Identifikasi Jenazah Pramugari yang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Sebuah berita duka menyelimuti keluarga Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500. Jenazahnya telah berhasil diidentifikasi oleh tim forensik, dan kini keluarga sedang menjalani proses pemakaman.
Florencia, yang akrab disapa Olen, adalah salah satu dari para korban yang jenazahnya ditemukan lebih dulu di lokasi kejadian. Proses identifikasi dilakukan melalui beberapa metode forensik, termasuk sidik jari, pemeriksaan gigi, dan ciri medis lainnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jenazah tersebut cocok dengan data ante-mortem milik Olen.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulawesi Selatan, dr. Muhammad Haris, menjelaskan bahwa hasil identifikasi menunjukkan bahwa jenazah tersebut adalah perempuan berusia 33 tahun, dengan alamat di Apartemen Oak Tower A unit 216 Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Proses identifikasi ini dilakukan secara menyeluruh, dan setelah melalui berbagai tahapan, pihak kepolisian memastikan bahwa jenazah tersebut benar-benar milik Florencia Lolita Wibisono.
Kronologi Penemuan Jenazah Olen
Jenazah Olen pertama kali ditemukan oleh anggota Tim SAR, Saiful Malik. Ia mengungkapkan bahwa jenazah ditemukan tidak jauh dari serpihan bagian kepala pesawat yang mengalami kecelakaan. Saiful mengatakan bahwa jenazah ditemukan sekitar jam 2 sebelum posisi titik kepala pesawat, sekitar 100 meter dari lokasi pencarian.
Saat menemukan jenazah, Saiful langsung mengenali bahwa korban berjenis kelamin perempuan. Ia juga melihat adanya nametag yang bertuliskan nama Florencia Lolita. Jenazah Olen ditemukan dalam kondisi tengkurap, dengan luka patah kaki dan masih mengenakan pakaian lengkap, termasuk baju ATR.
Setelah menemukan jenazah, Saiful segera melaporkannya kepada tim untuk proses evakuasi dan identifikasi lebih lanjut. Dari awal, ia sudah memastikan bahwa korban adalah perempuan.
Pesan Duka dari Keluarga Olen
Dengan kepastian bahwa jenazah Olen telah teridentifikasi, dua kakaknya, Natasya Wibisono dan Felix, menulis pesan duka yang menyentuh hati. Natasya menggunakan media Instagram untuk menyampaikan rasa duka dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu selama proses pencarian.
“Fly higher sayangnya kakak,” tulis Natasya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas doa, perhatian, dan dukungan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keluarga akan segera memberikan informasi tentang pemakaman Olen.
Di sisi lain, Felix menyampaikan pesan duka yang puitis dan menyayat hati. Ia menulis tentang kesedihan yang dirasakan dan bagaimana mereka tetap percaya meskipun dalam ketidakpercayaan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas doa-doa yang telah diberikan.
“Tuhan, hari ini kami menyerahkannya ke dalam tangan-Mu. Karena hanya di dalam-Mu kami tahu dia aman. Di tempat terbaiknya. Flying higher, Olen kami sayang.”
Proses Pemakaman dan Doa untuk Korban Lain
Keluarga Olen kini sedang menjalani proses pemakaman. Mereka juga memohon agar semua pihak tetap berdoa untuk korban lain yang belum ditemukan serta keluarga yang terkena dampak kecelakaan tersebut.
Selama proses pencarian dan identifikasi, banyak pihak yang turut berpartisipasi, baik dari kalangan masyarakat maupun lembaga terkait. Semua upaya ini dilakukan dengan harapan bisa memberikan kepastian bagi keluarga korban dan membantu proses pemulihan.