Musisi lintas generasi gelar konser amal bantu pemulihan bencana Sumatera

Rafitman
5 Min Read

Gitaris dan Penyanyi Lintas Generasi Hadir dalam Acara Amal untuk Sumatera

Puluhan gitaris dan penyanyi dari berbagai generasi hadir dalam acara “Gitaris Untuk Negeri, Donasi Pemulihan Sumatera” yang digelar pada 26 Januari 2026. Acara ini menjadi ajang kolaborasi musik sekaligus aksi kemanusiaan yang bertujuan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Acara dimulai dengan sesi soundcheck sejak pagi hari, yang melibatkan puluhan gitaris dan penyanyi papan atas Indonesia. Rangkaian kegiatan ini dilanjutkan dengan konser amal yang disiarkan langsung di KompasTV. Berbagai lagu nasional dan daerah dibawakan dalam format kolaboratif, sebagai simbol solidaritas dan dukungan untuk masyarakat Sumatera.

Soundcheck dimulai pukul 10.00 WIB dengan penampilan lagu Karena Cinta yang dinyanyikan oleh Stanly Bactian, Andre Dinuth, Rama Nidji, dan Kongko, bersama Uap Widya dan Sandy Canester. Sesi kemudian dilanjutkan dengan lagu Tentang Cinta oleh Ridho dan Gugun bersama Ipang Lazuardi, serta Dan yang menampilkan Eross dan Baim.

Memasuki siang hari, penampilan dilanjutkan dengan lagu Tareek Pukat oleh Endah dan Ubiet, sebelum jeda istirahat. Setelah itu, beberapa lagu daerah dan nasional kembali mengisi rangkaian soundcheck, seperti Kampuang Nan Jauh di Mato, Damainya Cinta, dan Bungong Jeumpa. Lagu-lagu ini melibatkan gitaris senior seperti Tohpati, Jubing, Dewa Budjana, hingga Ezra.

Kolaborasi lintas genre juga terlihat dalam penampilan Panggung Sandiwara yang dibawakan Ian Antono bersama Tantri Syalindri dan Arda Hatna, serta Laskar Pelangi yang menghadirkan Rama Nidji dan Nadhif Basalamah. Lagu Bendera akan ditampilkan secara instrumental oleh sejumlah gitaris ternama.

Rangkaian soundcheck ditutup dengan penampilan lagu Ma Jo Ho Inang yang dinyanyikan oleh Eet S, Ezra S, dan Edi Kemput bersama Lea Simanjuntak. Melalui acara ini, para musisi berharap dapat mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan, sekaligus menunjukkan bahwa musik mampu menjadi jembatan solidaritas bagi sesama.

Konser Amal untuk Sumatera

Sejumlah gitaris, musisi, dan penyanyi sedang mempersiapkan “Konser Amal Gitaris untuk Negeri: Donasi untuk Pemulihan Sumatera” di Studio 1 KompasTV di Jakarta, Senin (26/1/2026) malam. Selama acara, digelar juga lelang lukisan karya para seniman di Bentara Budaya Jakarta.

Selama konser dan lelang, donasi akan dikumpulkan dari publik dan hasilnya disumbangkan untuk membantu pemulihan Sumatera pasca banjir dan longsor akhir November 2025 lalu. Ada puluhan gitaris dan penyanyi yang terlibat dalam konser yang akan ditayangkan secara “live” di KompasTV, pukul 20.30-21.30 WIB.

Dari gitaris, antara lain hadir Andre Dinuth, BAIM, Denny Chasmala, Dewa Budjana, Edi Kemput, Endah Widiastuti, Eet Sjahranie, Eross Candra, Ezra Simanjuntak, Gugun Blues Shelter, Ian Antono, Jubing Kristianto, Kin The Fly, Kongko Cadillac, Ramadhista Akbar, Ridho Hafiedz, Stanly Bactian, dan Tohpati. Mereka berkolaborasi dengan para penyanyi seperti Arda Hatna, Dira Sugandi, Ipang Lazuardi, Lea Simanjuntak, Nadhif Basalamah, Nyak Ina Raseuki (Ubiet), Sandy Canester, Tantri Syalindri, dan Uap Widya.

Sambil pentas, para musisi juga mengajak publik untuk memberikan donasi untuk pemulihan Sumatera.

Hasil Donasi untuk Sumatera

Seluruh hasil donasi yang terkumpul sepenuhnya akan disalurkan melalui Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) demi membantu memulihkan Sumatera, terutama untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

“Harapannya dengan konser ini, semoga banyak donatur yang akan menyumbang untuk pemulihan di Sumatera, karena sepertinya dilihat cukup panjang untuk recovery-nya. Semoga usaha kami di sini dapat membantu,” ungkap Dewa Budjana, gitaris senior, di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Semangat serupa diungkapkan oleh Endah Widiastuti, vokalis dan gitaris. Konser ini menunjukkan solidaritas para seniman untuk membantu saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana.

“Saudara-saudara kita di Sumatera belum sepenuhnya pulih, meskipun sudah banyak bantuan datang. Pemulihan itu harus terus menerus digaungkan, agar semuanya menjadi lebih baik,” katanya.

Konser Amal akan disiarkan secara langsung melalui KompasTV serta “live streaming” di kanal YouTube Harian Kompas, KompasTV, Kompas.com, Tribunnews, Kontan, Grid Network, KG Radio Network dan Bentara Budaya.

Share This Article
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *