Jadwal Puasa Ramadan 2026: Eropa Mulai 19 Februari, Arab dan Indonesia Masih Pantau Hilal

Rafitman
5 Min Read

Perbedaan Awal Ramadan di Berbagai Negara

Awal Ramadan 2026 telah ditentukan oleh berbagai negara dengan metode yang berbeda-beda. Beberapa negara menggunakan pengamatan hilal secara tradisional, sementara yang lain memanfaatkan perhitungan astronomi untuk menentukan tanggal awal puasa. Hal ini menyebabkan variasi dalam penentuan hari pertama Ramadan, meskipun semua negara tetap mengikuti kerangka kalender Islam yang sama.

Metode Penentuan Awal Ramadan

Awal Ramadan biasanya ditentukan melalui pengamatan bulan baru. Metode ini bisa dilakukan dengan dua cara: pengamatan lokal tradisional dan perhitungan astronomi. Dalam pengamatan tradisional, masyarakat mencari keberadaan hilal (bulan sabit) setelah matahari terbenam. Sementara itu, perhitungan astronomi menggunakan data ilmiah untuk memprediksi kapan bulan baru akan terjadi.

Menurut Crescent Moon Watch, aplikasi pelacak bulan yang dikelola oleh Kantor Almanak Nautika Inggris Raya, bulan baru Ramadan akan terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 15.01 waktu Mekah. Pada malam 18 Februari, bulan baru diperkirakan akan terlihat di sebagian besar wilayah dunia karena posisi bulan yang cukup tinggi di langit setelah matahari terbenam.

Untuk dapat melihat hilal, beberapa faktor penting diperhatikan oleh para astronom, antara lain:

  • Elongasi – Jarak bulan dari matahari harus cukup jauh agar cahaya tidak terhalang.
  • Ketinggian – Bulan idealnya berada setidaknya 10 derajat di atas cakrawala agar mudah diamati.
  • Waktu tunda – Antara matahari terbenam dan bulan terbenam harus cukup lama agar langit cukup gelap.

Jika hilal terlihat setelah matahari terbenam pada malam tanggal 17 Februari, maka hari pertama puasa akan jatuh pada 18 Februari. Namun jika tidak terlihat, maka bulan Syaban akan genap 30 hari, dan Ramadan dimulai pada 19 Februari.

Perbedaan Jadwal Puasa di Berbagai Negara

Berdasarkan kondisi geografis dan metode pengamatan, berbagai negara memiliki jadwal awal Ramadan yang berbeda. Berikut adalah prediksi awal Ramadan di beberapa negara:

Arab Saudi

Di Arab Saudi, pengamatan resmi hilal Ramadan 1447 H akan dilakukan pada 29 Sya’ban 1447, bertepatan dengan Selasa, 17 Februari. Jika bulan baru terlihat secara visual setelah matahari terbenam, maka Rabu, 18 Februari akan menjadi hari pertama Ramadan. Namun jika hilal tidak terlihat, maka Ramadan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari.

Indonesia

Indonesia saat ini masih memantau hilal untuk memastikan hari pertama puasa. Berdasarkan Kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), tanggal 1 Ramadan 1447 H/2026 M diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun, penetapan awal puasa versi pemerintah tetap melalui sidang isbat. Sidang isbat akan digelar pada 17 Februari 2026 untuk menetapkan 1 Ramadan 2026 secara resmi.

Amerika Utara

Di Amerika Serikat dan Kanada, Dewan Fiqh Amerika Utara (FCNA) dan Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) menggunakan metode astronomi untuk menentukan awal Ramadan. Berdasarkan perhitungan mereka, Ramadan 2026 akan dimulai pada 18 Februari 2026.

Eropa

Negara-negara Eropa, melalui Dewan Fatwa dan Penelitian Eropa (ECFR), menetapkan 19 Februari 2026 sebagai hari pertama Ramadan. Hal ini karena walaupun fase bulan baru terjadi pada 17 Februari, hilal kemungkinan tidak dapat dilihat baik dengan mata telanjang maupun teleskop.

Turki

Turki juga menetapkan Kamis, 19 Februari 2026, sebagai awal Ramadhan. Penetapan ini didasarkan pada perhitungan astronomi yang menyimpulkan hilal tidak mungkin terlihat pada waktu pengamatan sebelumnya.

Asia Selatan dan Tenggara

Sejumlah negara di Asia Selatan dan Tenggara seperti India, Pakistan, dan Singapura memperkirakan Ramadan akan dimulai pada 19 Februari 2026. Penetapan ini dilakukan dengan mengikuti pola perhitungan astronomi yang memastikan bulan sabit baru terlihat setelah matahari terbenam.

Afrika dan Oceania

Sebagian besar negara di Afrika juga menargetkan 19 Februari 2026 sebagai awal puasa. Di Oceania, Dewan Imam Nasional Australia mengkonfirmasi 19 Februari sebagai hari pertama Ramadan, menyesuaikan perhitungan astronomi internasional dan posisi bulan saat matahari terbenam.

Kesimpulan

Perbedaan awal Ramadan di berbagai negara menunjukkan keragaman praktik penentuan awal bulan di seluruh dunia. Meskipun ada perbedaan dalam jadwal, kesakralan Ramadan tetap dihormati oleh umat Muslim di seluruh dunia. Perbedaan ini juga mencerminkan adaptasi terhadap kondisi geografis dan teknologi modern dalam menentukan awal bulan suci.

Share This Article
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *