Usulan Pemindahan Pejabat Tinggi ke IKN
Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, mengajukan usulan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah menteri mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN). Usulan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Deddy, gedung-gedung pemerintahan yang telah dibangun di IKN seharusnya segera dimanfaatkan agar tidak terbengkalai. Ia menilai, jika dibiarkan kosong, anggaran negara justru akan tersedot untuk biaya perawatan tanpa memberikan manfaat nyata. “Saya berharap gedung-gedung itu bisa digunakan. Kalau tidak, dana perawatan akan terus keluar tanpa hasil,” ujarnya.
Politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut bahkan secara tegas mendorong agar pejabat tinggi negara mulai berkegiatan di IKN. Ia menyebut Wakil Presiden serta beberapa menteri seperti Menteri Kehutanan, Menteri Desa, hingga Menteri Transmigrasi bisa menjadi pionir untuk berkantor di sana. “Wakil presiden dan beberapa menteri sebaiknya mulai berkantor di IKN. Jangan semua tetap berpusat di Jakarta,” katanya.
Deddy juga menyoroti potensi pemborosan anggaran jika bangunan yang sudah berdiri megah tidak segera dimanfaatkan. Ia menilai kondisi tersebut tidak adil bagi masyarakat karena dana publik terus digunakan hanya untuk menjaga gedung kosong. “Kalau bangunan sudah ada tapi tidak digunakan, sementara biaya perawatan tetap berjalan, itu merugikan rakyat,” tegasnya.
Sebagai solusi awal, ia mengusulkan agar kementerian mulai menempatkan pejabat setingkat Direktur Jenderal (Dirjen) secara bergiliran di IKN. Langkah ini dinilai bisa menjadi tahap awal sebelum pemindahan aktivitas pemerintahan dilakukan secara penuh. Deddy juga mendorong Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk menjadi pelopor dalam penerapan kebijakan tersebut. Menurutnya, keterlibatan kementerian sejak awal akan mempercepat pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun di IKN sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran negara.
Profil Deddy Sitorus
Deddy Sitorus memiliki nama lengkap Deddy Yevri Hanteru Sitorus. Ia lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut) pada 17 November 1970. Deddy merupakan lulusan S1 Pertanian Universitas Simalungun pada 1996. Pada tahun 2006, ia berhasil meraih gelar Master of Arts dari Kingston University.
Sebelum menjadi anggota legislatif, ia berkecimpung di dunia bisnis. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya. Suami dari Suriany itu tercatat pernah menjabat sebagai Komisaris PT Takagama (2009–2018), Direktur Eksekutif PT Optima Consulting Network (2010–2012), serta Indonesia Country Representative Exclusive Analysis (Acquires by IHS) (2011–2013).
Dikutip dari Wikipedia, Deddy juga pernah menjadi Komisaris Independen PT Waskita Beton Precast (2014–2017), Komisaris Independen PTPN III (Holding), (2017–2019), dan Komisaris Independen PT Berkah Multi Cargo (anak perusahaan Pelindo III) (2017–2019).
Ia kemudian melebarkan sayapnya ke dunia politik. Pada 2019, Deddy berhasil melenggang ke Senayan melalui PDI-P, dari daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Utara. Keberhasilan tersebut berlanjut pada periode berikutnya. Pada 2024, ia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI dengan perolehan 59.335 suara.
Di sisi lain, pria berusia 55 tahun itu juga aktif dalam berorganisasi. Ia menjadi Pendiri dan Presidium Koalisi Anti Utang (2000–2001) serta Komunitas Aksi Solidaritas Buruh Indonesia (1998–2000).
Riwayat Pendidikan
- SD Perguruan Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar (1983)
- SMP Negeri 4 Pematangsiantar (1986)
- SMA Negeri 3 Pematangsiantar (1988)
- S-1 Sarjana Pertanian, Universitas Simalungun (1996)
- S-2 Master of Arts, Kingston University (2006)
Karier
- Komisaris Independen PT Berkah Multi Cargo (anak perusahaan Pelindo III) (2017–2019)
- Komisaris Independen PTPN III (Holding), (2017–2019)
- Komisaris Independen PT Waskita Beton Precast (2014–2017)
- South East Asia Researcher IHS – Exclusive Analysis (2013–2018)
- Komisaris PT Optima Consulting Network (2012–2014)
- Indonesia Country Representative Exclusive Analysis (Acquires by IHS) (2011–2013)
- Direktur Eksekutif PT Optima Consulting Network (2010–2012)
- Komisaris PT Takagama (2009–2018)
Organisasi
- Pendiri dan Presidium Koalisi Anti Utang (2000–2001)
- Indonesia Representative, South East Council for Food Security and Fair Trade (SEACON) (1999–2001)
- Pendiri dan Presidium Komunitas Aksi Solidaritas Buruh Indonesia (1998–2000)
- Indonesia Representative, Friends of The Earth (1998–1999)
- Indonesia Representative, Asian NGO Coalition on Rural Development and Agrarian Reform (ANGOC) (1998–2001)
- Indonesia Representative, International Council on Social Welfare (ICSW) (1998–1999)
Harta Kekayaan
Deddy Sitorus tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp27.651.925.944 atau Rp27,6 miliar. Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 25 Februari 2025.
Hartanya terbagi sebagai berikut:
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 9.922.071.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 204 m2/219 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 2.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 30 m2/30 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 414.071.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 56 m2/56 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 2.250.000.000
- Tanah Seluas 561 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 4.500.000.000
- Tanah Seluas 538 m2 di KAB / KOTA BULUNGAN, HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000
- Tanah Seluas 2.500 m2 di KAB / KOTA KOTA TARAKAN , HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000
- Tanah Seluas 2.500 m2 di KAB / KOTA KOTA TARAKAN , HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000
- Tanah Seluas 4.000 m2 di KAB / KOTA BULELENG, HASIL SENDIRI Rp. 108.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 2.175.000.000
- MOBIL, HYUNDAI CRETA Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 180.000.000
- MOTOR, ITALJET DRAGSTER Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 20.000.000
- MOTOR, QUADRO QOODER Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000
- MOBIL, TOYOTA APLHARD Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 700.000.000
- MOBIL, HYUNDAI IONIC 5 Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 400.000.000
- KAPAL LAUT/PERAHU, KAPAL KAPAL SPEED BOAT Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 800.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. —-
D. SURAT BERHARGA Rp. —-
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 15.425.298.586
F. HARTA LAINNYA Rp. 129.556.358
Sub Total Rp. 27.651.925.944
III. HUTANG Rp. —-
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 27.651.925.944