Bupati Aceh Utara Menyayangkan Kurangnya Perhatian Pemerintah Pusat
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau lebih dikenal dengan panggilan Ayahwa, menyampaikan kekecewaannya terhadap kurangnya perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya yang terdampak banjir bandang dan longsor. Ia menyoroti bahwa sebanyak 25 kecamatan di wilayahnya mengalami kerusakan parah akibat bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Kerusakan yang dialami warganya bahkan dinilai melebihi dampak tsunami yang terjadi pada tahun 2004 silam. Ayahwa menyebutkan bahwa seluruh wilayah Aceh Utara, baik dari hulu maupun hilir, terkena dampak bencana ini. “Dari hulu sampai ke hilir, rumah masyarakat semua hanyut,” ujarnya.
Akses Komunikasi Terputus Total
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah akses komunikasi yang terputus total. Ayahwa menjelaskan bahwa tidak ada sinyal telekomunikasi sehingga membuat daerahnya sulit untuk diketahui oleh publik. “Di Aceh Utara 27 kecamatan yang terdampak 25 kecamatan. Kami sinyal tidak ada. Telkom mati. Makanya tidak viral,” katanya.
Ia juga menyampaikan kesulitan dalam memviralkan kondisi daerahnya karena tidak adanya akses internet dan komunikasi. “Saya hanya bisa melihat di atap meunasah. Tapi kami tidak bisa memviralkan,” tambahnya.
Permintaan Bantuan Pesawat
Ayahwa mengaku pernah menangis-nangis demi mendapatkan bantuan pesawat untuk menyalurkan logistik ke daerah yang terisolir. Karena akses darat terputus, transportasi udara menjadi sangat penting. “Saya pernah menangis-nangis, minta pesawat untuk mengirim logistik kepada tempat-tempat yang terisolir,” ujarnya.
Penyindiran terhadap Pemerintah Pusat
Di akhir pernyataannya, Ayahwa menyindir pemerintah pusat yang dinilainya tidak hadir di Aceh Utara. Ia menilai bahwa kurangnya perhatian disebabkan oleh kondisi daerah yang tidak bisa diviralkan karena tidak ada sinyal HP dan mati lampu. “Pusat kayaknya tutup mata. Akibat kami tidak ada sinyal HP dan mati lampu. Makanya tidak viral. Mungkin itu alasan (pemerintah pusat) tidak hadir,” katanya.
Profil Bupati Aceh Utara Ayahwa
Ayahwa lahir di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, pada 12 Juni 1979 silam. Ia kini telah berusia 46 tahun. Ayahwa menghabiskan masa kecilnya di tanah kelahirannya. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 15 Matang Serdang Tanah Jambo Aye (1986-1992). Lalu lanjut di SMP Negeri 2 Tanah Jambo Aye (1992-1995).
Ayahwa kemudian memperdalam ilmu agama di Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum Tanah Merah Kabupaten Bireuen (2001-2004). Di tingkat perguruan tinggi, ia memilih merantau ke Jawa dan berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Budi Bakti (STIM) Bekasi (2006-2010). Pada 2022, ia kembali ke Bireuen, Aceh dengan berkuliah di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI). Ayahwa lulus pada 2024 dengan titel Magister Manajemen.
Dari Komandan GAM ke Bupati
Sejak masih muda, Ayahwa sudah ikut berperan aktif di organisasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Keluar masuk hutan dalam perang gerilya menjadi makanan sehari-harinya. Karena sepak terjangnya, Ayahwa kemudian dipercaya sebagai Komandan Operasi Daerah IV Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 1996.
Singkat cerita, GAM sepakat berdamai dengan pemerintahan Indonesia diwujudkan melalui Kesepakatan Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Finlandia. Setelah damai, seluruh aktivitas militer Ayahwa bersama GAM ditinggalkan. Dia pun beralih dalam “perjuangan” politik dan menjadi anggota DPRD Aceh Utara tahun 2009.
Karier Politik yang Menggembirakan
Dalam Pemilihan Umum 2014, Ayahwa dipercaya Partai Aceh menjadi Ketua DPRD Aceh Utara. Sementara itu, pada Pemilu 2019, Ayahwa melenggang menjadi anggota DPR Provinsi Aceh dari Partai Aceh. Ia kembali terpilih kembali menjadi anggota DPR Provinsi Aceh di periode selanjutnya.
Menang di Pilkada 2024, Ayahwa kemudian memutuskan maju di Pilkada 2024 dengan menggandeng Tarmizi. Keduanya diujung PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, NasDem, PKS, PAN, Demokrat, PSI, PPP, Partai Nanggroe Aceh, Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera Aceh, dan Partai Sira. Ayahwa-Tarmizi melawan kotak kosong.
Akhirnya, keduanya menang dengan perolehan suara 357.738 suara atau 97 persen. Keduanya resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara terpilih periode 2025-2030 setelah dilantik dan diambil sumpah oleh Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf (Mualem) dalam ruang Sidang Paripurna DPRK Aceh Utara, yang dipimpin ketua ketua DPRK Arafat Ali, Senin (17/2/2025).
Ringkasan Karier Ayahwa
- Komandan Operasi D IV Gerakan Aceh Merdeka 1996
- Penasehat Jaringan Aneuk Syuhada (JASA Aceh) 2015
- Anggota DPRD Aceh Utara 2009-2014
- Ketua DPRD Aceh Utara 2014-2019
- Ketua Komisi V DPR Aceh 2019-2020
- Bupati Aceh Utara 2025-2030