5 fakta mengerikan tentang pembunuhan dua mata elang di Kalibata Jakarta Selatan

Amanda Almeirah
5 Min Read

Fakta-Fakta Terkait Kasus Pengeroyokan Debt Collector di Jakarta Selatan

Kasus pengeroyokan yang menimpa dua mata elang atau debt collector di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, menjadi perhatian masyarakat. Dua korban meninggal dunia setelah dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal. Kejadian ini terjadi di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12/2025), dan memicu kerusuhan yang merusak beberapa warung dan kendaraan di lokasi kejadian.

Awal Mula Kejadian

Awalnya, kedua mata elang tersebut menghentikan seorang pengendara sepeda motor di Jalan Raya Kalibata. Menurut informasi yang diperoleh, pengendara motor tersebut belum membayar kredit, sehingga mata elang berniat mengambil kendaraannya. Tidak lama kemudian, lima orang tak dikenal keluar dari mobil untuk membantu pengemudi motor tersebut.

Korban langsung dikeroyok di tempat kejadian, lalu diseret ke tenda pedagang kaki lima (PKL) di area parkir Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menjelaskan bahwa pengguna mobil tersebut langsung memukul kawan-kawan debt collector tersebut. Sekitar 4-5 orang dari mobil itu ikut serta dalam pengeroyokan.

Menurut polisi, kedua mata elang dikeroyok tanpa senjata apapun. Semua pelaku, termasuk pengendara motor, kabur setelah kedua korban tumbang. “Semua kabur, tidak ada yang tersisa di TKP,” ujar dia.

Situasi Memanas

Kejadian ini memicu situasi memanas, dimana sekelompok orang terlibat bentrok. Salah satu anggota kelompok memecahkan kaca di pos keamanan. Bentrok antar kelompok semakin memburuk, dengan mereka berteriak kepada pengguna jalan untuk menyingkir sambil diduga anggota lain datang bergabung membantu mereka.

Tenda PKL dirusak, kaca kios dipecahkan, hingga sepeda motor dibakar oleh kelompok tersebut. Mereka juga sempat memarahi pengendara yang berhenti untuk mengambil gambar. Polisi menyebut, setidaknya ada enam titik kebakaran malam itu. Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan, pengrusakan ini disebabkan oleh gejolak kemarahan mereka setelah satu temannya tewas.

Mereka datang meminta pertanggung jawaban kepada pihak yang tidak mereka ketahui identitasnya. “Mereka meminta agar yang mengeroyok diserahkan ke polisi, tetapi tidak mendapatkan informasi,” ujar Nicolas.

Kios dan Motor Ikut Dibakar

Sebanyak 9 kios, 6 sepeda motor, dan 1 mobil dibakar oleh massa di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada malam hari. Pembakaran dilakukan setelah terjadinya aksi pengeroyokan terhadap dua debt collector di tempat kejadian perkara (TKP).

Akibat pengeroyokan, satu penagih utang tewas di TKP dan satu lainnya meninggal di RS Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur. Sesudah pengeroyokan tersebut, sejumlah massa yang tak dikenal melakukan aksi balas dendam. Mereka membakar beberapa kios dan kendaraan di TKP.

Sebanyak 49 petugas pemadam kebakaran (damkar) dan 8 unit mobil damkar dikerahkan guna memadamkan api. Anggota TNI dan Polri mengawal ketat pemadaman yang dilakukan hingga Jumat pagi. “Total ada 9 kios, enam motor, dan 1 mobil yang terbakar. Proses pemadaman berlangsung dengan pengawalan TNI dan Polri,” kata Poengky, Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan.

Meninggal Dunia

Satu mata elang atau debt collector yang sempat kritis hingga dilarikan ke rumah sakit usai dikeroyok di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, dinyatakan meninggal dunia. “Sudah meninggal dunia,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, Jumat (12/12/2025).

Dengan demikian, kini sudah ada dua korban terkait kasus pengeroyokan pada Kamis (11/12/2025) sore.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan masih melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan itu. Nicolas menuturkan, kedua matel yang menjadi korban pengeroyokan yakni berinisial MET dan NAT.

“Sampai saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Anggota dari Brimob hingga Polda serta Polres sudah berada di TKP untuk mengamankan TKP,” katanya. “Anggota Reskrim kami masih dalami, dan Polda serta Polsek masih kolaborasi untuk mengungkap pelaku pengeroyokan dan juga kami akan mengungkap pengerusakan yang terjadi di sekitar sini,” sambung dia.

Lilpaly menegaskan, korban bukan meninggal karena tembakan seperti rumor yang beredar. “Tidak ada penembakan. Ini murni pengeroyokan,” tegasnya.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *