Dampak Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, KPK Dikritik Aktivis MAKI dengan Sindiran Santai

Hartono Hamid
4 Min Read

Kritik dari Aktivis MAKI terhadap KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan setelah mengalihkan status tahanan rumah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Pengalihan ini menimbulkan berbagai reaksi, termasuk sindiran satire dari aktivis Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).

Beberapa aktivis MAKI mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (24/3/2026), dan memasang banner sebagai bentuk protes. Banner tersebut bertajuk “Rekor Istimewa” yang dianggap sebagai penghargaan atas kebijakan KPK yang dinilai tidak adil.

Meskipun status tahanan rumah Gus Yaqut telah dicabut dan ia kembali ke Rutan KPK, Koordinator MAKI Boyamin Saiman menegaskan bahwa banner tersebut tetap harus diserahkan sebagai pengingat sejarah. Menurutnya, peristiwa ini penting untuk dikenang agar KPK tidak mengulangi kesalahan serupa di masa depan.

Boyamin menyoroti bahwa tindakan KPK tersebut merupakan preseden buruk dalam sejarah penegakan hukum korupsi di Indonesia. Ia menyebut langkah KPK sebagai bentuk diskriminasi terhadap tahanan lain. Sejak berdirinya tahun 2003 hingga hari ini, tidak pernah ada pengalihan penahanan rumah. Jika ada, itu biasanya karena alasan medis yang jelas.

Kebijakan “istimewa” ini disebut memicu kemarahan publik dan kecemburuan di kalangan tahanan lain. Bahkan, warga tahanan di Rutan KPK yang berjumlah 50 orang juga turut merasa tidak nyaman dengan cara-cara KPK yang dianggap tidak transparan.

Boyamin menegaskan bahwa masyarakat sangat cerdas dan tidak akan mudah ditipu. Ia meminta KPK untuk tidak main-main dengan perasaan masyarakat. “Penghargaan ini adalah implementasi kemarahan itu agar mereka tidak main-main lagi,” ujarnya.

Alasan KPK Mengalihkan Status Tahanan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah karena kondisi kesehatannya. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa Yaqut mengidap penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) akut. Hasil asesmen kesehatan menunjukkan bahwa Yaqut memiliki riwayat penyakit lambung dan asma yang memerlukan perhatian medis khusus.

Asep menjelaskan bahwa selain GERD, Yaqut juga terdeteksi mengidap penyakit asma. Meski demikian, ia tidak bisa menjelaskan secara rinci istilah medisnya. Namun, pihak KPK tetap memastikan bahwa kondisi kesehatan Yaqut layak untuk ditahan di rutan.

Ucapan Gus Yaqut Setelah Ditarik Kembali ke Rutan

Usai status tahanan rumahnya dicabut, Gus Yaqut kembali menjadi tahanan rutan KPK. Ia menyampaikan rasa syukur bisa bertemu dengan keluarganya, terutama sang ibu. “Alhamdulillah saya bisa sungkem ke ibu saya,” ujarnya.

Momen ini disebut menjadi alasan di balik permohonan tahanan rumah yang sempat dikabulkan KPK. Namun, per hari ini, privilese tersebut resmi berakhir seiring dengan keputusan KPK mengembalikan Gus Yaqut ke sel tahanan.

Gus Yaqut tiba di KPK tepat pukul 10.30 WIB dengan pengawalan ketat. Ia mengenakan peci hitam, jaket abu-abu, dan rompi oranye nomor 12. Meskipun kedua tangannya terikat borgol besi saat berjalan masuk menuju lobi gedung antirasuah, ia tampak tenang.

Apresiasi KPK kepada Masyarakat

Setelah status tahanan rumah Gus Yaqut dicabut, KPK mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terus mengawal penanganan kasus korupsi kuota haji 2023-2024. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terus mengawal dan mendukung KPK dalam penanganan perkara ini.

KPK menegaskan bahwa penyidikan akan terus berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan perundangan yang berlaku. Target utama penyidik adalah segera melimpahkan berkas perkara ke tahap penuntutan agar persidangan dapat segera digelar.

Sebelum dijebloskan kembali ke sel tahanan, Gus Yaqut harus menjalani serangkaian pemeriksaan medis di RS Bhayangkara TK. I.R Said Sukanto, Jakarta Timur. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan layak untuk ditahan di rutan.




Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *