintarsih kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 21 Maret 2026.

Dia menjelaskan media massa dan media sosial yang sedemikian gencarnya mengabarkan segala bentuk masalah ketimpangan, kejanggalan atau segala bentuk perlakuan tidak adil adalah kenyataan yang mau tidak mau harus dapat diselesaikan.

Mintarsih mencontohkan seperti misalnya mobil mewah gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang harganya sebesar Rp 8,5 miliar hingga menuai kecaman dari masyarakat, lalu silih berganti ramainya netizen mengutuk melalui berbagai konten di media sosial soal gaya hidup hedonis gubernur dan istrinya itu yang memuncak sejak awal 2026.

Kemudian dikembalikan akibat sorotan tajam masyarakat, hingga Presiden Prabowo Subianto pun ikut angkat bicara. Pengembalian mobil mewah Range Rover Autobiography P550e dilakukan akibat banjir kritikan pedas masyarakat dan setelah disinggung oleh Presiden Prabowo terkait efisiensi anggaran.

“Jadi, ini adalah suatu kenyataan, bahwa masyarakat sudah terlibat langsung mengawasi para pejabat, masyarakat menumpahkan segala bentuk kekesalan mereka di media sosial mereka. Karena semua dapat melihat sendiri bahwa, masih banyak kemiskinan, kesulitan ekonomi masyarakat yang seharusnya para penyelenggara negara berempati,” ujar Mintarsih yang juga dikenal sebagai Tokoh Masyarakat di Jakarta.

Ketika disinggung soal penegakan hukum, Mintarsih menerangkan sudah ada perbaikan menuju ke arah yang lebih baik, seperti penangkapan-penangkapan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap para pelaku tindak pidana korupsi, dan ini masih menjadi harapan masyarakat agar proses hukum berjalan tuntas serta menimbulkan efek jera.

Tantangan Ekonomi dan Sosial yang Masih Menghantui

Selain isu korupsi, masalah ekonomi dan kesenjangan sosial tetap menjadi fokus utama masyarakat. Dalam wawancaranya, Mintarsih menyampaikan bahwa masyarakat secara umum menginginkan perubahan nyata, terutama dalam hal akses lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup.

  • Masyarakat kini lebih sadar akan hak-hak dasar mereka, termasuk dalam hal pemerataan kesempatan kerja.
  • Kesadaran ini juga didorong oleh media sosial yang semakin menjadi alat informasi dan komunikasi antar masyarakat.
  • Isu-isu seperti pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan pendapatan menjadi topik yang sering dibahas di berbagai platform digital.

Peran Media dalam Menyuarakan Aspirasi Rakyat

Mintarsih menyoroti pentingnya peran media massa dan media sosial dalam membawa aspirasi masyarakat ke tengah publik. Ia menilai bahwa media telah menjadi salah satu sarana terpenting untuk menyampaikan keluhan dan harapan rakyat kepada pihak berwenang.

  • Media massa memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran.
  • Media sosial mempercepat penyebaran informasi dan membuat masyarakat lebih mudah terlibat dalam isu-isu publik.
  • Keberadaan media membantu mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintah.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Dari berbagai isu yang disampaikan, Mintarsih berharap pemerintah dapat menjadikan momentum lebaran sebagai awal perubahan yang nyata. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang pro-rakyat dan berkelanjutan.

  • Pemerintah perlu lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
  • Program-program pemerintah harus dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat.
  • Kepemimpinan yang bersih dan berintegritas menjadi kunci dalam menciptakan kepercayaan masyarakat.

Share This Article
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *