Dishub DKI Tegaskan Tidak Beri Rompi dan Karcis ke Jukir Liar Cempaka Putih

Hartono Hamid
4 Min Read

Penjelasan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Mengenai Tuduhan Terkait Jukir Liar

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah memberikan penjelasan resmi mengenai isu yang beredar tentang dugaan keterlibatan oknum dalam praktik parkir liar di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pernyataan ini dilakukan setelah adanya laporan dari anggota Legislator DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, yang menyebutkan bahwa ada indikasi keterlibatan pihak tertentu dalam kegiatan tersebut.

Penyangkalan dan Penjelasan Dishub

Kepala Unit Pengelola Perparkiran Dishub DKI Jakarta, Masdes Arouffy, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta. Ia menjelaskan bahwa atribut seperti rompi, karcis parkir, dan surat tugas hanya diberikan kepada jukir resmi sebagai bagian dari pembinaan dan proses administrasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan parkir dilakukan secara legal dan teratur.

Arouffy juga menekankan bahwa kejadian yang disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya terjadi pada tahun 2025, bukan pada saat pemberitaan ditayangkan pada Februari 2026. Ia menegaskan bahwa tidak ada penyalahgunaan wewenang dalam pemberian atribut kepada jukir liar.

Penjelasan Mengenai Sosok R alias Mat Romli

Sosok yang disebut sebagai koordinator lapangan Dishub dalam pemberitaan sebenarnya adalah staf biasa bernama Mat Romli. Ia hanya membantu proses administrasi pemberian perlengkapan kepada jukir resmi, bukan kepada jukir liar. Arouffy menjelaskan bahwa Mat Romli tidak terlibat dalam pemberian atribut kepada jukir ilegal.

Hasil Razia Polsek Cempaka Putih

Dalam razia yang dilakukan oleh jajaran Polsek Cempaka Putih, polisi berhasil mengamankan tujuh orang jukir dari lokasi. Mereka terdiri dari dua jukir resmi binaan Dishub dan lima jukir liar. Setelah dilakukan pemeriksaan, dua jukir resmi dipulangkan karena tidak terbukti melakukan pungutan liar, sementara lima jukir liar ditahan karena terbukti melakukan pungli.

Arouffy menegaskan bahwa di lapangan memang ditemukan perbedaan antara jukir resmi yang memiliki surat tugas dan jukir liar yang beroperasi tanpa legalitas. Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan parkir di kawasan tersebut.

Tanggapan dari Anggota Legislator

Ahmad Lukman Jupiter, anggota Legislator DKI Jakarta, menyampaikan kekecewaannya terhadap pengawasan yang dinilai masih lemah. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan. Jika ada dugaan keterlibatan oknum yang memasok atribut atau memfasilitasi praktik ilegal, hal tersebut harus diusut tuntas tanpa pandang bulu.

Jupiter juga menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap Unit Perparkiran Dinas Perhubungan. Ia meminta agar langkah perbaikan dilakukan secara terbuka, termasuk memperketat distribusi atribut resmi, sistem retribusi, dan pengawasan di lapangan. Ia menegaskan bahwa praktik seperti ini tidak boleh terus berulang karena yang dirugikan adalah masyarakat.

Komentar dan Harapan

Jupiter juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor. Ia menekankan bahwa pemerintah dan aparat harus hadir memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi warga. Selain itu, ia mengapresiasi langkah kepolisian yang berhasil menertibkan praktik jukir liar di Cempaka Putih.

Dalam momen ini, Jupiter menambahkan bahwa Tim Polsek Cempaka Putih berhasil menangkap 10 jukir liar yang kedapatan memungut biaya parkir ilegal dengan mengenakan seragam dan atribut resmi layaknya petugas sah. Dari hasil pemeriksaan awal, salah satu pelaku mengaku mendapatkan tiket dan atribut tersebut dari seseorang berinisial R. Namun, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sosok tersebut bukanlah oknum dari Dishub.


Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *