Pemasok Logistik KKB Aibon Kogoya Ditangkap Setelah Diamati Lama

Muhammad Muhlis
4 Min Read

Penangkapan Lima Simpatisan KKB di Nabire, Papua Tengah

Aparat keamanan berhasil menangkap lima orang yang diduga merupakan simpatisan sekaligus pemasok logistik dan amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya. Penangkapan ini dilakukan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berdasarkan hasil penyelidikan intelijen serta pengembangan kasus oleh personel Operasi Damai Cartenz.

Kelima orang tersebut diketahui memasok logistik dan amunisi untuk KKB yang beroperasi di wilayah Nabire dan sekitarnya. Mereka ditangkap setelah dilakukan proses penyelidikan intensif oleh aparat keamanan.

  • PW alias PM, salah satu dari kelima tersangka, diketahui telah dua kali bertemu dengan kelompok Aibon Kogoya untuk menyerahkan bahan makanan di dua lokasi yang berbeda.
  • Sehari setelah penangkapan PW dan PNW, aparat menangkap YW (28) dan LW (29) yang sedang dalam perjalanan mengantar makanan untuk KKB pimpinan Aibon Kogoya.
  • Selain itu, D alias LA juga ditangkap karena diduga menjadi pemasok amunisi untuk KKB. D mengaku pernah menjual sekitar 100 butir amunisi kepada seseorang berinisial SP dengan harga sekitar Rp250.000 per butir.

Dari penangkapan tersebut, aparat menyita sejumlah barang bukti seperti beberapa unit telepon genggam, kartu identitas, kartu ATM, kartu BPJS Kesehatan, kartu Jamkesmas, serta berbagai perlengkapan pribadi seperti noken, senter kepala, powerbank, dan baterai.

Pengawasan Jangka Panjang

Menurut informasi yang diberikan oleh Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, kelima orang tersebut telah dipantau aparat sejak lama melalui proses penyelidikan mendalam. Ia menegaskan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan aparat telah melalui prosedur hukum yang jelas.

“Tujuan dari informasi ini adalah untuk meluruskan berbagai berita hoaks yang beredar, seolah-olah aparat mengamankan lima orang di Nabire tanpa dasar administrasi dan surat perintah yang jelas,” ujar Yusuf.

Saat ini, kelima orang tersebut masih menjalani proses pemeriksaan di Polres Nabire. Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka akan memproses penanganan perkara tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, serta kepastian hukum.

Pemulihan Markas KKB di Nabire

Sebelumnya, aparat TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil merebut markas KKB pimpinan Aibon Kogoya pada Minggu (1/3/2026) malam. Kedua belah pihak sempat terlibat kontak tembak, sehingga KKB melarikan diri dan aparat menguasai markas tersebut.

Dalam upaya penindakan tersebut, aparat gabungan mengamankan 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101.

Selain itu, ditemukan 12 unit telepon genggam, lima unit alat komunikasi Handy Talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp79.900.000.

  • Dua dari total telepon genggam yang ditemukan diduga milik korban aksi kekerasan KKB.
  • Satu di antaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat aksi penyerangan tahun lalu.
  • Satu unit lainnya diduga milik seorang karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa waktu lalu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa aparat akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap KKB. Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum resmi.


Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *