Muhammad Suryo, Bos Rokok HS, Minta Maaf dan Janjikan Beasiswa Anak Korban Kecelakaan

Muhammad Muhlis
6 Min Read

Ringkasan Berita

Pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo, mengalami kecelakaan moge di Kulon Progo yang menewaskan istrinya, Anis Syarifah. Dari rumah sakit, Suryo melakukan video call untuk meminta maaf kepada korban pengendara motor, Abdullah. Ia berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta memberi beasiswa untuk anak korban hingga kuliah.

Muhammad Suryo dikenal sebagai founder Surya Group dan pemilik merek rokok HS yang membangun bisnis dari usaha kecil. Peristiwa kecelakaan lalu lintas di wilayah Kulon Progo, Yogyakarta, yang melibatkan pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo, menyisakan duka mendalam. Selain merenggut nyawa sang istri, insiden tersebut juga membuat beberapa orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Di tengah kondisi kesehatannya yang masih kritis, Muhammad Suryo menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada korban kecelakaan melalui panggilan video. Ia juga berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan serta menjamin masa depan anak korban.

Kronologi Kecelakaan



Kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Minggu (1/3/2026) sore di Jalan Wates–Purworejo, tepatnya di kawasan Palihan, Temon, Kulon Progo. Saat itu, Muhammad Suryo mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson bersama istrinya, Anis Syarifah. Kendaraan yang mereka tumpangi diduga menabrak sepeda motor Jupiter MX yang dikendarai oleh seorang ayah dan anak. Akibat insiden tersebut, Anis Syarifah meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Muhammad Suryo mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di Jogja International Hospital. Pengendara motor Jupiter MX, yakni Abdullah dan anaknya Deva, juga mengalami luka dan dirawat di RSUD Wates.

Video Call Permintaan Maaf dari Rumah Sakit

Di tengah perawatan pascaoperasi, Muhammad Suryo tetap berupaya menyampaikan permohonan maaf kepada korban. Ia melakukan panggilan video kepada Abdullah dari ruang perawatan rumah sakit. Momen tersebut kemudian diunggah oleh artis Erick Estrada pada Selasa (3/3/2026). Dalam video tersebut, Suryo dan Abdullah sama-sama masih mengenakan pakaian operasi dan terbaring di tempat tidur rumah sakit. Keduanya saling menyampaikan permintaan maaf. “Saya minta maaf ya Pak kalau ada salah ya,” ucap Suryo. “Sama-sama Pak. Saya juga mohon maaf ya Pak,” jawab Abdullah. “Kalau istriku ada salah, aku mohon maaf ya Pak,” lanjut Suryo meminta maaf atas almarhum istrinya. Pengusaha asal Lampung itu juga mengungkapkan keinginannya menjaga hubungan baik dengan keluarga korban. “Pokoknya saya mulai hari ini kekeluargaan sama jenengan ya,” terang Suryo lagi. “Iya Pak, terima kasih Pak, matur suwun Pak,” jawab Abdullah menyambut baik itikad Suryo. “Saya kehilangan istri atas kejadian ini, sehingga kita menjalin silaturahmi keluarga ya Mas,” jelas Suryo lagi. Percakapan tersebut menunjukkan kedua pihak sepakat menyelesaikan insiden kecelakaan melalui jalur kekeluargaan.

Tanggung Jawab Biaya Pengobatan hingga Jamin Masa Depan Anak Korban

Selain menyampaikan permohonan maaf, pihak Muhammad Suryo juga datang langsung menemui keluarga korban di Wates. Keluarga Suryo menyatakan siap menanggung seluruh biaya pengobatan Abdullah dan anaknya hingga sembuh. Tak hanya itu, pengusaha tersebut juga berkomitmen memberikan jaminan masa depan bagi Deva. Dikutip dari Tribun Jogja, Muhammad Suryo berencana memberikan beasiswa penuh kepada Deva hingga menempuh pendidikan perguruan tinggi. Dalam kesempatan yang sama, keluarga Suryo juga menyerahkan santunan uang tunai serta satu unit sepeda motor baru kepada Abdullah sebagai pengganti kendaraan yang rusak akibat kecelakaan. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab untuk memulihkan kerugian materiil yang dialami korban.

Sosok Muhammad Suryo

Muhammad Suryo dikenal sebagai pengusaha yang membangun bisnisnya dari bawah. Ia merupakan pria kelahiran Lampung Timur. Saat ini, Suryo menjabat sebagai CEO Surya Group Holding Company sekaligus pendiri merek rokok HS. Masa kecil hingga SMA ia habiskan di Lampung, sebelum keluarganya pindah ke Bengkulu. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di UPN Veteran Yogyakarta dengan mengambil jurusan Agribisnis. Perjalanan bisnisnya dimulai dari usaha kecil. Saat masih tinggal di Yogyakarta, ia pernah menjalankan usaha depot air isi ulang. Seiring waktu, Suryo mengembangkan usahanya ke berbagai sektor, mulai dari konstruksi, migas, hingga properti. Puncaknya, ia merintis industri rokok melalui merek HS. Pada 2024, ia mendirikan pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, yang awalnya hanya mempekerjakan sekitar 30 pekerja linting. Namun dalam waktu relatif singkat, perusahaan tersebut berkembang pesat dan mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

Ekspansi Bisnis dan Rencana Serap Ribuan Tenaga Kerja

Di tengah pertumbuhan bisnisnya, Muhammad Suryo juga dikenal aktif melakukan ekspansi industri. Salah satu rencana pengembangan yang tengah disiapkan adalah pembangunan pabrik rokok baru di Lampung Timur. Proyek tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal, sekaligus memperluas jaringan produksi merek HS di berbagai daerah. Kini, di tengah ujian berat akibat kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya, sosok Muhammad Suryo kembali menjadi sorotan publik, bukan hanya karena bisnisnya, tetapi juga karena upaya tanggung jawab dan permintaan maaf yang ia sampaikan kepada korban.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *