Koperasi Simpan Pinjam CU Noken Mambura Menunjukkan Pertumbuhan yang Signifikan
Pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) XI Tahun Buku 2025, Credit Union (CU) Noken Mambura di Kota Jayapura, Papua, menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Koperasi ini telah membukukan aset sebesar Rp 39,08 miliar, mencapai 103 persen dari target awal sebesar Rp 38,08 miliar. Sementara itu, pendapatan yang diraih mencapai Rp 2,5 miliar atau 115 persen dari target.
Ketua Pengurus CU Noken Mambura, Veronika Valentina Hadjon, menyampaikan bahwa RAT ini merupakan bentuk pertanggungjawaban nyata kepada anggota. Ia juga mengungkapkan bahwa koperasi kini telah mengadopsi teknologi melalui aplikasi SCT, sehingga anggota dapat memantau perkembangan finansial mereka secara langsung lewat ponsel.
Selain itu, CU Noken Mambura berhasil meraih Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 606 juta. Meski demikian, pengurus memberikan catatan pada aspek risiko kredit. Realisasi kredit lalai tercatat berada di angka 11,80 persen, melampaui batas toleransi target yang ditetapkan sebesar 7,60 persen. Hal ini menjadi perhatian utama untuk menjaga stabilitas koperasi di masa depan.
Adapun realisasi Piutang mencapai Rp 18,2 miliar dari target Rp 22,3 miliar atau mencapai 82 persen. Jumlah anggota CU Noken Mambura saat ini mencapai 2.584 anggota, dari target 3.000 anggota.
Apresiasi dari Pemerintah Provinsi Papua
Pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi kinerja pengurus serta pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan CU Noken Mambura. Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi UKM dan Transmigrasi Provinsi Papua, Jimmy Yosaphat Thesia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian ini terbilang bagus dan perkembangannya cepat.
Menurutnya, saat ini sudah ada 995 koperasi dikukuhkan di Papua, termasuk keanggotaan Koperasi Merah Putih. Jimmy berharap CU Noken Mambura dapat menopang stabilisasi perekonomian Provinsi Papua, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Misi Solidaritas dan Kemandirian
Pembina CU Noken Mambura, Uskup Jayapura Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You Pr, menekankan esensi Credit Union bukan sekadar mengumpulkan modal, melainkan manifestasi dari gereja yang mandiri, solider, dan partisipatif. Ia mengingatkan agar modal yang terkumpul benar-benar digunakan untuk usaha produktif, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
“CU ini semakin berkembang. Prater-prater saya tugaskan belajar khusus ke Makassar. Jadi, CU ini bukan kacang-kacang,” ujarnya. Meski begitu, ia mengingatkan semua pihak terkait dalam CU di bawah pembinaan Keuskupan Jayapura itu agar benar-benar memanfaatkan wadah koperasi simpan pinjam secara produktif demi meningkatkan kesejahteraan.
Selain itu, misi koperasi untuk pendidikan dan kesehatan tanpa melihat latar belakang orang yang membutuhkan pertolongan. “Maksud CU ini bukan hanya kumpul uang, tetapi ada misi lain yang harus dicapai melalui moto yang telah kita ucapkan. Sesuai misi mewujudkan gereja yang mandiri, solider dan partisipatif,” tegasnya.
Ia menekankan agar para pengurus dan anggota bertanggung jawab dalam hal hak dan kewajiban, serta saling percaya demi kemajuan CU Noken Mambura. “Usaha itu meningkatkan kesejahteraan para anggota. Perlu dijaga jangan sampai kredit macet bertambah,” pungkasnya.
Yanuarius mengatakan pengurus CU Noken Mambura tidak perlu mengajukan bantuan berupa proposal ke pihak mana pun, sebab wadah tersebut sudah mandiri dan punya legalitas lengkap. “Tidak perlu badan pengurus membuat bantuan, termasuk proposal ke Koperasi Merah Putih. Tidak usah. Kita mampu. Kita hidup dari keringat kita. Kita minum dari sumur kita. Kita belajar mandiri.”
Apresiasi dari Pihak Luar
Sementara itu, Ketua Umum Pusat Koperasi Kredit Jakarta, Pujo Prihartanto, mengakui keabsahan serta kemandirian CU Noken Mambura. “CU Noken Mambura sudah memenuhi persyaratan itu semua, mulai AD/ART. Saya memberi apresiasi kepada para pengurus,” ujarnya.
Hanya, Pujo menganjurkan kepada pihak pengurus CU agar mengantisipasi tantangan global di tengah sulitnya perekonomian dunia akibat kebijakan pemerintah Amerika Serikat. 