Enam tewas, delapan ambulans evakuasi korban kecelakaan minibus di Majalengka

Hartono Hamid
3 Min Read

Respons Cepat Pemerintah Karawang Atas Kecelakaan Maut di Majalengka

Sebanyak delapan ambulans diberangkatkan dari Rengasdengklok, Karawang, untuk mengevakuasi para korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Majalengka. Kejadian ini melibatkan sebuah minibus travel yang mengangkut sekitar 20 penumpang, yang semuanya merupakan warga Karawang. Kecelakaan terjadi di wilayah Desa Maniis, Kecamatan Cingambul.

Berdasarkan informasi terbaru, enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut. Sementara itu, korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RS Talaga dan Puskesmas Cikijing. Proses penjemputan korban dipercepat dengan pemberangkatan ambulans dari Rengasdengklok. Kendaraan tersebut ditugaskan untuk membawa korban, baik yang meninggal maupun yang selamat, kembali ke Karawang.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa kecelakaan dipicu oleh rem kendaraan yang tidak berfungsi dengan baik. Kondisi tersebut membuat sopir kehilangan kendali hingga kendaraan terperosok dan akhirnya terbalik. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan sekaligus mendata identitas seluruh korban.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para pemudik, agar selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Mimpi Buruk di Jalur Pulang

Peristiwa tragis ini terjadi saat rombongan warga Karawang tersebut dalam perjalanan pulang dari Tasikmalaya. Kendaraan yang semula melaju dari arah Pangandaran itu sempat berputar arah menuju Majalengka sebelum musibah tak terelakkan terjadi. Selain enam korban jiwa, belasan penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan trauma berat akibat benturan keras saat kendaraan terperosok.

Sisi human interest begitu terasa saat kebahagiaan silaturahmi Lebaran di kampung halaman harus berakhir dengan duka mendalam di tengah perjalanan pulang. Kabar ini pun langsung memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Karawang yang segera mengirimkan bantuan darurat ke lokasi.

Respons Cepat: Delapan Ambulans Jemput Korban

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang menerima laporan pada pukul 10.30 WIB, langsung mengerahkan delapan unit ambulans beserta tim medis menuju Majalengka. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh warga Karawang, baik korban meninggal maupun luka, segera dipulangkan ke rumah duka dan mendapatkan perawatan lanjutan.

“Situasi sekarang masih Lebaran, semua orang sibuk. Biar kami bantu prosesnya di sana agar warga kami bisa segera kembali,” tegas Aep Syaepuloh, Selasa sore. Ia juga mengapresiasi bantuan cepat dari Bupati Majalengka, Eman Suherman, yang memfasilitasi penanganan korban di rumah sakit setempat hingga proses pemulasaraan jenazah.

Selain bantuan medis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang telah diinstruksikan untuk mendampingi keluarga korban di rumah duka guna membantu proses pemakaman.

Tragedi sebagai Pengingat Berharga

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi para pemudik untuk selalu mengecek kelaikan kendaraan di tengah padatnya arus balik Lebaran 2026 yang kian mencekam. Kecelakaan yang terjadi di Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Majalengka, menjadi bukti nyata betapa pentingnya kesadaran akan keselamatan berkendara, terutama saat perjalanan panjang dan beban penumpang yang cukup banyak.




Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *