WFA Pasca Lebaran 2026, Eri Cahyadi Jamin Pelayanan Pemkot Surabaya 100 Persen

Hartono Hamid
4 Min Read

Pemkot Surabaya Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan 100 Persen Pasca Libur Lebaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memastikan bahwa seluruh pelayanan publik tetap berjalan dengan normal pada hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran 2026. Hal ini dilakukan guna memastikan kebutuhan masyarakat tidak terganggu meskipun sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjalankan Work From Anywhere (WFA).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh berhenti karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karenanya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memastikan layanan tetap berjalan normal sejak hari pertama kerja setelah libur panjang Idul Fitri.

“Seluruh layanan untuk hari pertama masuk kantor ini sudah 100 persen. Jadi 100 persen karena pelayanan publik tidak boleh berhenti,” ujar Eri Cahyadi ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Kebijakan WFA dan Dampaknya pada Pelayanan

Pemerintah pusat menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN selama periode libur Lebaran 2026, yang diatur melalui Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 2 Tahun 2026. WFA berlaku pada 16-17 Maret 2026 (sebelum Nyepi) dan 25-27 Maret 2026 (setelah Lebaran) untuk mengurai kepadatan arus mudik dan balik, bukan sebagai libur tambahan.

Meski ada pegawai yang masih bekerja dari luar kantor atau menjalankan WFA, pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa. Menurut Eri, sistem kerja WFA di Pemkot Surabaya sudah lama diterapkan. Pegawai tetap bekerja melayani masyarakat dari wilayah masing-masing, termasuk dari Balai RW.

Ia mencontohkan pelayanan publik seperti puskesmas, kelurahan, kecamatan hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dipastikan tetap beroperasi dan melayani masyarakat tanpa gangguan. Menurutnya, sistem kerja fleksibel tersebut justru membuat pelayanan lebih dekat dengan masyarakat karena pegawai bisa langsung bekerja di lingkungan warga.

Evaluasi Kinerja ASN Selama Libur Lebaran

Selain memastikan pelayanan publik berjalan normal, Eri juga melakukan evaluasi terhadap kinerja ASN selama masa libur Lebaran 2026. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan kendaraan dinas selama libur Idul Fitri.

Eri memastikan tidak ada kendaraan dinas milik Pemkot Surabaya yang digunakan untuk kepentingan pribadi ke luar kota selama libur Lebaran. “Alhamdulillah kendaraan di pemerintah kota tidak ada yang keluar karena sudah masuk di kandang semua,” katanya.

Namun, pihaknya mengungkapkan ada sejumlah kendaraan yang tetap disiagakan, terutama kendaraan operasional di Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan beberapa dinas teknis lainnya. “Tapi memang tetap ada yang bergerak operasional selama liburan karena bergeraknya di dalam Kota Surabaya untuk menjaga keamanan dan patroli. Itu tetap bisa menggunakan mobil dinas,” ujar mantan ASN Pemkot Surabaya ini.

Secara umum, ia menilai pengelolaan dan kedisiplinan ASN selama libur Lebaran tahun ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Alhamdulillah berjalan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” kata Wali Kota Surabaya dua periode tersebut.

Program Kampung Pancasila Pasca Lebaran

Pasca Lebaran, Pemkot Surabaya juga telah menyiapkan program prioritas, yakni penguatan program Kampung Pancasila. Program ini bertujuan meneruskan semangat Ramadan dan memperkuat silaturahmi di bulan Syawal melalui kegiatan di tingkat kampung dan RW.

Program Kampung Pancasila sebelumnya sudah memiliki percontohan di Kecamatan Genteng dan Kecamatan Wonokromo. Pemkot Surabaya menargetkan dalam satu hingga dua minggu setelah Lebaran seluruh RW sudah mulai menjalankan program tersebut.

“Targetnya, pada awal April 2026 program Kampung Pancasila diharapkan sudah berjalan secara menyeluruh di Kota Surabaya,” tegas mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.


Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *