Kematian Lula Lahfah: Kronologi dan Proses Pemeriksaan
Lula Lahfah, seorang influencer yang dikenal aktif di media sosial, ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya di lantai 25 kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026). Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik, mengingat kedekatan Lula dengan para penggemarnya.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Asiah merasa curiga karena Lula tidak merespons dan tidak membuka pintu kamar. Pintu kamar diketahui terkunci dari dalam, sementara Lula tidak keluar dalam waktu lama. Keadaan tersebut membuat Asiah khawatir akan kondisi sang influencer. Akhirnya, ia meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka pintu kamar.
Temuan di Kamar Lula Lahfah
Sekitar pukul 18.00 WIB, pintu kamar akhirnya berhasil dibuka. Saat itulah Lula ditemukan dalam kondisi terlentang di atas kasur, berselimut, serta mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam. Kompol Murodih, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa kondisi korban saat ditemukan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Lula terlihat terlentang dengan mulut terbuka dan berwarna kebiruan. “Cek denyut nadi, detak jantung udah tidak berjalan,” ujar Murodih.
Tindakan Segera Setelah Temuan
Setelah menemukan kondisi Lula, Asiah segera menghubungi asisten pribadi Lula, Cindy Azzahra Putri, yang saat itu berada di luar apartemen. Cindy tiba sekitar 15 menit kemudian dan mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan Asiah pada sore hari. Mendapat kabar bahwa Lula tidak bernapas, Cindy langsung menuju apartemen. Ia sempat meminta Asiah untuk kembali mengecek kondisi Lula dan menyarankan agar korban dibawa ke rumah sakit terdekat, yakni RS Brawijaya. Namun, setibanya di lokasi, Cindy melihat bahwa Lula sudah meninggal dunia.
Sekitar pukul 19.23 WIB, dokter pribadi Lula akhirnya datang ke apartemen untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, dokter menemukan obat-obatan di lokasi kejadian. Hal ini menjadi bagian dari proses pendalaman penyelidikan.
Olah TKP dan Visum di RS Fatmawati
Tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Selatan kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 20.20 WIB untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, petugas kembali menegaskan adanya temuan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 21.20 WIB, jenazah Lula Lahfah dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, untuk dilakukan visum. “Untuk penyebab kematian masih kami selidiki. Kami menunggu hasil visum dari rumah sakit,” ujar Murodih.
Penyembahan Jenazah
Saat ini, jenazah Lula Lahfah telah disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, sementara publik masih menanti kejelasan akhir dari hasil pemeriksaan medis yang akan menjawab teka-teki di balik kepergiannya.