Menteri dan Wamen Ekraf Kunjungi Pipilaka, Dukung IP Lokal Berbasis Edukasi Sosial

Ratna Purnama
4 Min Read

Kunjungan Menteri Ekraf ke Pameran Pipilaka Calling



Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya bersama Wakil Menteri Ekraf/Wakil Kepala Badan Ekraf, Irene Umar, mengunjungi pameran Pipilaka Calling yang menampilkan Intellectual Property (IP) lokal. Pameran ini menawarkan pengalaman unik dengan menggabungkan teknologi, seni, dan pesan sosial serta lingkungan.

Pipilaka Calling hadir dengan pesan-pesan penting yang disampaikan melalui karya seni dan teknologi. Pameran ini dirancang untuk semua kalangan, terutama anak-anak, agar bisa belajar sambil bermain.

“Saya sangat kagum mengunjungi Pipilaka Calling sebagai art exhibition IP Pipilaka yang digabungkan dengan teknologi dan pesan-pesan moral untuk lintas generasi. Saya sangat merekomendasikan juga untuk anak-anak Indonesia bisa melihat imersif yang dikombinasikan dengan entertainment, interaktif audio visual, nyanyi bareng, dan cerita-cerita tentang kepedulian lingkungan yang begitu menyenangkan,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky di lokasi pameran yang berada di Lantai 5, Sarinah, Thamrin pada Rabu, 21 Januari 2026.

Pengalaman Interaktif dan Edukatif

Pipilaka Calling menampilkan 5 ruang pamer interaktif dan edukatif dengan penawaran unik yang berbeda dari pameran pada umumnya. Setiap pengunjung diajak masuk ke dunia Pipilaka yang menghadirkan IP karakter dengan peran sebagai storyteller (pencerita) untuk mengajak audiens merefleksikan berbagai isu sosial dan lingkungan yang relevan terhadap publik.

Di Sarinah, ada ruang imersif yang mana teman-teman bisa ikut nari, nyanyi, dan foto bersama dengan IP karakter Pipilaka. Tentu lima wahana di Pipilaka Calling bisa membuat semua having fun. Para pengunjung tinggal naik transportasi publik seperti MRT atau bus TransJakarta untuk mengeksplorasi dunia dari Pipilaka.

Konsep Kreatif dan Menyenangkan

Dengan konsep pendekatan kreatif dan menyenangkan, para pengunjung diajak lebih peduli terhadap lingkungan, menyaksikan immersive concert Pipilaka, mewarnai tokoh-tokoh Pipilaka, hingga mendengar cerita dan berinteraksi langsung di Hutan Pipilaka. Selain itu, pengunjung juga bisa membeli berbagai koleksi merchandise IP Pipilaka seperti jaket, kaos, tote bag, topi, bantal, keychain, dan produk-produk kreatif lain.

“Pipilaka artinya semut yang mengandung filosofi gotong royong. IP ini tak hanya menghibur, tetapi juga ada pesan positif yang bisa dibawa pengunjung seperti merawat lingkungan. Kami memilih Sarinah sebagai ruang imersif yang memang tempat ini menjadi historical building, dekat dengan transportasi publik, dan family friendly,” jelas Wahyadi Liem sebagai founder Pipilaka Foundation.

Filosofi Kebersamaan

Pipilaka Calling menegaskan filosofi nilai kebersamaan sebagai sikap, semangat, dan wujud kepedulian tulus yang membawa manfaat nyata dengan pengembangan IP secara kolaboratif. Sebelumnya, instalasi Pipilaka juga pernah hadir di JNM Bloc Yogyakarta (26 Juni – 28 Agustus 2024) dan Road to: Pipilaka Calling di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (14 Desember 2024 – 2 Februari 2025).

“Kami ingin seluruh masyarakat Indonesia bisa kenal dengan Pipilaka tak hanya sebagai IP yang menghibur, tetapi juga menyampaikan edukasi dari sisi kreativitasnya. Semoga Kementerian Ekraf bisa memberi kami tempat untuk showcase Pipilaka ke berbagai daerah di Indonesia dan dipertemukan juga dengan partner yang punya teknologi baru sehingga bisa dikombinasikan bersama Pipilaka biar makin seru dan makin maju,” harap Eno Sigit sebagai co-founder Pipilaka Foundation.

Dukungan Kementerian Ekraf

Kehadiran Kementerian Ekraf ke Pipilaka Calling menjadi tindak lanjut audiensi tanggal 6 Maret 2025 untuk mendukung pengembangan IP lokal supaya diterima khalayak secara global. Kementerian Ekraf senantiasa mendorong IP-IP lokal untuk hadir dalam ruang-ruang kreatif dengan konsep keterlibatan teknologi digital yang menyajikan pengalaman penuh imajinasi dan inspirasi.

Turut hadir ke Pipilaka Calling yaitu Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekraf Dadam Mahdar, Treasure General Pipilaka Foundation Putri Intan Sari serta Deputy Secretary General Pipilaka Foundation Astrid Intan Sari.

Share This Article
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *