Kebaikan Fadli Bufakar, Warga Maluku yang Rela Kuras Tabungan Keluarga untuk Perbaiki Jembatan Desanya
Fadli Bufakar, seorang warga dari Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, menunjukkan kebaikan luar biasa dengan rela menguras tabungan keluarganya demi memperbaiki jembatan di desanya. Tindakan ini tidak hanya membantu masyarakat setempat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Proses Pengerjaan yang Cepat dan Efisien
Jembatan yang terletak di Sungai Sahuwai, Desa Loki, selama ini sulit dilewati kendaraan karena kondisi yang rusak. Fadli mengambil inisiatif untuk memperbaikinya. Ia tidak hanya mengajak warga bekerja sama, tetapi juga menggunakan uang tabungan keluarganya untuk biaya perbaikan. Dengan bantuan Babinsa setempat, ia menyediakan mobil untuk mengangkut kayu dan tenaga kerja.
Proses pengerjaan berlangsung dalam waktu tiga hari. Kayu dan papan yang digunakan berasal dari delapan pohon kelapa yang dibeli dari warga sekitar. Setelah dipotong dan diangkut ke lokasi, kayu-kayu tersebut digunakan untuk mengganti bagian jembatan yang rusak. Selama proses perbaikan, Fadli juga menyiapkan jalan alternatif agar kendaraan tetap bisa melintas.
Biaya yang Dikeluarkan
Untuk memperbaiki jembatan, Fadli harus mengeluarkan dana hingga lebih dari Rp 10 juta. Biaya tersebut mencakup pembelian delapan pohon kelapa, sewa tukang, serta belanja paku dan bahan-bahan lainnya. Meskipun jumlah ini cukup besar, Fadli mengaku sangat senang karena hasilnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengalaman Sebelumnya
Perbaikan jembatan di Sungai Sahuwai bukanlah kali pertama yang dilakukan Fadli. Pada tahun 2021, ia juga memperbaiki dua jembatan sekaligus, yaitu jembatan di Sungai Sahuwai dan jembatan di Dusun Siaputi. Saat itu, ia mengeluarkan uang tabungan keluarga hingga mencapai Rp 40 juta. Sayangnya, uang tersebut tidak pernah dikembalikan oleh BPBD Seram Bagian Barat meskipun mereka berjanji akan menggantinya.
Apresiasi dari Warga
Masyarakat setempat sangat mengapresiasi tindakan Fadli. Mereka merasa terbantu karena kini dapat melintasi jembatan dengan aman. Mian Taipon, salah satu warga Huamual, mengaku tidak lagi khawatir melintas karena kondisi jembatan kini sudah diperbaiki. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Fadli atas niat baiknya.
Selain itu, Samsudin, seorang petani, mengungkapkan bahwa kini ia dapat membawa hasil kebun ke ibu kota kabupaten tanpa merasa khawatir. Ia sangat berterima kasih kepada Fadli atas kontribusinya.
Inspirasi dari Sosok Lain
Tidak hanya Fadli, ada juga sosok Agus Dwi Wibowo, seorang pengusaha dari Desa Mategal, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang juga membangun jalan desa menggunakan uang pribadinya. Jalan yang sebelumnya rusak bertahun-tahun kini telah diperbaiki dan menjadi lebih aman untuk digunakan.
Agus mengaku inisiatifnya bermula dari lingkungan tempat ia tumbuh. Ia ingin memastikan bahwa warga dapat melintasi jalan dengan aman, terutama saat musim hujan. Respons publik terhadap aksinya sangat positif, meskipun ia menegaskan bahwa langkahnya murni bersifat sosial.
Kesimpulan
Kebaikan Fadli Bufakar dan Agus Dwi Wibowo menjadi contoh nyata bahwa tindakan sederhana bisa memiliki dampak besar. Melalui aksi sosial mereka, masyarakat setempat mendapatkan manfaat nyata, baik dalam hal mobilitas maupun keamanan. Semangat dan ketulusan mereka patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.