Persiapan Akhir untuk Operasional RPH Tambak Osowilangun Surabaya
Rumah Potong Hewan (RPH) Unit Tambak Osowilangun (TOW) di Surabaya kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum operasional dimulai. Meski awalnya rencananya akan beroperasi pada Maret 2026, jadwal tersebut diputuskan untuk ditunda hingga April 2026. Hal ini dilakukan karena masih ada beberapa pembenahan minor yang perlu diselesaikan agar semua fasilitas siap digunakan.
Pembenahan Fasilitas yang Masih Dikerjakan
Menurut Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho, beberapa pembenahan yang sedang dikerjakan meliputi pemasangan penunjuk arah menuju lokasi RPH, penyempurnaan lampu penerangan jalan, penyediaan air, serta perbaikan fasilitas gantungan daging karkas. Ia menegaskan bahwa meskipun pembenahan ini bersifat minor, namun penting untuk menunjang operasional dan menjaga standar kebersihan serta kenyamanan.
“Pembenahannya sebenarnya minor, tapi penting,” ujar Fajar. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin operasional dipaksakan jika fasilitas belum benar-benar siap. “Jangan sampai mereka (jagal) sudah pindah, lalu muncul masalah.”
Jadwal Operasional yang Ditunda
Fajar mengungkapkan bahwa jadwal operasional kemungkinan besar akan mundur ke bulan April 2026. Namun, kepastian tanggal masih menunggu hasil pengecekan lapangan dan penyelesaian pekerjaan. “Bisa jadi April. Saya masih akan cek lagi perkembangan terakhir. Kalau semua sudah siap, baru operasional,” katanya.
Koordinasi dengan Mitra Jagal dan Instansi Terkait
Untuk memastikan operasional berjalan lancar, manajemen RPH TOW menggandeng mitra jagal dan Pemerintah Kota Surabaya. Pertemuan telah digelar pada 25 Februari 2026 dan dilanjutkan pertemuan lanjutan pada 11 Maret 2026. Kepala Bagian Pemotongan RPH Surabaya, drh. Nowo Siswo Yuworo, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti masukan dari para mitra jagal terkait kesiapan operasional.
“Kami memastikan menindaklanjuti sejumlah masukan terkait kesiapan operasional, terutama fasilitas yang perlu diperbaiki atau dilengkapi,” ujarnya.
Perbaikan Sarana dan Prasarana
Masukan dari mitra jagal menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. Beberapa perbaikan sarana dan prasarana di RPH Tambak Osowilangun akan diakomodasi oleh Pemerintah Kota Surabaya sebagai bentuk dukungan terhadap operasional unit baru tersebut. Selain itu, mitra jagal juga menyoroti kondisi lingkungan kawasan yang dinilai rawan banjir. Mereka juga mengusulkan perbaikan beberapa fasilitas pendukung.
Manajemen RPH Surabaya menyatakan seluruh masukan mitra jagal akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya. Selanjutnya, usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama instansi terkait.
Survei Lapangan Bersama Mitra Jagal
RPH memastikan, para mitra jagal juga sepakat untuk melakukan survei lapangan bersama ke lokasi RPH Tambak Osowilangun. Survei ini dilakukan untuk melihat langsung kesiapan sarana dan prasarana sebelum operasional dimulai.
RPH Tambak Osowilangun dibangun sebagai fasilitas pemotongan hewan yang lebih modern dan higienis. Fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan standar pelayanan pemotongan hewan di Kota Surabaya, khususnya dalam menjaga kualitas daging dan standar keamanan pangan.
Fasilitas yang Siap Digunakan
RPH TOW secara fasilitas telah siap beroperasi. Bahkan, fasilitas di sana lebih modern dibandingkan RPH Pegirian yang telah berusia hampir satu abad. Fasilitas baru ini mampu menampung 150 ekor sapi Brahman Cross (BX), 80 ekor sapi lokal, hingga 28 unit handrail.
Dengan koordinasi antara manajemen RPH Surabaya, mitra jagal, Pemerintah Kota Surabaya, serta aparat terkait, diharapkan operasional RPH Tambak Osowilangun dapat berjalan lancar dan meningkatkan kualitas layanan pemotongan hewan di Surabaya.