Persis Solo Berhasil Keluar dari Zona Degradasi
Persis Solo berhasil melewati zona degradasi dalam Super League Liga 1 hingga pekan ke-27. Tim asal Solo ini sejak putaran pertama berada di posisi bawah klasemen, tetapi kini telah mampu meningkatkan performa setelah diambil alih oleh pelatih Milomir Seslija.
Dalam putaran kedua, Persis Solo mampu meraih tiga kemenangan yang berbeda, jauh lebih baik dibandingkan dengan putaran pertama yang hanya meraih satu kali kemenangan. Perubahan besar terjadi pada strategi dan komposisi pemain yang dipilih oleh Milomir Seslija.
Salah satu langkah penting yang dilakukan oleh Milomir Seslija adalah membuang seluruh pemain asing yang ada di bursa transfer paruh musim. Sebagai gantinya, ia mendatangkan pemain asing baru baik melalui pinjaman maupun free transfer. Salah satu nama yang menonjol adalah Dejan Tumbas, yang didatangkan dari Persebaya Surabaya dengan status bebas transfer.
Dejan Tumbas bergabung dengan Persis Solo dengan tujuan membantu klub tersebut keluar dari zona degradasi. Ia menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk memberikan kontribusi terbaiknya kepada tim. “Saya ingin berkontribusi dengan pengalaman saya, bekerja keras setiap hari, dan memberikan yang terbaik di lapangan,” ujarnya saat itu.
Kontribusi Dejan Tumbas terbukti nyata. Dalam tujuh pertandingan yang ia jalani bersama Persis Solo, tim tidak pernah mengalami kekalahan. Dari tujuh laga tersebut, empat berakhir imbang dan tiga lainnya dimenangkan oleh Laskar Sambernyawa.
Uniknya, posisi Dejan Tumbas di Persis Solo berbeda dengan saat ia bermain untuk Persebaya Surabaya. Ia adalah pemain yang sangat versatile dan mampu bermain di berbagai posisi seperti bek kiri, gelandang bertahan, sayap kiri, gelandang serang, hingga gelandang tengah.
Di Persebaya Surabaya, Dejan Tumbas bermain sebagai bek kiri, yang bukan merupakan posisi favoritnya. Hal ini membuat kontribusinya minim selama berada di bawah asuhan Eduardo Perez. Tim seringkali hanya meraih hasil imbang saat ia bermain.
Hingga akhirnya, kepelatihan berganti menjadi Bernardo Tavares yang memutuskan untuk menyudahi kontrak Dejan Tumbas. Kini, di Persis Solo, Dejan Tumbas bermain sebagai gelandang serang dan gelandang tengah. Ia menjadi motor serangan dan telah mencetak dua gol bersama tim.
Pada pertandingan di pekan ke-27, aksi Dejan Tumbas ikut membobol gawang Semen Padang. Meskipun pertandingan berlangsung tanpa penonton, ia berhasil membantu Persis Solo menghindari kekalahan.
Aksi Dejan Tumbas juga mendapat banyak perhatian di media sosial. Banyak netizen membandingkan performanya di Persebaya Surabaya dan Persis Solo. Beberapa komentar antara lain:
- “Pemain gini kok dijadiin fullback,” tulis akun @jib_33.
- “Shoot shoot e jos mas tumbas, sayangnya di persebaya jadi bek sayap,” kata akun @syaiful Wijayanto.
- “Tumbas ngosek nang Persis, areke wis cetak 2 gol. Nang Persebaya cuma didadikno icon ndas mangap.” (Tumbas gacor di Persis, anaknya sudah cetak 2 gol. Di Peresebaya hanya dijadikan ikon kepala terbuka), kata akun @ardinus.
- “Semenjak di solo mainnya kalem, gak grusa grusu,” tulis akun @harihartana.
- “Ngne kok iso dicul no @officialpersebaya” (Seperti ini kok dilepas Persebaya), tulis akun @ajnanang.