Tiga Berita Teratas: Warga Israel Ingin Jadi Warga Negara Portugal, Turis Malaysia Hilang di Sumatra

Hendra Susanto
4 Min Read

Top 3 Dunia

Pada hari kemarin, ribuan warga Israel membanjiri proses pengajuan kewarganegaraan Portugal. Jumlah permohonan untuk menjadi warga negara Portugal mengalami peningkatan signifikan.

Berikut adalah tiga berita utama yang muncul dalam top 3 dunia:

1. Mengapa Warga Israel Ramai-Ramai Ingin Jadi Warga Negara Portugal?

Ribuan warga Israel membentuk antrean panjang pada Sabtu, 30 November 2025 di depan Kedutaan Besar Portugal di Tel Aviv. Mereka ingin mengajukan kewarganegaraan Portugal, menurut laporan dari situs web berita Times of Israel.

Warga Israel berbaris di depan kedutaan sejak pagi untuk mendaftar. Hari janji temu tatap muka khusus kedutaan “kembali ke masa lalu”, yang diselenggarakan untuk mengatasi kemacetan parah dalam sistem pemesanan daring, menarik perhatian besar.

Laporan Times of Israel itu mengatakan mereka yang berdiri dalam antrean yang membentang dari pintu masuk kedutaan hingga area parkir bawah tanah sedang menunggu untuk mengajukan permohonan kewarganegaraan atau memperbarui paspor Portugal mereka.

Portugal, melalui undang-undang yang diadopsi pada tahun 2015, memberikan hak untuk mengajukan kewarganegaraan kepada orang Yahudi Sephardi yang dianiaya selama Inkuisisi pada abad ke-16. Namun karena tingginya jumlah permohonan, pemerintah Portugal mengumumkan pada tahun 2023 bahwa undang-undang tersebut telah mencapai jumlah kuota dan memperkenalkan persyaratan yang lebih ketat.

2. Tiga Turis Lansia Asal Malaysia Hilang Saat Banjir Sumatra

Kementerian Luar Negeri Malaysia melalui Konsulat Jenderal Malaysia di Medan menerima laporan atas dugaan hilangnya tiga wisatawan lanjut usia asal Malaysia saat terjadi bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah di Pulau Sumatra, Indonesia.

“Konsulat Jenderal juga menerima laporan dari masyarakat mengenai tiga wisatawan Malaysia—dua pria dan satu wanita, berusia antara 63 hingga 64 tahun—yang tidak dapat dihubungi sejak 27 November 2025,” tulis keterangan Kemlu Malaysia yang diterima Antara, di Kuala Lumpur, Senin.

Informasi awal menunjukkan bahwa tiga wisatawan Malaysia itu terakhir kali diyakini berada di Aceh atau Sumatra Utara. Konsulat Jenderal Malaysia menyatakan tengah bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk memastikan keberadaan warganya dan memberikan bantuan yang diperlukan.

Laporan itu menambah daftar warga Malaysia yang hilang di wilayah terdampak bencana di Sumatra. Sebelumnya satu warga Malaysia dikabarkan hilang setelah terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat.

Konsulat Jenderal Malaysia mengidentifikasi warganya yang hilang di Sumatra Barat bernama Asrul Nizam bin Apridwson, 30 tahun.

3. Maduro Tolak Berdamai dengan Trump Jika Venezuela Jadi Budak AS

Presiden Venezuela Nicolas Maduro berulang kali menyerukan perdamaian dan menjanjikan “kesetiaan mutlak” kepada rakyatnya. Pernyataan keras Maduro itu terucap di depan ribuan rakyat Venezuela di tengah meningkatnya ketegangan akibat potensi aksi militer oleh Amerika Serikat.

Aksi unjuk rasa pada hari Senin itu terjadi saat Presiden AS Donald Trump bertemu dengan tim keamanan nasionalnya di Gedung Putih. Trump membahas langkah terkait Venezuela, menurut laporan media seperti dilansir dari Al Jazeera.

Maduro, berbicara kepada rakyatnya yang melambaikan bendera Venezuela di luar istana presiden di Caracas. Ia mengatakan negaranya menginginkan perdamaian, tetapi hanya perdamaian dengan kedaulatan, kesetaraan, dan kebebasan. “Kami tidak menginginkan perdamaian budak, atau perdamaian koloni! Koloni, tidak pernah! Budak, tidak pernah!” katanya, Senin, 1 Desember 2025.

Pemerintahan Trump menekan Venezuela dengan menambah kekuatan militer di Karibia. Trump menyebut langkahnya itu sebagai kampanye anti-perdagangan narkoba. Caracas mengatakan tindakan tersebut bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Maduro.

AS telah mengumpulkan 15.000 tentara di kawasan tersebut dan mengerahkan kapal induk terbesar di dunia di sana. AS juga menunjuk Cartel de los Soles, yang digambarkannya sebagai kartel perdagangan narkoba yang dipimpin oleh Maduro, sebagai organisasi teroris.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *