Ketegangan Internal Partai Golkar Sumut Akibat Pencopotan Ijeck
Ketua DPD Partai Golkar Tingkat II Pematangsiantar, Mangatas M Silalahi, mengecam tindakan pencopotan Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck dari posisi Ketua DPD Partai Golkar Tingkat I Sumatera Utara. Menurutnya, keputusan ini tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh AD/ART partai serta surat edaran dari DPP Partai Golkar.
Mangatas menyatakan bahwa periodesasi kepengurusan DPD Partai Golkar Daerah Tingkat I dan Tingkat II baru akan berakhir setelah penetapan jadwal Musyawarah Daerah (Musda). Namun, hal ini justru dilanggar oleh pengurus dan ketua umum sendiri. “Ini blunder yang membuat kita tidak nyaman,” ujarnya.
Diketahui bahwa DPD Partai Golkar Tingkat I Provinsi Sumatera Utara sudah mengajukan Musda. Namun, keputusan tersebut tidak dihiraukan oleh DPP. “Apakah ini diperiksa oleh Ketua Umum? Karena surat yang dikeluarkan Ketum ini hari minggu (14/12/2025). Kuat dugaan ini ada yang setir Ketua Umum kita,” kata Mangatas.
Menurut Mangatas, ada kekuatan lebih besar dari luar yang haus kekuasaan terhadap Partai Golkar. “Kasihan ketua kita (Ijek) ini. Padahal beliau sudah banyak mengalah,” katanya.
Mangatas juga mengingatkan agar seluruh kader Partai Golkar di Tingkat II Kabupaten/Kota untuk melawan demi kelangsungan masa depan partai yang mereka cintai ini. “Kekuatan di tangan kader. Ini harus kita lawan. Ini pasti karena orderan. Kalau seperti ini, jadi penonton teruslah Partai Golkar sampai Pemilu 2029,” ujarnya.
Pernyataan Ijeck Mengenai Pencopotannya
Musa Rajekshah alias Ijeck buka suara soal pencopotannya sebagai Ketua DPD Golkar Sumut. Ijeck mengatakan bahwa keputusan ini dihargai sepenuhnya. “Ya… Mungkin itu bentuk daripada dia… ketidak… apa ya? Ya… melihat saya seperti itu, saya apresiasi dan saya ya hargai juga kawan-kawan,” katanya saat ditemui di sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Sabtu (20/12/2025).
Ijeck menyinggung keputusan pengunduran diri Ilhamsyah merupakan bentuk kesetiaan terhadap dirinya yang sudah terbangun lama. Sejak sebelum pemilu hingga akhirnya Golkar berhasil meraih posisi tertinggi di Sumatera Utara. Sehingga ia mewajari keputusan tersebut. “Bentuk kesetiaan mereka kepada saya dan ini kan terbangun bukan karena dibuat-buat ya. Sama pada saat kita berjuang, seperti saya bilang, ini kemenangan ini kan bukan karena saya sendiri tapi karena teamwork,” kata dia.
Namun Ijeck berpesan kepada seluruh pengurus DPD Golkar Sumut untuk tidak melampiaskan keputusan partai dan bentuk kekecewaan ini kepada masyarakat. “Jangan bentuk ini menjadi kekecewaan masyarakat kita karena kita pun kalau digitukan kita nggak mau,” ungkapnya.
Isu Penempatan di DPP
Ijeck berlapang dada dan menganggap manusiawi kalau ada yang kecewa atas pencopotan dirinya. “Saya berharap apapun itu, kita ingin keutuhan partai bisa kita jaga bersama, walau ada yang kecewa,” katanya.
Terkait isu, akan ditempatkan di kepengurusan DPP, Ijeck menyerahkan semuanya ke ketua umum (Ketum). Soal mundurnya Ilhamsyah dari jabatan Sekjen DPD Golkar Sumut, Ijeck menganggap itu sebagai bentuk solidaritas.
Penjelasan Ilhamsyah Mengenai Pergantian Ijeck
Ilhamsyah, mantan Sekretaris Golkar Sumatera Utara menilai DPP Golkar tidak menghargai kerja keras Musa Rajekshah atau Ijeck yang berhasil membawa Golkar Sumut sebagai partai pemenang berdasarkan Pemilihan Umum 2024. Ia menyampaikan bahwa pergantian Ijeck sebagai ketua Golkar Sumut dilakukan secara paksa.
Karena kekecewaan itulah, Ilhamsyah lalu mengundurkan diri sebagai Sekretaris Golkar Sumut pada 17 Desember 2025 semalam. “Semua ini telah kita selesaikan dengan baik. Kita berhasil sudah mengantarkan Partai Golkar yang kita cintai ini menjadi juara. Semua ini juga berkat kerja keras Ketua Musa Rajekshah dan seluruh jajaran DPD Sumut dan DPD Kabupaten/Kota,” kata Ilhamsyah, Jumat (19/12/2025).
Pergantian Ijeck dengan Ahmad Doli Kurnia Tanjung bagi Ilhamsyah sangat mengecewakan. Padahal, sejak lama DPD Golkar Sumut telah meminta ke DPP Golkar untuk melakukan Musyawarah Daerah sebelum masa kepengurusan Ijeck berakhir. Namun, DPP Golkar mengabaikan permintaan yang dilakukan oleh pengurus DPD Provinsi Sumatera Utara. Muncul dugaan, bahwa DPP tidak peduli dengan kepengurusan Golkar Sumut.
“Kita sudah dua kali meminta persetujuan kepada DPP untuk meminta jadwal agar Musda Golkar Sumut segera dilakukan, demi terciptanya konsolidasi yang kuat dalam perpolitikan di Sumut,” kata Ilhamsyah.
Ilhamsyah mengatakan, surat permohonan untuk meminta persetujuan Musda dikirimkan pada April 2025 lalu. Karena tidak ada respon dari DPP Golkar, surat permohonan kedua diantarkan pada September 2025. Belakangan DPP Golkar menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai pelaksana tugas DPD Golkar Sumut.
Penunjukan Doli bertujuan untuk melaksanakan Musda Golkar Sumut. Menurut Ilhamsyah, DPP Golkar tidak peduli dengan kepengurusan DPD Provinsi Sumatera Utara. “Kita macam tak dianggap di Sumut ini, padahal Sumut ini adalah salah satu daerah barometer politik di Indonesia. Dua kali kita kirimkan permohonan, namun surat tersebut tidak tahu kemana muaranya,” ungkapnya.
Ilhamsyah melihat tidak penghargaan yang diberikan Golkar terhadap Ijeck. Menurutnya, kepentingan politik DPP telah menjerumuskan perpolitikan di daerah, termasuk Sumatera Utara. “Kita sudah berjuang mati-matian, termasuk Ketua Ijeck, semuanya sudah dikorbankan, tetapi kita macam tidak anggap begini,” ungkapnya.