Lari liar dan perang sarung mengganggu warga Rejang Lebong Bengkulu saat Ramadan

Hendra Susanto
5 Min Read

Peningkatan Aksi Balap Liar di Kabupaten Rejang Lebong

Beberapa waktu terakhir, aksi balap liar yang dilakukan oleh remaja di sejumlah kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong semakin meningkat. Hal ini menyebabkan kegelisahan bagi warga setempat karena dinilai mengganggu ketenangan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, aktivitas balap liar terjadi di beberapa titik seperti wilayah Kecamatan Bermani Ulu Raya dan Sindang Beliti Ilir. Selain itu, warga juga melaporkan gangguan serupa di kawasan perkotaan. Suara bising dari knalpot brong menjadi salah satu faktor utama yang mengganggu masyarakat, terutama pada malam hari saat mereka sedang beristirahat.

Seorang warga dari Desa Merantau, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, mengungkapkan bahwa ia telah melaporkan kondisi tersebut ke pihak kepolisian. Menurutnya, aktivitas balap liar semakin ramai dan berisiko menimbulkan kecelakaan. Ia menjelaskan bahwa tidak hanya warga sekitar yang datang, tetapi juga dari berbagai desa dan kecamatan lain yang berkumpul setiap sore.

Polsek Kota Padang Amankan Sejumlah Motor

Menindaklanjuti laporan masyarakat, jajaran Polsek Kota Padang dalam beberapa hari terakhir melakukan patroli dan penertiban di sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik balap liar. Kapolsek Kota Padang, M Azhara K, membenarkan bahwa sejak awal bulan puasa pihaknya telah meningkatkan patroli rutin. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah sepeda motor diamankan karena kedapatan melakukan aksi balap liar.

“Kami melakukan patroli dan penertiban sejak awal puasa. Beberapa motor sudah diamankan karena terlibat balap liar,” tegasnya.

Dua Titik Balap Liar di Bermani Ulu

Di wilayah hukum Polsek Bermani Ulu, aksi balap liar juga dilaporkan meningkat. Kapolsek Bermani Ulu, Iptu Ronal Pasaribu, saat dikonfirmasi pada Minggu (22/2/2026), membenarkan adanya peningkatan aktivitas tersebut sejak awal bulan puasa. Ia menyebut terdapat dua titik lokasi balap liar yang biasanya digunakan menjelang waktu berbuka puasa. Aktivitas tersebut dinilai sangat meresahkan warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi.

“Sejak awal puasa ada dua titik lokasi balap liar yang biasanya dilakukan menjelang buka puasa dan sangat meresahkan warga,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya telah melakukan sosialisasi serta berkoordinasi dengan kepala desa setempat agar mengingatkan warganya untuk tidak melakukan maupun menonton balap liar. Selain itu, petugas juga melakukan pembubaran di lokasi. Apabila masih ditemukan pelanggaran, polisi akan menindak tegas dengan mengamankan sepeda motor yang diduga digunakan untuk balap liar serta melakukan pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan di sekitar lokasi.

“Tentu kita tindak tegas jika masih ditemukan, sekarang patroli terus kami tingkatkan,” lanjutnya.

Tawuran dan Perang Sarung di Curup

Di kawasan Perkotaan Curup, beberapa hari terakhir juga marak aksi perkelahian antar kelompok remaja. Baik aksi perang sarung maupun perkelahian lainnya dilaporkan terjadi. Bahkan pada Sabtu (21/2/2026) malam, sempat terjadi aksi perkelahian di kawasan Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang. Perkelahian tersebut direkam oleh salah satu warga dan videonya diunggah di media sosial.

Tak hanya meresahkan, sejumlah atap rumah warga bahkan rusak akibat dilempari batu. “Iya pak, semalam ada tawuran, bahkan ada yang melempari rumah dengan batu,” ucap sumber.

Patroli Ditingkatkan, Warga Diminta Lapor 110

Terkait hal tersebut, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir melalui Kasi Humas AKP M Hasan Basri, menegaskan bahwa kepolisian terus meningkatkan patroli untuk mengantisipasi dan meminimalisasi kegiatan yang merugikan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi penindakan balap liar, dugaan perkelahian antar remaja, serta penggunaan knalpot brong yang tidak sesuai ketentuan.

“Jika ditemukan penggunaan knalpot brong maupun aktivitas yang mengganggu ketertiban, akan langsung ditindak sesuai aturan,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menghubungi layanan kepolisian di nomor 110. Pihaknya memastikan laporan tersebut akan langsung ditindaklanjuti.

“Jika ada gangguan Kamtibmas segera hubungi layanan 110, segera kita tindaklanjuti,” tutupnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan angka balap liar dan menjaga keamanan serta kenyamanan warga, khususnya selama bulan Ramadan.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *