Raihan Muzafar, Mahasiswa UIN yang Bacok Pacar Karena Cinta Ditolak Saat KKN

Rizal Hartanto
3 Min Read

Peristiwa Kekerasan di UIN Suska Riau

Sebuah aksi kekerasan yang sangat mengejutkan terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Seorang mahasiswa bernama Raihan Muzafar (21) nekat membacok teman wanitanya, Farradhila Ayu Pramesti (23), menggunakan parang dan kapak di tengah keramaian kampus pada hari Kamis (26/2/2026) pagi. Peristiwa ini mengguncang seluruh sivitas akademika.

Korban saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, sementara pelaku telah ditangkap oleh pihak keamanan kampus. Raihan kini resmi menjadi tersangka dan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara atas tindakan penganiayaan berat yang direncanakan tersebut.

Identitas Pelaku dan Korban

Identitas korban diketahui adalah Farradhila Ayu Pramesti (23), yang berasal dari Kecamatan Bintan Timur, Kepulauan Riau. Sedangkan pelaku, Raihan Muzafar, merupakan seorang mahasiswa aktif di UIN Suska Riau. Ia terdaftar sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum, dengan status semester VIII. Raihan berasal dari Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Sosok Pelaku yang Tertutup

Sahabat korban, Azzah Daffa, membongkar bahwa Raihan dikenal sebagai pribadi yang introvert. Introvert adalah tipe kepribadian yang cenderung mendapatkan energi dari waktu menyendiri. Selama di kampus, pelaku sering menyendiri dan jarang berkomunikasi dengan kelompoknya.

Awal pertemuan antara pelaku dan korban berawal dari satu kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) beberapa waktu lalu. Korban yang ramah mulai mengajak komunikasi pelaku. Namun, kebaikan korban disalah artikan oleh pelaku. Raihan mengira korban menaruh hati, padahal Farra sudah memiliki pacar.

“Farra juga sudah bilang baik-baik kalau cuma mau temenan saja. Sudah dijelaskan juga, tapi mungkin karena sudah terlanjur baper (bawa perasaan), dia nggak mau tahu,” ujar Azzah.

Pemicu Pembunuhan yang Direncanakan

Setelah masa KKN selesai, pelaku tetap berusaha mendekati korban. Di sisi lain, korban berusaha memberikan pengertian dan menjaga jarak. Pelaku merasa cintanya bertepuk sebelah tangan, sehingga memendam kemarahan. Akhirnya, ia membacok korban saat hendak seminar proposal skripsi.

“Sampai akhirnya Farra menjauh karena merasa terganggu. Nah itu yang jadi pemicu Rehan marah ke Farra,” tambah Azzah.

Rencana Pembunuhan

Raihan Muzafar ternyata merencanakan aksi nekat ingin membunuh korban. Ia pergi ke kampus dengan membawa bekal parang dan kapak dari rumahnya. Dari hasil pemeriksaan pelaku, ia mengakui niat untuk membunuh korban. Motif sementara ini karena cinta ditolak.

Video Detik-detik Kejadian Viral

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, video detik-detik pembacokan viral setelah diunggah sejumlah akun di platform X, seperti @neVerAl0nely___. Pada awal rekaman, terlihat jelas korban sudah terkapar bersimbah darah. Sementara tersangka duduk jongkok di dekatnya. Para mahasiswa lain tidak berani mendekat karena pelaku kala itu membawa senjata tajam.

Beberapa saat kemudian, sejumlah petugas keamanan kampus berhasil membekuk pelaku. Sedangkan korban segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan pertolongan medis. Kondisi korban sekarang sudah berangsur membaik.

Hingga Kamis sore, video sudah ditonton lebih dari 1,4 juta kali. Warganet ikut meramaikan dengan berbagai komentarnya, termasuk mengecam tindakan sadis tersebut.

Share This Article
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *