Kisah lengkap pembunuhan bos es krim oleh pedagang balon di Kepahiang, polisi ungkap fakta terbaru

Nurlela Rasyid
4 Min Read

Tragedi yang Mengguncang Kepahiang

Tragedi berdarah terjadi di Kepahiang, Bengkulu, pada Senin (16/3/2026), saat seorang bos es krim bernama Yusep Fernando alias YS (32) dibacok oleh seorang pedagang balon bernama Amin alias AM. Kejadian tersebut terjadi di depan Toko Duta Gallery, Jalan Lintas Kepahiang, Kelurahan Dusun Kepahiang, sekitar pukul 15.30 WIB. Insiden ini mengejutkan masyarakat setempat karena pelaku dan korban diketahui memiliki hubungan dekat.

Profil Korban

Yusep Fernando tinggal di Gang Serma Supardi Hara Rt.007 Rw.002 Kelurahan Pensiunan, Kabupaten Kepahiang, selama sekitar dua tahun bersama istri dan anaknya. Sehari-hari, Yusep menjual es krim dengan stok yang disimpan di rumahnya. Setiap pagi, banyak karyawan atau pembeli datang ke rumahnya untuk mengambil es krim. Selain itu, Yusep dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi dan sering hadir dalam acara lingkungan sekitar.

Tetangga korban, Anton, menyampaikan bahwa Yusep biasa-biasa saja dalam bergaul. Ia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda aneh atau konflik dengan siapa pun. Meski demikian, Anton tidak tahu secara pasti tentang konflik antara Yusep dengan istrinya maupun rekan kerjanya.

Kronologi Pembunuhan

Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda mengungkapkan bahwa motif dari kejadian ini adalah salah paham dan rasa cemburu. Yusep dan Amin sebenarnya saling kenal akrab. Awalnya, terjadi pertikaian antara Yusep dan istrinya. Yusep meminta Amin membantu mencari tahu tentang istri korban. Namun, Amin mengirim pesan melalui aplikasi messenger yang membuat Yusep curiga bahwa Amin sedang berselingkuh dengan istrinya.

Dengan emosi yang memuncak, Yusep langsung mendatangi Amin yang sedang berjualan balon di depan Duta Gallery. Ia berbicara kasar dan mengejar Amin sambil mengatakan “saya bunuh kamu kawan”. Yusep kemudian mengeluarkan senjata tajam yang biasa digunakan untuk memotong pipa balon dagangan. Amin menggunakan senjata tersebut untuk menikam Yusep. Saat itu, Amin tidak berniat membunuh, tetapi tiba-tiba saja melakukan penikaman.

Setelah menikam Yusep, Amin meninggalkan lokasi kejadian dan secara sadar menyerahkan diri ke Polres Kepahiang. Yusep lari masuk ke dalam toko dan terus ditikam hingga jatuh tidak sadarkan diri. Amin terus mengejar korban hingga ke dalam toko, namun akhirnya berhenti setelah Yusep terluka parah.

Kesaksian Warga

Seorang pedagang mainan di lokasi, Yohan, mengatakan bahwa ia tidak tahu pasti penyebab keributan. Namun, ia melihat Amin sempat mendatangi Yusep dan mencoba memukulnya. Saat kejadian, parkiran di sekitar toko sedang ramai oleh pengunjung. Yohan baru menyadari adanya keributan ketika suasana mulai gaduh.

Pemilik toko Duta Gallery, Rozi, mengatakan bahwa kejadian awalnya terjadi di luar toko, namun korban berlari masuk untuk meminta bantuan. Terduga pelaku tetap mengejar korban hingga ke dalam toko. Di dalam toko, korban tergeletak di lantai dalam kondisi berlumuran darah. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut tidak berani mendekat karena pelaku masih memegang senjata tajam.

Korban Meninggal Dunia

Setelah insiden berdarah tersebut, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Sayangnya, beberapa jam setelah menjalani perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia. Direktur RSUD Kepahiang dr. Febi Nursanda menyampaikan bahwa korban mengalami banyak luka tusuk, termasuk luka robek pada bagian perut, dada, bahu, dan tulang rusuk.

Luka-luka tersebut sangat serius, sehingga nyawa korban tidak dapat tertolong. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus penusukan tersebut guna melengkapi berkas penyidikan. Polres Kepahiang juga memastikan proses hukum terhadap tersangka akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.


Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *