Dedi Mulyadi Bocorkan Rencana Jalan Leucir Tahun 2026

Amanda Almeirah
7 Min Read

Peninjauan Jalur Selatan dan Inisiatif Perbaikan Jalan

Saat melakukan peninjauan jalur selatan, dari Cianjur hingga Pangandaran, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan instruksi kepada jajaran Dinas PU untuk segera memperbaiki sisa jalan yang masih rusak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah tersebut.

Ciri Khas Jalan Jawa Barat

Dedi Mulyadi juga menjelaskan ciri khas jalan Jawa Barat, yaitu adanya garis kuning di sisi kiri dan kanan jalan. Garis ini berfungsi sebagai penanda untuk membedakan antara jalan provinsi dan kabupaten. Hal ini menjadi penting dalam pengelolaan dan pemeliharaan jalan secara lebih terstruktur.

Capaian Pembangunan Infrastruktur

Selama periode peninjauan, tercatat bahwa sepanjang 2.080,53 km jalan telah mendapatkan pemeliharaan rutin, sedangkan 229,45 km jalan telah selesai direkonstruksi. Proyek ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.

Rencana Pembangunan Jalan Leucir Tahun 2026

Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan rencana pembangunan jalan leucir tahun anggaran 2026. Rencana ini terungkap saat dirinya melakukan touring bersama beberapa kepala daerah, Bupati/Wali Kota, dan jajaran pemerintahan di Jawa Barat. Dalam video unggahannya di Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Dedi Mulyadi membagikan momen tersebut.

Ia menyampaikan kekagumannya terhadap kondisi jalan yang kini mulus. “Waduh jalannya keren banget ya,” ujarnya dengan antusias.

Proses Pemeliharaan dan Rekonstruksi Jalan

Di sela-sela waktu istirahatnya, Dedi Mulyadi berbicara dengan jajaran direksi pekerjaan umum (PU) tentang pembangunan jalan Provinsi Jawa Barat. Salah satu proyek yang dibahas adalah pembangunan jalan jalur selatan dari Sindang Barang hingga Cibeber, Cianjur.

Dari hasil diskusi tersebut, Dinas PU Jabar menjelaskan bahwa realisasi pembangunan jalan provinsi pada tahun 2025 mencapai 110 km. Anggaran yang digunakan untuk proyek ini mencapai Rp 35 miliar. Sementara itu, untuk perbaikan jalan provinsi tahun 2026 diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp35 miliar.

Masalah yang Masih Ada

Meski begitu, Dedi Mulyadi mengetahui bahwa masih ada sekitar 16 km jalan yang dalam kondisi rusak dan harus diperbaiki. Direksi PU Jabar memperkirakan bahwa anggaran yang diperlukan untuk perbaikan jalan dengan jarak tersebut mencapai Rp30 miliar jika berkala dan Rp60 miliar jika direkonstruksi.

Menyadari hal ini, Dedi Mulyadi langsung menginstruksikan agar perbaikan jalan yang tersisa tersebut segera dilanjutkan. Ia juga meminta agar Dinas PU Jabar memperhatikan drainase jalan sebagai bagian dari proses perbaikan.

Proyek Strategis Setahun Kepemimpinan Dedi Mulyadi

Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengungkapkan responsnya terhadap hasil survei kinerjanya selama setahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi masyarakat Jawa Barat. Namun, ia menilai bahwa angka hasil survei tersebut bukanlah angka keberhasilan pembangunan, melainkan angka kecintaan warga Jawa Barat.

Dedi menyebut bahwa perjalanan pembangunan lah yang membuat warga Jawa Barat puas. Ia juga mengungkap bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat. Kendala utama yang dihadapi adalah tekanan fiskal yang menghambat optimalisasi layanan.

“Masih banyak warga Jawa Barat yang hari ini akses jalannya masih jelek di ujung-ujung desa,” ujarnya. Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan pendidikan dan kesehatan secara merata. Pengangguran juga menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama.

Sektor yang Memuaskan Masyarakat

Berdasarkan hasil survei, mayoritas responden menyatakan puas terhadap tiga sektor utama, yaitu:
* Pembangunan infrastruktur yang paling terasa dampaknya
* Perbaikan jalan menjadi perhatian utama
* Akses antarwilayah semakin naik

Program Jalan Leucir

Dedi Mulyadi menjalankan program Jalan Leucir, yaitu program percepatan perbaikan jalan provinsi. Fokusnya adalah ruas jalan rusak berat dengan standar ketabalan dan kualitas yang diperketat. Perbaikan dilakukan secara bertahap di kabupaten/kota di Jawa Barat.

Proyek ini memiliki beberapa fokus utama:
* Pemeliharaan Rutin: Jalan sepanjang 2.080,53 km tertangani dengan realisasi anggaran Rp 229,98 miliar
* Rekonstruksi Jalan: 229,45 km jalan selesai dengan realisasi anggaran Rp829,67 miliar
* Pemeliharaan Berkala: 179,557 km jalan tertangani dengan realisasi anggaran Rp350,35 miliar
* Penggantian Jembatan: 13 unit jembatan selesai dengan realisasi Rp69,6 persen

Bagi Dedi Mulyadi, infrastruktur tidak hanya soal jalan mulus, tetapi juga akses ekonomi, kesehatan, dan pendidikan yang semakin dekat dengan masyarakat. Program jalan leucir dinilai memberikan dampak nyata, seperti akses layanan yang lebih cepat, distribusi logistik yang lebih lancar, UMKM lebih mudah mengirim barang, serta akses ibu hamil dan anak ke fasilitas kesehatan yang lebih aman.

Daftar Jalan dan Jembatan yang Dibangun Dedi Mulyadi Sepanjang Tahun 2025

Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merealisasikan pembangunan atau perbaikan jalan dan jembatan di seluruh wilayah Jawa Barat sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini didorong oleh peningkatan partisipasi warga dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), yang kini menembus angka 12,5 juta wajib pajak aktif.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat mengungkapkan data pembangunan perbaikan jalan dan jembatan sepanjang tahun 2025 dari Januari hingga Desember. Total ruas jalan Provinsi yang diperbaiki mencapai 418,707 km dan ruas jalan non Provinsi sepanjang 19,236 km.

Adapun total panjang ruas jalan tersebut tersebar di 5 wilayah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Selain jalan, Dedi Mulyadi juga melakukan pembangunan atau perbaikan jembatan sebanyak 11 di 6 wilayah UPTD tersebut.

Berikut ini rangkuman daftar wilayah di Jawa Barat yang mendapatkan pembangunan atau perbaikan jalan dan jembatan:

Wilayah UPTD I

  • Cianjur, Depok, Bekasi dan Bogor
  • Jalan Provinsi: 50,089 km
  • Jalan Non Provinsi: 2,081 km
  • 1 Jembatan

Wilayah UPTD II

  • Sukabumi
  • Jalan Provinsi: 43,568 km
  • Jalan Non Provinsi: –
  • 3 Jembatan

Wilayah UPTD III

  • Bandung, Cimahi, Subang, Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, Karawang
  • Jalan Provinsi: 115,422 km
  • Jalan Non Provinsi: 6,236 km
  • 1 Jembatan

Wilayah UPTD IV

  • Garut, Sumedang
  • Jalan Provinsi: 68,307 km
  • Jalan Non Provinsi: 6 km
  • 2 Jembatan

Wilayah UPTD V

  • Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, Pangandaran, Kuningan
  • Jalan Provinsi: 59,182 km
  • Jalan Non Provinsi: 0,110 km
  • 3 Jembatan

Wilayah UPTD VI

  • Cirebon, Indramayu, Majalengka
  • Jalan Provinsi: 82,144 km
  • Jalan Non Provinsi: 4,809 km
  • 1 Jembatan


Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *