Kekerasan di Wajo: Pembunuhan Berdarah Akibat Cemburu
Seorang pria tewas dalam kekerasan yang terjadi di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Kejadian ini menimpa IR (33), seorang warga Kelurahan Malakke, yang ditemukan dengan luka senjata tajam di jalur Trans Sulawesi. Peristiwa tragis ini viral setelah direkam oleh pengguna jalan dan beredar di media sosial.
Pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu (11/4/2026) malam pukul 19.30 WITA di Desa Sappa, Kecamatan Belawa. Pelaku, RA (32), warga Desa Limpurilau, diduga melakukan aksi pembunuhan karena cemburu. Menurut keterangan dari Iptu Awal Syahrani, Kapolsek Belawa, kejadian berawal dari adu mulut antara korban dan pelaku saat keduanya berpapasan di jalan raya.
Awalnya, RA curiga bahwa IR sering menggoda istrinya. Ia kemudian mencegat korban dan memicu perkelahian. Emosi yang memuncak membuat RA menyerang IR menggunakan badik. Akibat serangan tersebut, IR meninggal dunia di lokasi kejadian dengan lima luka tikaman.
Korban dievakuasi ke RSUD Lamaddukelleng Sengkang oleh aparat kepolisian. Polisi juga mengamankan sepeda motor korban dan sarung badik milik pelaku sebagai barang bukti. RA yang sempat kabur berhasil ditangkap tanpa perlawanan.
“Motif dari kasus ini adalah kecemburuan. Di mana terduga pelaku menuding korban kerap mengganggu istri terduga pelaku,” ujar Iptu Fahrul, Kasat Reskrim Polres Wajo.
Jasad IR telah dimakamkan oleh keluarganya pada Minggu siang pukul 13.00 WITA. Sementara itu, RA kini mendekam di sel tahanan Mapolres Wajo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Untuk mencegah aksi balasan, puluhan personel kepolisian dikerahkan untuk berjaga di sekitar rumah tinggal pelaku.
Bentrokan Antarwarga di NTT
Selain kejadian di Wajo, terjadi pula bentrokan antarwarga di Perumahan 2100 Blok K4, Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden berdarah ini terjadi Jumat (10/4/2026) malam dan mengakibatkan empat orang terluka serta delapan unit rumah warga rusak parah.
Peristiwa bermula saat seorang pria bernama DES mendatangi rumah pasangan YT dan MD dalam kondisi mabuk. Meski sempat diajak minum kopi, DES justru memaki MD sambil menunjuk wajahnya. MD akhirnya mengusir DES dari rumahnya.
Rasa tersinggung membuat DES meninggalkan lokasi sambil mengancam akan kembali membawa kerabatnya. Sekitar 20 menit kemudian, situasi memanas ketika DES kembali bersama adiknya, D, dan beberapa pria lainnya untuk melakukan penyerangan.
D menanyakan siapa yang memukul kakaknya, DES. Kelompok DES kemudian menganiaya YT dan MD serta merusak rumah pasangan tersebut sebelum melarikan diri. Kejadian ini memicu amarah keluarga korban yang tidak terima atas tindakan kelompok DES.
Pihak keluarga YT dan MD lantas melakukan aksi balasan dengan menyerang dan merusak rumah-rumah warga di Kampung Oelkuku, Dusun IV, Desa Kuimasi, yang berada di wilayah berdekatan. Akibat bentrokan susulan ini, total delapan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.
Polres Kupang segera turun tangan untuk meredam situasi agar tidak meluas. Kapolres Kupang bersama personel mendatangi lokasi pada Sabtu pagi untuk memberikan imbauan kepada kedua kelompok agar menahan diri.
Dalam pertemuan tersebut, warga meminta kepolisian segera mengamankan para pelaku penganiayaan agar konflik tidak terus berulang di kemudian hari. Polisi pun telah bergerak mengamankan sejumlah pemuda yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.