Jejak Sony Sonjaya, Wakil Kepala BGN, Balas Kritik Ketua BEM UGM dengan Emoji Monyet

Lani Kaylila
5 Min Read

Peran dan Kontroversi Sony Sonjaya dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sony Sonjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), kini menjadi sorotan publik setelah mengomentari kritik yang disampaikan oleh Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Komentar tersebut mendadak viral karena diiringi dengan emoji monyet, yang memicu reaksi keras dari netizen.

Sebagai Wakil Kepala Bidang Operasional Pemenuhan Gizi di BGN, Sony Sonjaya memiliki peran penting dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN merupakan lembaga strategis yang bertanggung jawab atas penguatan ketahanan gizi nasional. Program MBG bertujuan untuk memberikan makanan bergizi kepada 60 juta balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta peserta didik. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja, hasil tani, hasil kebun, hasil budidaya ikan, dan hasil ternak.

Baru-baru ini, unggahan dari akun @tiyoardianto_ milik Tiyo Ardianto menimbulkan kontroversi. Dalam unggahan tersebut, ia membagikan tangkapan layar komentar tajam dari Sony Sonjaya. Komentar tersebut menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan makanan kepada banyak kelompok masyarakat, sementara para kritikus hanya melakukan orasi tanpa hasil nyata. Komentar tersebut dilengkapi dengan emoji monyet, yang memicu perdebatan sengit di media sosial.

Profil dan Rekam Jejak Sony Sonjaya

Sony Sonjaya bukanlah sosok sembarangan dalam lingkaran pemerintahan. Dedikasinya terhadap pemberdayaan masyarakat telah diakui oleh Presiden Prabowo Subianto, yang memberikan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama. Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gudang Ketahanan Pangan di Palmerah, Jakarta, pada Jumat (13/2/2026).

Sebagai ujung tombak operasional di BGN, Sony Sonjaya sangat aktif di lapangan. Ia sering memimpin rapat konsolidasi dan merumuskan arah kebijakan Program MBG di berbagai wilayah, mulai dari Aceh hingga Lampung. Fokusnya adalah memastikan standar operasional berjalan lancar, mengawal prioritas sasaran, serta memaksimalkan penyerapan produk lokal.

Sony adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1991. Sebelum memasuki masa purnabakti, ia pernah menjabat berbagai posisi strategis di Polri, termasuk sebagai Kapolres di Simalungun, Majalengka, dan Bandung, serta posisi krusial di Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh.

Riwayat Karier dan Pendidikan

Lahir pada 20 Oktober 1967, Sony Sonjaya menghabiskan masa sekolah dasar hingga menengah di Kota Kembang sebelum memantapkan langkah menempuh pendidikan kedinasan di Akademi Kepolisian (Akpol). Ia tidak berhenti menimba ilmu di lingkungan Polri maupun lembaga nasional. Sony tercatat telah menyelesaikan berbagai jenjang pendidikan bergengsi, seperti Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan (SESPIM), hingga pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia.

Selama karier profesionalnya, Sony dikenal sebagai sosok yang matang di lapangan. Ia memiliki rekam jejak panjang dalam menangani berbagai perkara pidana, baik umum maupun khusus. Tak hanya itu, ia juga piawai dalam aspek perencanaan serta pengawasan operasional penegakan hukum yang kompleks.

Beberapa jabatan penting yang pernah dijalaninya antara lain:
* 2011: Kapolres Majalengka
* 2011: Kapolres Bandung
* 2012: Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat
* 2016: Kabidkerma Pusiknas Bareskrim Polri
* 2017: Kabaganev Robinopsnal Bareskrim Polri
* 2020: Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh
* 2021: Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh
* 2022: Kabagrenopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri

Tanggung Jawab di BGN

Sejak 2025, Sony Sonjaya dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Bidang Operasional Pemenuhan Gizi. Pada tahun yang sama, ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN.

Di BGN, fokus tugasnya berada pada penguatan aspek operasional dan distribusi dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia juga mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Tim Verifikasi Badan Gizi Nasional, yang mengoordinasikan proses verifikasi dan validasi program secara menyeluruh.

Dalam kapasitas tersebut, ia memastikan tahapan administrasi dan operasional berjalan presisi, transparan, serta sesuai target waktu. Pengawasan lapangan, koordinasi lintas unit, serta sinkronisasi dengan pemangku kepentingan menjadi bagian dari mandat yang dijalankannya untuk menjaga efektivitas distribusi dan akuntabilitas program.

Penghargaan dan Tanda Jasa

Selama berdinas, Sony Sonjaya menerima sejumlah tanda kehormatan atas pengabdian di institusi kepolisian, yaitu:
* Satyalancana Pengabdian 8 Tahun (1996)
* Satyalancana Dwidya Sistha (1996)
* Satyalancana Pengabdian 16 Tahun (2007)
* Satyalancana Pengabdian 24 Tahun (2017)

Share This Article
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *