Tukang Bakso Dipalak di Tanah Abang, Pramono: Jakarta 11 Juta Jiwa Tak Bisa Tenang

Amanda Almeirah
3 Min Read

Jakarta, Kota Teraman dengan Masalah Sosial yang Kompleks

Jakarta, kota terbesar di Indonesia, baru-baru ini dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara. Namun, meskipun memiliki reputasi tersebut, aksi premanisme dan pemalakan masih sering terjadi di berbagai wilayah Ibu Kota. Salah satu kasus yang menarik perhatian adalah aksi pemalakan terhadap seorang pedagang bakso di Tanah Abang, yang viral di media sosial.

Aksi Pemalakan yang Viral

Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan aksi pemalakan oleh sekelompok orang terhadap pedagang bakso di Tanah Abang menyebar secara luas. Dalam video tersebut, para pelaku mengancam dan merusak mangkuk milik pedagang. Kejadian ini memicu reaksi cepat dari pihak berwenang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Jakarta diakui sebagai kota teraman di dunia oleh lembaga internasional. “Jadi Jakarta ini yang menempatkan kota nomor dua itu bukan Gubernur. Tetapi hasil survei dunia. Maka dengan demikian memang selama ini Jakarta selalu biasanya rangkainya antara 5, 6, 7. Sekarang nomor dua,” ujar Pramono.

Tindakan Cepat dari Petugas

Menanggapi kasus pemalakan tersebut, Pramono langsung berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengambil tindakan. “Pedagang bakso yang dipalak. Dan saya pada saat itu juga langsung menelpon ke kepala dinas satpol pp untuk mengambil tindakan. Dan apa yang memalak yang memecahkan mangkok langsung ditangkap,” ucapnya.

Pemeriksaan terhadap pelaku menunjukkan bahwa mereka langsung ditahan setelah melakukan tindakan tersebut. “Dan ditahan (pelakunya). Itu menunjukkan bahwa kita bereaksi cepat terhadap hal itu,” tambah Pramono.

Jakarta dengan Penduduk yang Banyak

Menurut Pramono, Jakarta dengan 11 juta penduduk dan mobilitas warga yang tinggi memiliki tantangan sosial yang kompleks. “Kota dengan penduduk 11 juta lebih, Kalau dengan aglomerasinya hampir 42 juta. Menurut PBB, tentunya gak mungkin semuanya adem-ayem gak ada apa-apa. Jadi itulah yang ditindak dengan tegas,” ujarnya.

Penangkapan Pelaku Pemalakan

Setelah video tersebut viral, polisi langsung bertindak. Preman kampung yang memalak pedagang bakso di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, langsung ditangkap. Dalam video yang viral, preman kampung itu menghancurkan mangkok-mangkok bakso karena pedagang tidak mampu membayar Rp 100 ribu sebagai uang keamanan bulanan.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Taman Kebon Sirih, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo menjelaskan bahwa berdasarkan video viral, pihaknya melakukan penelusuran hingga menangkap tiga pelaku.

“Setelah piket reskrim mengambil keterangan korban dan melakukan koordinasi dengan pak RW, kami membawa tiga pelaku yakni TDT (26), DA (36) dan OP (36),” kata dia.

Ancaman dan Senjata Tajam

Dijelaskan kapolsek, peristiwa terjadi saat para pelaku mendatangi korban yang sedang berjualan bubur. Saat itu, pelaku meminta Rp 300 ribu sambil mengancam akan menusuk. Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan senjata tajam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata ketiga pelaku positif narkoba. “Hasil cek urine hasil ketiganya positif metamphetamine,” kata Dhimas.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *