Dua Keluarga Bersaing Klaim Jenazah Korban Kebakaran Panti Werdha Manado, Polda Sulut Belum Umumkan Hasil

Hendra Susanto
5 Min Read

Fakta-Fakta Terkini Mengenai Kebakaran Panti Werdha Damai Manado

Kebakaran yang terjadi di Panti Werdha Damai Manado pada Minggu (28/12/2025) pukul 20.36 Wita telah menewaskan 16 orang lansia, dengan 15 tubuh korban ditemukan hangus terbakar dan satu tubuh lainnya masih utuh. Dari keenam belas jasad tersebut, empat jenazah telah berhasil diidentifikasi dan dikembalikan kepada keluarga. Namun, ada dua pihak keluarga yang saling klaim mengenai identitas satu jenazah yang belum bisa diumumkan.

Polda Sulut telah melakukan identifikasi terhadap lima korban kebakaran, tetapi satu jenazah masih dalam proses penyelesaian karena masalah klaim keluarga. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, menjelaskan bahwa pihaknya akan mempertemukan kedua pihak keluarga untuk mencari solusi. Ia juga menegaskan bahwa perlu dilakukan rapat bersama agar dapat menyelesaikan masalah ini secara adil dan transparan.

Empat jenazah yang telah diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Herry Lombogia (70)
– Jenis kelamin: laki-laki
– Alamat: Lingkungan 1 Kelurahan Winangun, Kecamatan Malalayang, Manado
2. Jansen H Maringka (65)
– Jenis kelamin: laki-laki
– Alamat: Lingkungan 3 Kelurahan Ranotana, Kecamatan Sario, Manado
3. Olli Clara Kemur (85)
– Jenis kelamin: perempuan
– Alamat: Lingkungan 7 Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado
4. Merry Bermuli Dengah (83)
– Jenis kelamin: perempuan
– Alamat: Lingkungan 7 Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua

Selain itu, dokter RSUD Manado menyebutkan bahwa ada dua lansia korban kebakaran yang tidak memiliki keluarga. Pihak rumah sakit sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menangani kasus-kasus tersebut.

Pengalaman Kevin Supit, Cucu Tiri yang Mengurus Jenazah Opa

Kevin Supit (24), cucu tiri dari Herry Lombogia, mengaku harus mengurus sendiri seluruh proses pengurusan jenazah sang opa. Dari memastikan identitas hingga menyelesaikan administrasi rumah sakit, ia melakukannya seorang diri. Kevin menyampaikan pesan penting kepada semua pihak yang telah membantu proses pemakaman dan identifikasi jenazah.

Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil ia hidup dalam asuhan sang opa. Kedekatan tersebut membuat kepergian Herry Lombogia terasa seperti kehilangan orang tua sekaligus pelindung. Meskipun hubungan darah mereka tidak dekat, Kevin menegaskan bahwa ia menjalani tanggung jawab sepenuh hati.

Kevin juga mengatakan bahwa ia hanya ngekos dan tidak mampu mengurus sang opa. Ia awalnya tidak tahu opanya masuk panti Werda dan hanya mengetahui kabar meninggalnya dari media sosial. Ia mengenali kalung sang opa dan berterima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu identifikasi jenazah.

Proses Evakuasi yang Dramatis

Proses evakuasi para lansia saat kebakaran berlangsung sangat dramatis dan penuh risiko. Relawan, warga sekitar, dan petugas pemadam kebakaran bahu-membahu menyelamatkan para penghuni yang terjebak. Sejumlah penghuni yang dalam kondisi lemah dan menggunakan kursi roda harus dibopong keluar melalui pagar dan dinding samping panti.

Reki, salah satu relawan, mengungkapkan bahwa ia berhasil mengevakuasi tujuh orang dari dalam panti. Namun, beberapa penghuni yang sempat dikeluarkan akhirnya meninggal dunia akibat terpapar asap terlalu lama. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi Reki dan warga yang menjadi saksi bisu kebakaran maut di Panti Werda Damai Manado.

Daftar Nama Korban Selamat

Beberapa korban yang berhasil diselamatkan dari kebakaran Panti Werdha Damai Manado adalah:
– Ibu Olfa Sumual (76 tahun)
– Oma Rike Kaligis (73 tahun)
– Oma Meiske Merke (60 tahun)
– Opa Christian Yusuf (52 tahun)
– Opa Petrus Fredy (83 tahun)
– Oma Stien Walelenh (80 tahun)
– Oma Chia Chin Hin (92 tahun)
– Oma Olin Kopalit (61 tahun)
– Opa Joppy Wahani (70 tahun)
– Opa Paulus Kaonang (70 tahun)
– Oma Jetty Kandou (86 tahun)
– Oma Stien Gerungan (70 tahun)
– Oma Yutindam (70 tahun)
– Oma Kean She Poe (68 tahun)
– Oma Rolin Rumeen (64 tahun)
– Oma Lao Kim Hoa (73 tahun)

Kesaksian Oma Rolin

Oma Rolin (64 tahun) mengungkapkan bahwa ia merasa selamat dari kebakaran adalah mujizat. Ia dalam kondisi stroke dan berjalan dengan dibantu tongkat. Meski begitu, ia berhasil keluar dari kamar di tengah kobaran api dan semburan asap. Ia menyebutnya sebagai pertolongan Tuhan dan menyadari bahwa temannya tidak selamat.

Ketukan Pintu Selamatkan Nyawa Ci Hoa

Ci Hoa (73 tahun) menyampaikan kesaksian tentang bagaimana ketukan pintu memberinya kesempatan untuk selamat. Penjaga panti bernama Om Inyo memanggilnya dari luar dan meminta segera keluar. Dengan kondisi fisik yang renta, ia berusaha keluar kamar dengan susah payah, sementara api terus membesar. Pertolongan datang dari seorang penatua panti bernama Jhony yang langsung menggendongnya keluar dari area berbahaya.

Meski kehilangan segalanya, Ci Hoa tetap bersyukur atas keselamatannya. Ia meyakini bahwa keselamatannya adalah anugerah Tuhan.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *