Perbandingan Karier Politik F Bagus Panuntun dan Bupati Maidi
Setelah kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyeret nama Wali Kota Madiun, Maidi, perhatian publik pun beralih ke Wakil Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun. Rekam jejak politiknya kini menjadi sorotan, terutama setelah dibandingkan dengan karier Maidi yang lebih mapan di dunia pemerintahan.
Latar Belakang dan Pengalaman Politik F Bagus Panuntun
F Bagus Panuntun adalah seorang pengusaha muda yang juga aktif dalam dunia politik. Sebelum menjabat sebagai Wakil Wali Kota Madiun, ia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun periode 2019-2024 dan terpilih kembali dalam pemilu legislatif 2024. Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Madiun dan Ketua PERBASI Kota Madiun selama masa jabatan 2024-2029.
Di dunia usaha, Panuntun dikenal aktif dalam bidang event organizer dan advertising, serta pernah menjadi penyiar radio swasta di Kota Madiun. Ia percaya bahwa anak muda memiliki peran penting dalam politik. “Anak muda jangan hanya menjadi penonton dalam dunia perpolitikan. Ini berkaitan dengan pengabdian. Saya harus ambil kesempatan ini. Dan tentunya pemuda dapat mengangkat Kota Madiun menjadi daerah yang lebih maju lagi,” ujarnya.
Menurut laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK pada 31 Desember 2023, F Bagus Panuntun memiliki kekayaan sebesar Rp 4.776.501.654.
Profil Bupati Maidi
Sebelum terjun ke dunia politik, Maidi adalah seorang guru geografi di SMAN 1 Kota Madiun sejak tahun 1989 hingga awal 2000-an. Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Madiun dan melanjutkan kariernya sebagai Kepala Tata Usaha Dinas Pendidikan, lalu menjadi Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.
Pada tahun 2005, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah dan setahun kemudian kembali menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Berkat prestasinya, ia dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Madiun pada tahun 2009.
Maidi memulai kariernya dalam politik dengan mencalonkan diri pada pilkada 2018, di mana ia berhasil menang bersama Inda Raya. Lima tahun kemudian, ia kembali maju sebagai calon wali kota Madiun dalam pilkada serentak 2024, kali ini berpasangan dengan pengusaha muda F Bagus Panuntun.
Menurut LHKPN KPK pada awal September 2024, Maidi memiliki kekayaan sebesar Rp 18.414.126.698.
Kronologi OTT KPK di Kota Madiun
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa lembaga antirasuah tersebut melakukan operasi senyap sejak Senin pagi. Dalam operasi tersebut, sebanyak 15 orang diamankan untuk dimintai keterangan awal. Dari jumlah tersebut, 9 orang dibawa ke markas besar KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Salah satu tokoh sentral yang ikut dibawa adalah Wali Kota Madiun, Maidi. Selain itu, tim KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah, yang diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun.

Kondisi Balai Kota Madiun Setelah OTT
Setelah kabar OTT KPK menyebar, aktivitas di Balai Kota Madiun tampak lengang. Agenda rutin apel pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Madiun yang dijadwalkan pada pagi hari tidak terlaksana karena kehadiran Wali Kota Maidi yang absen.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkot Madiun mengenai langkah hukum yang akan diambil terkait penangkapan Maidi.