Mengapa Perut Kiri Sakit Saat Jogging? 5 Penyebab dan Solusinya

Wahyudi
4 Min Read

Manfaat dan Kelebihan Jogging

Jogging merupakan jenis olahraga yang sangat populer karena mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus. Selain itu, aktivitas ini bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Karena sifatnya yang fleksibel, jogging cocok untuk pemula yang ingin menjaga kebugaran tanpa memberikan tekanan berlebihan pada tubuh. Namun, bagi sebagian orang, terutama pemula, saat melakukan jogging sering muncul nyeri pada perut yang menyebabkan ketidaknyamanan.

Penyebab Nyeri Perut Saat Jogging

Nyeri di bagian perut saat berlari dikenal dengan istilah side stitch atau side cramp. Kondisi ini terjadi akibat guncangan pada perut saat berlari atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi tersebut:

  1. Teknik Pernapasan yang Kurang Tepat

    Teknik pernapasan yang salah selama berlari dapat memengaruhi performa secara keseluruhan. Jika kamu hanya mengambil napas pendek dan tidak menerapkan teknik pernapasan yang benar, tubuh akan memberikan sinyal berupa nyeri atau kram pada salah satu sisi perut. Kurangnya pasokan oksigen ke otot-otot di sekitar perut inilah yang membuat perut terasa kram ketika berlari dan akhirnya nyeri.

  2. Dehidrasi atau Kekurangan Cairan

    Penting untuk menjaga jumlah asupan cairan yang diminum ketika berolahraga. Saat berlari, tubuh akan mengalihkan aliran darah dari sistem pencernaan ke otot untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Akibatnya, suplai darah ke saluran pencernaan berkurang dan kondisi ini bisa semakin memburuk jika kamu mengalami dehidrasi. Kekurangan cairan saat berlari dapat memicu side stitch, muntah, bahkan diare setelah berolahraga.

  3. Otot Perut yang Kelelahan

    Kram perut saat berlari sering dialami oleh pelari jarak jauh seperti maraton, atau seseorang yang belum terbiasa jogging dengan intensitas tertentu. Saat berlari, bukan hanya otot kaki dan paha yang bekerja, tetapi otot perut juga berperan penting. Peran otot perut adalah membantu menjaga kestabilan dan postur tubuh ketika jogging atau berlari. Namun, ketika otot-otot ini mulai lelah maka akan timbul rasa sakit hingga kram pada perut.

  4. Gangguan Sistem Pencernaan

    Jika kamu berolahraga terlalu dekat dengan waktu makan, hal ini bisa memicu kram dan rasa tidak nyaman di perut. Ketika tubuh mulai berlari atau beraktivitas intens, aliran darah akan lebih diprioritaskan menuju otot dibandingkan saluran pencernaan. Akibatnya, makanan yang belum dicerna dengan baik dapat menimbulkan kram, mual, atau bahkan muntah. Untuk menghindari risiko ini, disarankan untuk memilih makanan dengan karbohidrat yang mudah dicerna seperti sereal dan oatmeal.

  5. Posisi Perut yang Tertekan

    Tekanan pada area perut juga dapat menyebabkan rasa nyeri saat berlari atau memicu side stitch, karena gerakan lari bisa membuat isi perut terdorong. Organ di dalam perut dapat saling berbenturan, sehingga jaringan ikat di area tersebut tertarik dan menimbulkan rasa sakit. Pada kondisi yang lebih berat, gangguan ini bahkan dapat berkembang menjadi hernia, yaitu ketika organ dalam tubuh menonjol keluar melalui dinding otot atau jaringan penyangganya.

Cara Mengatasi Side Stitch

Meski tidak ada obat khusus yang mengobati kondisi tersebut, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri:

  1. Teknik Pernapasan yang Tepat

    Lakukan tarik napas dalam-dalam beberapa kali sebelum mulai berlari. Ketika sudah berlari, jagalah ritme pernapasan dengan meletakkan tangan di area perut untuk merasakan gerakan naik turunnya perut saat kamu mengatur napas selama berlari.

  2. Perhatikan Waktu Pola Makan

    Hindari berolahraga kurang dari 30 menit setelah makan. Kamu masih boleh mengonsumsi buah potong dan air dalam porsi kecil. Pastikan juga tubuh terhidrasi dengan baik dengan minum sekitar 500 ml air putih dua jam sebelum berlari.

Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, kamu bisa mengurangi risiko nyeri perut saat berlari dan menjaga kenyamanan selama berolahraga.

Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *