Lebih dari 3.000 rumah di Iran hancur akibat serangan AS-Israel, 1.230 tewas

Zaiful Aryanto
4 Min Read

Serangan Militer AS dan Israel Terus Berlangsung, Banyak Fasilitas Publik Rusak

Lebih dari 3.000 rumah di Iran dilaporkan rusak akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang masih berlangsung hingga kini. Konflik tersebut juga menyebabkan sedikitnya 1.230 orang tewas. Presiden Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran, Pir Hossein Kolivand, mengatakan serangan tersebut tidak hanya menghancurkan rumah warga, tetapi juga berbagai fasilitas publik dan medis.

Menurut Kolivand, total terdapat 3.643 lokasi sipil yang mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 3.090 merupakan rumah warga. Selain itu, sebanyak 528 pusat komersial dan layanan publik, 14 fasilitas medis atau farmasi, serta sembilan fasilitas Bulan Sabit Merah juga dilaporkan rusak. “Sebagian besar target berada di daerah pemukiman padat penduduk,” kata Kolivand seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (6/3/2026).

Iran Siap Hadapi Perang Jangka Panjang

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, menegaskan bahwa Iran siap menghadapi perang dalam jangka waktu lama. Ia menyatakan Iran telah mempersiapkan berbagai senjata dan teknologi militer baru yang belum pernah digunakan sebelumnya dalam konflik tersebut. “Inisiatif dan senjata baru Iran sedang dalam perjalanan. Teknologi-teknologi ini belum diterapkan secara luas,” ujar Naeini.

Menurutnya, Iran kini lebih siap dibandingkan konflik sebelumnya yang berlangsung selama 12 hari pada tahun lalu antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Naeini juga menyebut konfrontasi militer yang sedang berlangsung sebagai “perang suci dan sah”.

Iran Tutup Pintu Negosiasi

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan Iran tidak lagi membuka peluang negosiasi dengan Amerika Serikat maupun Israel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara doa bersama dan penandatanganan petisi Solidaritas Kemanusiaan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). “Kali ini Iran akan membereskan pihak musuh di lapangan perang,” kata Boroujerdi.

Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil karena Iran sudah tidak percaya terhadap negara-negara Barat. Menurutnya, Iran telah tiga kali melakukan negosiasi, namun serangan tetap terjadi. “Iran sudah tiga kali melakukan negosiasi dan hasilnya Iran tetap diserang,” ujarnya. Boroujerdi juga menegaskan Iran menolak usulan mediasi dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang sebelumnya menyatakan kesiapan Indonesia untuk menjadi penengah perdamaian. “Iran tidak ada negosiasi dalam bentuk apapun dengan kaum musuh karena sudah tidak percaya,” kata dia.

Serangan Dimulai Akhir Februari

Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran dilaporkan dimulai pada Sabtu (28/2/2026). Operasi tersebut memicu ledakan besar di ibu kota Teheran serta meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Serangan itu disebut merupakan hasil perencanaan bersama antara Amerika Serikat dan Israel selama berbulan-bulan.

Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas saat berada di kantornya pada dini hari. Selain Khamenei, sejumlah pejabat tinggi Iran dan anggota keluarganya juga dilaporkan meninggal dunia, di antaranya:

  • Komandan IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour
  • Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani
  • Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh
  • Pejabat intelijen Iran Saleh Asadi
  • Peneliti Iran Hossein Jabal Amelian
  • Peneliti Iran Reza Mozaffari-Nia
  • Penghubung pertahanan senior Mohammed Shirazi

Beberapa anggota keluarga Khamenei, termasuk putri, menantu, dan cucunya, juga dilaporkan turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *