Penemuan Jenazah di Dalam Freezer Kios Ayam Geprek
Beberapa waktu lalu, sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di sebuah kios ayam geprek di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Seorang pria ditemukan tewas dalam freezer kios tersebut. Kejadian ini membuat pemilik usaha, AL, merasa bingung dan khawatir.
Pemilik Usaha Tidak Mengetahui Peristiwa Mengenaskan
AL mengaku tidak mengetahui persis apa yang terjadi setelah ia pulang ke kampung halaman saat Lebaran. Selama masa mudik, ia meminta seorang pria bernama Abdul Hamid untuk menjaga kiosnya. Sayangnya, Abdul Hamid kemudian ditemukan tewas dalam freezer kios tersebut.
Menurut AL, dua karyawan laki-laki lainnya juga mudik saat Lebaran. Mereka bertugas menjaga keamanan kios dan bekerja sebagai pekerja lepas. Setelah Lebaran berakhir, AL mencoba menghubungi dua karyawan tersebut melalui pesan singkat WhatsApp. Ia ingin menanyakan persiapan berjualan ayam yang dijadwalkan beroperasi kembali pada Sabtu (28/3/2026).
Tidak Mendapatkan Jawaban dari Karyawan
Dari komunikasi tersebut, AL mendapat jawaban bahwa dua karyawan telah kembali dan hampir sampai di kios. Namun, setelah itu, ia tidak lagi menerima respons dari mereka. Hal ini membuat AL merasa cemas dan curiga. Akhirnya, ia memutuskan untuk kembali ke kios lebih cepat dan tiba di sana dini hari pada Sabtu (28/3/2026).
Sesampainya di kios, AL melihat rolling door sedikit terbuka. Ia lalu mengintip dari celah tersebut dan melihat kios yang sepi. Tidak ada dua karyawan yang biasanya berada di sana. Ia juga tidak melihat dua unit motor operasional yang biasanya ada di lokasi tersebut. Akhirnya, AL memilih untuk mengolah daging ayam untuk dijual.
Kegiatan Mengolah Daging Ayam Berujung pada Temuan Mengerikan
Ketika membuka freezer untuk mengambil daging ayam, AL kaget melihat gulungan selimut menggumpal di dalam. Untuk memastikan isi selimut tersebut, ia mencoba mengirisnya menggunakan pisau. Saat itu, ia menemukan sesuatu yang tidak biasa—kulit manusia. Ia langsung melaporkan hal ini ke polsek.
Setelah dibuka oleh polisi, ternyata isi selimut tersebut adalah jenazah Abdul Hamid. AL tidak sanggup melihat kondisi jenazah tersebut. Jenazah itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan autopsi.
Kondisi Jenazah dan Waktu Kematian
Menurut AL, jenazah itu diperkirakan telah berada di dalam freezer selama empat hingga lima hari dalam kondisi dibungkus selimut dan pakaian. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar. Beberapa warga seperti Ali dan Elin memberikan informasi tentang korban.
Ali mengatakan bahwa korban dikenal dengan panggilan Pak Bedul. Ia diperkirakan berusia sekitar 45 tahun dan dikenal ramah serta mudah bergaul. Sementara Elin menyebutkan bahwa terakhir kali ia melihat korban pada malam takbiran menjelang Idul Fitri, saat itu korban masih beraktivitas seperti biasa di depan kios.
Proses Olah TKP dan Penyelidikan
Minggu (29/3/2026), Tim Identifikasi Polda Metro Jaya datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka membawa sejumlah sarung tangan silikon dan freezer. Empat personel dari Tim Identifikasi hadir di lokasi dan mengenakan sarung tangan berwarna biru selama proses olah TKP berlangsung.
Selain itu, Tim Identifikasi juga didampingi oleh jajaran Polres Metro Bekasi Kota. Petugas kepolisian sudah tiba di lokasi pada Sabtu malam sekira pukul 22.30 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Proses Pemeriksaan Lebih Lanjut
Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian. Informasi lengkap dan menarik lainnya dapat ditemukan di Google News.