Faridawaty Serap Keluhan Bansos dan Jalan Rusak di Palangka

admin
4 Min Read



PALANGKA RAYA, .CO –

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, melakukan reses perorangan di Daerah Pemilihan (Dapil) I yang mencakup Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, dan menjadi ajang untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat.

Beragam Aspirasi dari Masyarakat

Dalam pertemuan tersebut, Faridawaty menerima banyak usulan, keluhan, dan masukan dari warga. Sebagian besar isu yang disampaikan berkaitan dengan infrastruktur, bantuan sosial (bansos), serta program pemerintah.

“Banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat, mulai dari persoalan bansos, infrastruktur jalan, hingga drainase. Ini menjadi catatan penting untuk kami tindak lanjuti,” ujar Faridawaty dalam keterangannya, Minggu (12/4).

Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Beberapa warga menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai kurang efektif meskipun anggaran yang dialokasikan cukup besar. Masalah utama terletak pada kualitas menu di sejumlah SPPG yang tidak sesuai harapan.

Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi Jalan Taurus VI dan VIII yang sering terendam banjir setelah hujan selama sekitar 30 menit. Hal ini disebabkan oleh drainase yang tidak berfungsi optimal.

Infrastruktur Jalan dan Drainase

Warga meminta penyelesaian masalah infrastruktur jalan, seperti semenisasi jalan sepanjang 300 meter di kawasan Mendawai 6 dan 7. Pembangunan yang hanya sebagian terealisasi dinilai terbengkalai dan belum ada kejelasan tentang anggaran kelanjutannya.

Selain itu, warga mengusulkan perbaikan Jalan Keranggan XVI yang telah diajukan melalui proposal swadaya masyarakat. Terdapat juga usulan pembangunan drainase dari Jalan Yogya hingga Jalan Tampung Penyang guna mengatasi genangan air yang sering terjadi.

Keamanan Lingkungan

Masalah keamanan lingkungan juga menjadi fokus diskusi. Warga mengusulkan pengadaan CCTV di kawasan Jalan Merak untuk meningkatkan rasa aman.

Bantuan Sosial (Bansos)

Permasalahan bansos menjadi perhatian utama. Warga meminta kejelasan kriteria penerima bantuan karena masih ditemukan kasus di mana masyarakat yang layak justru tidak menerima bantuan, sementara yang tidak memenuhi kriteria malah terdata.

“Permasalahan bansos masih sering terjadi, terutama terkait data penerima. Warga berharap pendataan bisa lebih melibatkan RT agar lebih akurat,” ungkapnya.

Warga juga menyarankan agar program MBG dievaluasi, bahkan diubah menjadi bantuan dalam bentuk uang karena dinilai kurang efektif. Selain itu, mereka menekankan pentingnya pelibatan ketua RT dalam proses pendataan bansos agar lebih akurat dan tepat sasaran.

Usulan Lainnya

Beberapa usulan lain mencakup peningkatan jalan di kawasan Damang Batu sepanjang 350 meter, perbaikan pengaringan sepanjang 800 meter yang sering menyebabkan banjir akibat penumpukan sampah, serta pembangunan jembatan penghubung dari Jalan Mendawai menuju Jalan Sakan yang menjadi akses penting bagi pelajar.

Namun, pembangunan jembatan tersebut hingga kini belum dapat dilanjutkan meski dana swadaya masyarakat telah terkumpul dan tiang jembatan sudah berdiri. Hal ini disebabkan oleh belum adanya izin dari BKSDA. Warga berharap adanya bantuan pemerintah untuk mempercepat proses perizinan tersebut.

Komitmen untuk Menyuarakan Aspirasi

Faridawaty menegaskan bahwa semua aspirasi masyarakat akan diperjuangkan agar bisa masuk dalam skala prioritas pembangunan.

“Aspirasi masyarakat ini akan kami bawa dan koordinasikan dengan pemerintah daerah serta instansi terkait,” tandasnya.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *