Perjuangan Agam Rinjani dalam Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500
Agam Rinjani, seorang relawan yang terlibat langsung dalam proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menunjukkan dedikasi luar biasa. Dengan peralatan keselamatan yang memadai, ia berjuang melintasi medan terjal gunung tersebut untuk membantu mengevakuasi jenazah korban. Pengalamannya ini diunggah ke media sosial, memberikan gambaran realistis tentang tantangan yang dihadapi tim SAR gabungan.
Medan Berat dan Keterlibatan Agam Rinjani
Perjalanan Agam Rinjani menembus lereng curam Gunung Bulusaraung tidak mudah. Ia terlihat membawa kantong jenazah sambil mengapresiasi usaha tim SAR yang lebih dulu bertugas di lokasi. Dalam unggahan Instagramnya, Agam menjelaskan betapa sulitnya medan yang harus dilalui oleh tim gabungan saat mengevakuasi jenazah korban.
Diberitakan sebelumnya, pesawat milik maskapai Indonesia Air Transport hilang kontak dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Setelah beberapa hari pencarian, akhirnya pesawat ATR 42-500 ditemukan di Gunung Bulusaraung. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan untuk mencari para korban.
Proses Identifikasi Jenazah
Sejauh ini, baru dua jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI, yaitu Deden Maulana dan Florencia Lolita Wibisono. Deden adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sedangkan Florencia merupakan pramugari pesawat ATR 42-500. Pada Kamis (22/1/2026), Agam mulai naik ke Gunung Bulusaraung. Ia dan tim fokus menyusuri lereng di sekitar Pos 9.
Dalam postingannya di Instagram, Agam membagikan kondisi medan terjal yang harus dilaluinya. “Ini lagi rigging ke bawah, teman-teman lagi menarik di atas,” ucap Agam. Tampaknya ia berjuang naik ke atas sambil membawa kantong jenazah. Dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut, Agam tampak dilengkapi perlengkapan keselamatan.
Ia pun tak lupa mengapresiasi tim SAR gabungan yang telah berjuang lebih dulu dalam proses evakuasi. “Baru turun ke bawah langsung sambut paket untuk meneruskan ke atas! Mantap team sar vertical rescue jasamu abadi,” tulis Agam sebagai caption. Netizen pun ramai memberikan komentar di postingan Agam. Banyak yang mendoakan kelancaran proses evakuasi, tak sedikit pula yang mengapresiasi komitmen Agam dalam menolong sesama.
Kehidupan dan Kehadiran Florencia Lolita
Florencia Lolita Wibisono menjadi jenazah kedua yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan di Gunung Bulusaraung. Tubuhnya tersangkut di pohon namun masih dalam keadaan utuh. Setelah menjalani proses identifikasi oleh tim DVI RS Bhayangkara Kota Makassar dan diserahkan ke pihak keluarga, jenazah Florencia diterbangkan ke Jakarta untuk disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara. Rencananya, jenazah Florencia akan dimakamkan di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Florencia Lolita bukan nama baru di dunia penerbangan. Ia sempat bekerja selama 14 tahun sebagai pramugari di maskapai Lion Air. Olen, sapaan akrab Florencia, kemudian hijrah ke maskapai Indonesia Air Transport (IAT) sekitar 3 bulan lalu. Wanita berusia 33 tahun itu ternyata sangat bahagia bekerja di perusahaan baru. Pasalnya, Olen bertemu banyak orang baik.

Hal tersebut ia ungkapkan kepada sang kakak, Tasya. “Dia baru pindah 3 bulan belakangan di Indonesia Air Transport tapi hampir setiap hari dia hubungi saya, dia cerita, gimana dia happy di sana, ketemu banyak orang-orang baik,” ungkap Tasya dikutip dari YouTube KOMPASTV, Jumat (23/1/2026). Tasya meyakini adiknya pergi dalam keadaan bahagia. Oleh sebab itulah ia dan keluarga hanya ingin mengingat Olen sebagai sosok yang baik dan ceria.
