Realisasi Penjualan Sepeda Motor di Tahun 2025
Pada awal tahun 2026, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) merilis data realisasi penjualan sepeda motor di pasar domestik selama tahun 2025. Angka tersebut mencapai 6.412.769 unit, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Meskipun terdapat pelemahan daya beli masyarakat pada tahun lalu, sepeda motor tetap menjadi alat transportasi yang paling efisien dan efektif. Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan roda dua masih sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala menjelaskan bahwa kondisi pasar sepeda motor domestik yang relatif stabil tidak lepas dari keberhasilan industri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan alat transportasi yang efisien. Pada awal tahun 2025, AISI memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Pada akhir tahun, angka penjualan mencapai 6.412.769 unit.
Rata-rata penjualan per bulan mencapai 535.000 unit, yang menggambarkan tingginya permintaan terhadap sepeda motor. Sigit berharap pertumbuhan ini dapat berlanjut di tahun 2026, sehingga industri sepeda motor dapat terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.
Segmen Pasar Sepeda Motor
Berdasarkan data AISI, segmen skutik masih mendominasi permintaan sepeda motor baru di pasar domestik pada tahun lalu dengan kontribusi sebesar 91,7%. Sementara itu, 4,46% berasal dari motor underbone, 3,51% dari motor sport, dan sepeda motor listrik hanya menyumbang kurang dari 1%.
Sigit juga menyebutkan bahwa dukungan dari industri pembiayaan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasar sepeda motor. Dengan pendanaan yang kuat dan sehat, masyarakat memiliki kesempatan untuk membeli sepeda motor secara kredit. Kontribusi pembelian secara kredit mencapai sekitar 65%, yang menunjukkan bahwa industri pembiayaan menjadi sistem pendukung utama dalam menjaga laju pertumbuhan permintaan pasar.
Pertumbuhan Pasar di Luar Pulau Jawa
Secara geografis, pertumbuhan pemintaan di luar Pulau Jawa cukup signifikan dan mampu menjadi kompensasi terhadap penurunan penjualan di Pulau Jawa. Meski beberapa industri mengalami kesulitan di Pulau Jawa, upaya para pelaku industri untuk menghadirkan produk-produk sepeda motor terbaru berhasil menjaga gairah pasar.
Selain itu, AISI juga menggelar acara pameran sepeda motor tahunan, yaitu Indonesia Motorcycle Show (IMOS), yang diselenggarakan di ICE BSD mulai tanggal 24-28 September 2025. Pameran ini berhasil mencatatkan kenaikan baik dari sisi pengunjung maupun transaksi. Total pengunjung mencapai 103.789 orang, dengan lebih dari 1.500 unit sepeda motor terjual dan nilai transaksi mencapai Rp 70 miliar.
Kinerja Ekspor Sepeda Motor
Selain stabilitas pasar domestik, kinerja industri sepeda motor tanah air juga menunjukkan kenaikan di pasar ekspor. Selama 12 bulan tahun 2025, anggota AISI berhasil mengekspor 544.133 unit sepeda motor dalam kondisi utuh atau CBU (completely knocked down), serta 8.139.894 set unit dalam kondisi terurai atau CKD. Selain itu, ekspor part mencapai 138.455.487 pcs.
Prediksi Pasar Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, AISI melihat potensi pertumbuhan pasar motor domestik meskipun masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Salah satu isu yang dikhawatirkan adalah pemberlakuan opsen sebagai pajak tambahan oleh sejumlah pemerintah daerah di awal tahun. Sigit berharap jika ada kenaikan opsen, maka pemerintah juga memberikan insentif tanpa menaikkan pajak kendaraan agar tidak memengaruhi permintaan konsumen.
Selain itu, kondisi geopolitik global, pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, dan kondisi cuaca juga berpotensi memengaruhi stabilitas daya beli masyarakat. Dukungan dari lembaga pembiayaan yang kuat akan membantu meningkatkan realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik.
Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang mungkin terjadi, AISI memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan tetap stabil pada tahun 2026 dengan target antara 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.