Pengalaman Berharga 2025 sebagai Kompasianer

Eka Syaputra
6 Min Read

Kilas Balik 2025

Jika ada satu kata yang menggambarkan tahun 2025, maka kata itu adalah “terbaik”. Tahun ini menjadi momen penting dalam perjalanan menulis saya sebagai kompasianer. Perjalanan menulis di platform ini dimulai kembali setahun yang lalu, sejak awalnya saya memutuskan untuk fokus pada tulisan yang lebih bermakna.

Salah satu hal yang membuat saya kembali tertarik menulis adalah adanya Topik Pilihan. Ketika topik tersebut berkaitan dengan apa yang saya ketahui, pahami, dan alami, maka saya bisa menulis dengan lancar dan percaya diri. Sepanjang tahun 2025, banyak hal menarik telah terjadi, dan beberapa cerita pun saya bagikan. Beberapa dari tulisan saya bahkan menjadi Artikel Pilihan dan beberapa lainnya menjadi Artikel Utama.

Artikel Utama pertama yang saya dapatkan seperti suntikan semangat yang membuat saya merasa begitu bersemangat. Ada rasa gembira, kejutan tak terduga, dan membuat saya lebih percaya diri. Dari sana, muncul Artikel Utama berikutnya, hingga akhirnya akun saya mendapatkan label Centang Biru.

Tujuan dari kilas balik ini adalah untuk evaluasi diri, berbagi inspirasi, serta merekam jejak pengalaman dan pencapaian selama tahun 2025.

Statistik Kompasianer 2025

Tahun 2025 ini, saya termasuk dalam kelompok 100 besar kompasianer, dengan peringkat ke-33. Ini benar-benar mengejutkan karena saya menulis sesuai dengan situasi dan suasana hati. Meski begitu, sepanjang tahun ini saya berhasil menghasilkan 121 konten, yang terdiri dari 22 konten Headline dan 58 konten Pilihan.

Konten yang paling disukai oleh pembaca adalah:

  • Mari Wisata Petik Apel ke Kebun 8 di Kota Wisata Batu

    Ini tentang tempat wisata di mana pengunjung bisa memetik apel langsung dari kebun, makan apel sambil menikmati pemandangan alam pegunungan yang sejuk dan asri.

Konten yang paling nge-hits adalah:

  • Batu Culture Festival: Wadah Pelestarian Budaya Kota Wisata Batu

    Ini adalah acara kebudayaan Seni Bantengan yang diselenggarakan setiap tahun di Kota Batu.

Dua konten Halo Lokal tersebut menjadi salah satu berkah saya karena tinggal di kota wisata. Saya bisa menulis tentang berbagai tempat wisata dan acara budaya yang menarik. Meskipun menulis artikel kategori Halo Lokal membutuhkan waktu dan biaya untuk pergi ke lokasi tertentu, hasilnya sangat memuaskan. Jerih payah itu terbayar dengan label Artikel Utama dan keterbacaan tinggi. Saya bersyukur atas semua ini.

Pengalaman yang Tak Terlupakan

Pengalaman yang masih melekat di ingatan adalah ketika di pertengahan Oktober, saya sudah memiliki 15 Artikel Utama. Saat itu, saya menerima notifikasi dari admin bahwa saya layak mendapat penghargaan. Menerima kabar ini membuat saya merasa tertantang, dan mulai mempersiapkan diri untuk menambah 5 AU lagi.

Entah kebetulan atau keberuntungan, saat itu saya mudah menemukan bahan tulisan untuk Topik Pilihan dari tempat tinggal saya di Kota Batu, Jawa Timur. Contohnya:

  • Mari Makan Nasi Empok, Ikon Makanan Tradisional di Kota Batu
  • Biaya Hidup Murah yang Membuat Saya Betah di Kota Batu
  • Belajar Hunting Foto di Kebun Sayur: Mengabadikan Aktivitas Petani Kota Batu

Artikel berikutnya saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi:

  • Cerita Saya, Jadi Cargiver Bipolar itu Harus Super Sabar dan Kuat Mental
  • Cerita Cinta Saya Ibarat Asam dan Garam yang Bersatu Dalam Belanga

Cerita cinta ini menjadi salah satu bagian hidup saya yang berhasil menjadi juara kedua dalam event menulis pada momen Bulan Bahasa KPB. Hadiahnya cukup lumayan, bisa digunakan untuk membeli paket Premium setengah tahun. Barokallah.

Kelima artikel yang saya tulis dalam dua minggu menjadi Artikel Utama. Wah, ternyata kalau ditantang, saya bisa lari kencang. Target akhir Oktober tercapai dengan cepat.

Menjadi Kompasianer Terverifikasi (Centang Biru)

Menjadi Kompasianer Terverifikasi memberi saya kesadaran bahwa ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Saya dituntut untuk menghasilkan konten lebih berkualitas, lebih akurat, dan pastinya lebih bertanggung jawab dengan apa yang saya tulis.

Saya juga harus lebih selektif dalam memilih topik, lebih teliti dalam riset, dan lebih berani dalam menyampaikan pendapat. Konsekuensinya, saya siap menerima kritik dan saran dari pembaca untuk meningkatkan kualitas tulisan. Dan saya siap dengan semua itu, karena saya percaya bahwa saya bisa menjadi penulis yang lebih baik. Insyaallah.

Penutup

Pencapaian saya mungkin tampak kecil di mata orang lain, tapi bagi saya sangat berarti. Inilah tahun terbaik saya sebagai kompasianer. Perjalanan setahun ini sangat berharga, mengajarkan saya bahwa konsistensi dan interaksi dengan pembaca menjadi kunci. Hal ini membawa saya ke peringkat 33 dan akun Terverifikasi.

Kompasianer, mari kita tetap semangat menulis, karena setiap cerita yang kita bagikan bisa jadi inspirasi bagi orang lain. Semangat terus, dan optimis di 2026, tahun depan siapa tahu akan menjadi tahun terbaikmu.

Terima kasih, , telah menjadi rumahku bertumbuh, tempatku berkarya. Semoga tahun depan, jadi lebih baik, lebih produktif dengan lebih banyak berkarya, amin. Wallahu a’lam bisawab.

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *