Jejak Karier Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Kini Jadi Komisaris Utama TRIN

Zaiful Aryanto
5 Min Read

Rahayu Saraswati: Dari Dunia Politik ke Investasi Properti

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, putri dari pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo, kini menjadi salah satu pemegang saham utama di PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Ia resmi tercatat sebagai investor strategis setelah mengakuisisi saham melalui pengalihan kepemilikan dari dua perusahaan, yaitu PT Kunci Daud Indonesia dan PT Intan Investama Internasional.

Dari aksi korporasi tersebut, Rahayu Saraswati berhasil menguasai sekitar 5 persen saham TRIN. Namun, ia tidak berhenti di situ. Ia menyatakan rencana untuk meningkatkan porsi kepemilikannya secara bertahap hingga mencapai 20 persen. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur kepemilikan saham dan mendorong arah strategis perusahaan properti tersebut.

Selain itu, manajemen TRIN menunjuk Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai komisaris utama perusahaan. Pengangkatan tersebut dilakukan setelah proses pengalihan saham selesai. Keputusan ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan menjaga stabilitas perusahaan dalam jangka panjang.

Profil Lengkap Rahayu Saraswati



Lahir di Jakarta pada 27 Januari 1986, Rahayu Saraswati kini berusia 39 tahun. Pendidikannya dimulai dari SD Tarakanita 2 Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di United World College, Singapura. Setelah itu, ia melanjutkan studi di College du Leman Swiss dan sempat kuliah di University of Virginia, Amerika Serikat, sebelum pindah ke London untuk belajar seni peran di The International School of Screen Acting.

Sara juga pernah mengikuti kursus di New York Film Academy, Los Angeles. Ia pernah terlibat dalam film “Merah Putih” pada tahun 2009 sebagai Senja. Meski film itu dibiayai oleh ayahnya, Hashim Djojohadikusumo, Sara tetap melalui proses casting dan screen test seperti pemain lainnya.

Di dunia politik, Sara mulai aktif pada 2008 sebagai Kabid Advokasi Perempuan DPP Partai Gerindra. Ia juga menjabat di organisasi sayap partai Tidar, serta sempat menjadi Wakil Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya. Pada Pemilu 2014, Sara lolos menjadi anggota DPR RI dari dapil Jawa Tengah IV dan duduk di Komisi VIII.

Pada Pemilu 2019, ia kembali terpilih, lalu tahun 2024 juga berhasil lolos ke Senayan. Sara kemudian dipercaya menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR. Pada tahun 2020, Sara maju di Pilwalkot Tangerang Selatan berpasangan dengan Muhamad, mantan Sekda Tangsel. Pasangan ini didukung sembilan partai, mulai dari PDI-P, Gerindra, PSI, PAN, Hanura, Nasdem, Perindo, Garuda, hingga Berkarya. Namun, mereka kalah dari pasangan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan.

Kontroversi dan Pengunduran Diri

Pada 10 September 2025, Rahayu Saraswati menyatakan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 melalui akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati. Keputusan ini diambil setelah polemik video pernyataannya yang dipotong hingga memantik amarah masyarakat.

Dalam wawancara eksklusif di Antara TV Indonesia dengan judul “Rahayu Saraswati Kupas Isu Perempuan hingga Kolaborasi Ekonomi Kreatif”, Sara membicarakan isu seputar lapangan kerja. Dia terkesan mendorong para kawula muda untuk tidak bergantung pada pemerintah, melainkan mencoba peruntungannya sendiri.

Menurutnya, terdapat banyak sektor yang bisa digarap anak muda dan tidak hanya bersandar pada sektor padat karya. Meski demikian, ia menyebut sejumlah industri besar seperti pangan dan hilirisasi yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto akan meningkat.

Namun, di media sosial dipotong dan hanya diambil pada menit ke-25 hingga menit ke-27. Sara mengatakan, dalam podcast itu, ia tidak berniat menyakiti atau merendahkan masyarakat, terutama kaum muda. Meski demikian, ia memohon maaf dan mengajukan pengunduran diri.

Penolakan Pengunduran Diri

Terkait pengunduran diri Sara, Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Nazaruddin Dek Gam, mengumumkan pihaknya menolak pengunduran diri tersebut. Dek Gam mengatakan, keputusan itu diambil dengan beberapa pertimbangan, termasuk Keputusan Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra.

“MKD DPR RI memutuskan bahwa Saudari Rahayu Saraswati tetap sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029,” kata Dek Gam, dikutip dari Kompas.com. Terpisah, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut Mahkamah Kehormatan Partai menyatakan tidak ada pelanggaran yang dilakukan Sara.

Selain itu, Mahkamah juga tidak menerima pengaduan terkait dugaan pelanggaran etik Sara. Berdasarkan pemeriksaan mahkamah, pernyataan Sara pada suatu siniar dipotong dan diedit sebelum diunggah ke media sosial sehingga tidak lagi otentik. “Mahkamah partai kemudian memutuskan bahwa memang pertama itu, pengunduran dirinya tak memenuhi syarat secara hukum, dan kemudian menetapkan Sara sebagai anggota DPR periode 2024–2029,” kata Dasco.

Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *