Jalur Evakuasi Segera Dibangun di Panyalaian, Pemerintah Kolaborasi dengan KAI Cegah Kecelakaan Berulang

Nurlela Rasyid
5 Min Read

Perencanaan Pembangunan Jalur Penyelamatan di Kawasan Panyalaian

Pemerintah daerah dan pihak terkait sedang mempersiapkan pembangunan jalur penyelamatan atau jalur pemberhentian darurat di kawasan Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas seringnya kecelakaan yang terjadi di ruas Jalan Padang Panjang–Bukittinggi, khususnya di Bintuangan Panyalaian.

Kejadian terbaru yang menjadi perhatian adalah kecelakaan maut pada Senin (26/1/2026) pagi, yang menewaskan lima orang dan melukai empat lainnya. Kecelakaan tersebut diduga dipicu oleh truk yang mengalami rem blong. Akibatnya, truk trailer yang tidak terkendali menabrak berbagai kendaraan dan bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Pembangunan jalur penyelamatan ini merupakan upaya untuk meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa depan. Rencana tersebut akan dikoordinasikan dengan Balai Jalan Nasional dan melibatkan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), karena lahan di sekitar lokasi dikuasai oleh perusahaan tersebut. Oleh karena itu, dukungan dari BP BUMN diperlukan untuk proses perizinan.

Upaya Pemerintah dalam Mencegah Kecelakaan Berulang

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyatakan bahwa kecelakaan di kawasan Panyalaian bukanlah hal baru. Ia menekankan perlunya solusi konkret untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Menurutnya, jalur penyelamatan akan dibangun di atas lahan milik KAI, sehingga truk-truk yang mengalami rem blong dapat masuk ke jalur tersebut dan menghindari tabrakan lebih besar.

Andre juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menyetujui rencana pembangunan jalur penyelamatan tersebut. Anggaran akan disediakan oleh Menteri PU, sementara tugas pengurusan izin lahan akan ditangani oleh pihak terkait. Dalam waktu dekat, ia berencana mengundang Direktur Utama KAI ke Sumatera Barat untuk membahas koordinasi pelaksanaan proyek ini.

Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan Lima Orang

Kecelakaan yang terjadi pada 26 Januari 2026 dimulai dari sebuah truk trailer yang dikemudikan Bandes H.T Sihaloho. Truk tersebut diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang. Truk trailer kemudian menabrak truk box BA 8089 NU yang dikemudikan Zulfia. Tabrakan tersebut menyebabkan truk box menabrak sepeda motor Honda Vario BA 6624 LAD yang dikendarai Yan Rahmad Fajri.

Rangkaian kecelakaan berlanjut hingga menghantam pangkalan ojek di tepi jalan, yang saat itu terdapat pejalan kaki Dian Febri serta dua sepeda motor yang sedang terparkir. Truk box terbalik di sisi kiri jalan, sementara truk trailer yang masih melaju tidak terkendali menabrak dua pejalan kaki, Jefrizal dan Alfizar, yang berada di warung di sisi kiri jalan. Truk akhirnya menghantam warung milik warga bernama Aris dan terbalik di pekarangan rumah warga.

Korban Jiwa dan Kerugian Material

Lima korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, yaitu Bandes H.T Sihaloho (pengemudi truk trailer), Yan Rahmad Fajri (pengendara sepeda motor), Dian Febri (pejalan kaki), Alfizar (pejalan kaki), dan Jefrizal (pejalan kaki). Empat korban luka-luka terdiri dari Zulfia (pengemudi truk box), Bujang (pemilik warung), Elfi Febriyanti (penumpang sepeda motor), dan Agustiawarman (kernet truk trailer).

Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan berat pada dua unit truk, tiga sepeda motor, serta beberapa bangunan warung milik warga. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta. Polisi telah mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Penyebab Kecelakaan Diduga Karena Rem Blong

Menurut keterangan dari Kapolres Padang Panjang, AKBP Wisnu Hadi, kecelakaan bermula dari sebuah truk trailer bermuatan pupuk yang melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang dengan kecepatan tinggi. Truk tersebut mengalami rem blong dan menabrak mobil box. Akibatnya, mobil box terguling dan menabrak sepeda motor jenis Supra dan Honda Vario, yang mengakibatkan dua pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.

Setelah menyenggol mobil box, truk trailer terus melaju dalam kondisi tidak terkendali hingga akhirnya menabrak dua orang yang sedang berada di warung. Akibatnya, kedua korban meninggal dunia. Sopir truk trailer ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian setelah truk tersebut terbalik di depan rumah warga.

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *