Korban Tewas Banjir Demak Bertambah, Vlogger Hilang Diterjang Air

Kaila Azzahra
6 Min Read

Korban Tewas Banjir Sungai Tuntang Bertambah

Korban tewas akibat banjir di Sungai Tuntang, Demak, Jawa Tengah semakin bertambah. Sebelumnya seorang bocah berusia 7 tahun ditemukan di Kecamatan Guntur, kini seorang pria dewasa juga menjadi korban di Kecamatan Bonang.

Kapolsek Bonang, AKP Miftahun Nur mengonfirmasi adanya warga yang tenggelam dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Sungai Tuntang yang melintas di Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo. Korban ditemukan pada Sabtu (4/4/2026) pagi oleh tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, relawan, dan Polri.

“Ditemukan di sungai itu, sekitar 500 meter dari keberadaan sepeda motor korban,” ujar Miftah, melalui sambungan telepon, Sabtu sore. Identitas korban diketahui berinisial NHM (30), warga Desa Gebangarum, Kecamatan Bonang. Korban diduga hanyut di Sungai Tuntang yang melintas wilayah Bonang pada Jumat (3/4/2026).

Waktu tersebut bersamaan dengan jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kecamatan Guntur. Miftah mengatakan, berdasarkan informasi warga, yang bersangkutan sering melakukan vlog. “Kejadiannya saat ramai-ramai jebol (di Kecamatan Guntur) itu, informasinya gitu hari Jumat itu sungainya kan agak deras,” tutur Miftah.

“Keterangan dari tetangganya itu vlogger, istilahnya ngevlog-ngevlog itu, terkenalnya di desa seperti itu,” sambungnya. Adapun Kecamatan Bonang, adalah wilayah hilir atau lintasan akhir Sungai Tuntang sebelum ke laut.

Kronologi Penemuan Korban

Miftah menjelaskan, kronologi penemuan korban bermula saat salah seorang warga setempat melihat kendaraan sepeda motor yang terparkir di tanggul Sungai Tuntang, Desa Karangrejo, Jumat sore. Tidak jauh di lokasi juga ditemukan satu sandal jepit. Karena merasa curiga motor tetap di lokasi hingga Jumat malam, saksi akhirnya melaporkan ke perangkat desa setempat hingga Polsek Guntur.

“Kan curiga, ketakutan lapor ke perangkat desa, perangkat ke Polsek,” katanya. Anggota Polsek Guntur lantas mendatangi lokasi dan mencari keberadaan pemilik kendaraan tetapi tidak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya, polisi disaksikan warga membuka jok motor dan menemukan fotokopi kartu KK. “Anggota merapat ke Gebangarum, ternyata benar milik kakaknya, dipinjam adik keponakan,” tuturnya. Usai mengantongi identitas korban, polisi kembali ke lokasi dan berupaya mencari hingga tengah malam namun yang bersangkutan tidak ditemukan.

“Bersama masyarakat pulang, intinya kesepakatan besok pagi warga sama pihak desa meminta bantuan BPBD untuk mencari bersama-sama,” ungkap Miftah. Polsek Bonang mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan Sungai Tuntang untuk menghindari aktivitas di area dekat sungai saat debit air meningkat.

Bocah 7 Tahun Juga Tewas

Sebelumnya, seorang bocah berusia 7 tahun juga tewas terseret banjir bandang Sungai Tuntang, Demak. Kronologi kejadian anak berinisial AR di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terjadi Jumat (3/4/2026). Namun jasad bocah itu baru ditemukan pada Sabtu (4/4/2026).

Komandan Koramil Guntur, Kapten Inf Suyitno, mengonfirmasi adanya anak hanyut terbawa banjir, tepatnya dari Dukuh Solowire, Desa Trimulyo. “Di Dukuh Solowire ada satu orang yang korban, meninggal anak-anak, kejadiannya kemarin,” kata Suyitno, ditemui di Dukuh Solondoko, Sabtu siang. Menurutnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Jenazahnya sudah ditemukan dan insya Allah jam-jam sekarang dimakamkan,” ujarnya. Sebelum kejadian anak tersebut masih bersama orang tuanya di rumah. Namun karena banjir terus meninggi, ayah korban mengecek kondisi luar rumah tanpa disadari anaknya mengikuti dari belakang hingga akhirnya terbawa arus.

“Kemudian saat banjir bapaknya kan keluar, ternyata anaknya mengikuti bapaknya tidak melihat, jadi memang saat itu airnya naik,” ucap Suyitno. Sementara itu, sejumlah warga terpantau mengiringi pemakaman jenazah anak tersebut dalam kondisi banjir menuju pemakaman umum setempat.

Warga Terisolasi Akibat Banjir

Banjir yang melanda Demak semakin memperparah kondisi warga di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur. Tiga pedukuhan dilaporkan terisolasi setelah tanggul Sungai Tuntang jebol pada Jumat (3/4/2026). Hingga Sabtu (4/4/2026) pagi, genangan air masih tinggi dan merendam permukiman warga.

Di Dukuh Solondoko, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan akses utama menuju wilayah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan biasa. Sebagian warga memilih bertahan di rumah atau di jalan kampung yang relatif lebih tinggi.

Sementara itu, akses masuk ke lokasi hanya bisa dijangkau kendaraan dengan ukuran besar. Di tengah kondisi tersebut, aparat TNI bersama warga berupaya membersihkan puing-puing yang terbawa arus banjir guna membuka kembali jalur kampung yang sempat tertutup.

Namun, persoalan utama yang dihadapi warga saat ini adalah minimnya bantuan logistik. Sejumlah warga mengaku belum menerima pasokan bantuan sejak banjir terjadi. “Logistik dari luar belum ada yang masuk, untuk makan, kita makan seadanya,” ujar Zikin, ditemui di lokasi.

Menurut Zikin, terdapat sekitar 40 warga di lingkungannya yang masih bertahan dan sangat membutuhkan bantuan makanan serta kebutuhan dasar lainnya. “Dari balita ya pampers, obat-obatan, tolak angin, makanan sarimi, kalau ada,” kata Zikin. Kondisi serupa juga dirasakan warga lainnya.

Mereka mengandalkan sisa bahan makanan yang masih bisa diselamatkan dari rumah. “Kebutuhan makan sisa stok kemarin, beberapa sisa makanan yang bisa diselamatkan, beras-beras itu, kan masaknya masih ada elpiji,” kata Samsul. Warga memperkirakan persediaan yang ada hanya cukup untuk bertahan dalam waktu terbatas jika bantuan belum juga datang.

“Mungkin bertahannya ya antara dua atau tiga hari paling maksimal,” ujarnya. Selain makanan, kebutuhan mendesak lainnya adalah air bersih dan pakaian, mengingat banyak barang milik warga yang hanyut atau rusak akibat banjir. “Yang dibutuhkan warga air mineral, pakaian habis semua, sama makanan, itu yang paling utama,” tutup Samsul.

Meski demikian, informasi terbaru menyebutkan bantuan makanan berupa nasi bungkus mulai masuk ke wilayah Dukuh Solondoko dan akan segera didistribusikan kepada warga terdampak.


Share This Article
Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *