1.108 rumah terendam, jalan lumpuh akibat banjir di Belitang II OKU Timur

Nurlela Rasyid
6 Min Read

Banjir di Kecamatan Belitang II: Dampak Luas dan Upaya Penanganan

Banjir yang melanda Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, masih menyisakan kecemasan bagi warga setempat. Meski air di beberapa desa mulai berangsur surut, genangan masih bertahan di sejumlah wilayah dan memutus akses transportasi utama, termasuk jalan lintas provinsi menuju tol. Sebanyak 1.108 rumah di sembilan desa tercatat terdampak luapan Sungai Belitang, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Air yang belum sepenuhnya surut membuat aktivitas warga lumpuh. Di sejumlah desa, genangan masih bertahan, bahkan di beberapa titik debit air dilaporkan kembali meningkat. Sungai yang tak lagi mampu menampung luapan air akhirnya meluber ke permukiman warga dan area persawahan, meninggalkan ribuan rumah terendam. Kondisi ini memperpanjang kecemasan warga yang rumahnya terendam dan memaksa mereka bertahan dalam keterbatasan.

Akses Jalan Terputus

Beberapa akses jalan utama terputus, termasuk jalan lintas provinsi, sehingga mobilitas warga dan distribusi logistik terganggu. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi jalan lintas provinsi di Desa Batu Mas, Kecamatan Belitang II, masih terendam banjir. Genangan air membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan, khususnya truk bermuatan berat.

“Dapat kami laporkan, untuk zona lintas menuju tol terputus dan masih tidak bisa dilalui truk,” ujar suara perekam video tersebut. Kondisi banjir di Belitang II pun tidak merata. Di beberapa desa, air mulai menunjukkan tanda-tanda surut, sementara di desa lainnya justru mengalami peningkatan debit air.

Video lain yang beredar memperlihatkan situasi di Desa Taraman Jaya yang mulai surut, namun berbeda dengan Desa Kelirejo yang justru kian terendam. “Untuk Desa Taraman Jaya air sedikit menurun, tetapi di Desa Kelirejo debit air mulai meningkat. Sehingga jalan di Kampung 1 dan Kampung 2 lumpuh total dan tidak bisa dilalui,” ujar seorang pria berbaju kuning dalam video tersebut.

Luapan Sungai Belitang Jadi Penyebab Utama

Camat Belitang II, M. Suyandi, SE, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak langsung dari luapan Sungai Belitang akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga melampaui kapasitas tampungan.

“Curah hujan yang tinggi beberapa hari kemarin membuat Sungai Belitang meluap. Air keluar dari badan sungai dan menggenangi permukiman warga serta area persawahan,” ujar Suyandi, Sabtu (10/1/2026). Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa banjir yang melanda wilayahnya berdampak luas terhadap permukiman warga. Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, sedikitnya 1.108 rumah di sembilan desa terdampak genangan akibat luapan Sungai Belitang.

Secara rinci, Suyandi menjelaskan bahwa Desa Bangun Rejo menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak paling banyak, mencapai 287 rumah, disusul Desa Kelirejo sebanyak 270 rumah, serta Desa Batu Mas dengan 226 rumah. Sementara itu, Desa Ramanjaya tercatat 241 rumah warga terdampak banjir. Adapun desa lainnya yang juga mengalami dampak, meski dengan jumlah lebih sedikit, yakni Desa Kemuning Jaya sebanyak 39 rumah, Desa Tegal Besar 25 rumah, Desa Tanjung Kemuning 8 rumah, Desa Sumber Makmur 7 rumah, serta Desa Sumber Harapan 5 rumah.

“Total sementara rumah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Belitang II mencapai 1.108 rumah yang tersebar di sembilan desa,” ujar M. Suyandi. Ia menambahkan, pendataan masih terus dilakukan seiring dengan kondisi air yang di beberapa titik belum sepenuhnya surut.

BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU Timur, Ir. Bambang Irawan, S.T., M.M., M.T., memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa akibat bencana banjir tersebut. “Banjir dipicu oleh hujan deras yang turun sejak malam hari. Dari hasil pemantauan di lapangan, kami pastikan tidak ada korban jiwa,” ujar Bambang. Namun demikian, ia mengakui genangan air masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama di daerah bantaran sungai.

Di Kecamatan Belitang II, Desa Batu Mas masih tergenang air akibat luapan Sungai Belitang. Sementara di Kecamatan Semendawai Suku III, Desa Margodadi dan Desa Margorejo juga mengalami kondisi serupa. “Di beberapa titik, terutama di bantaran saluran pembuang dan Sungai Macak, air masih menggenang dan belum sepenuhnya surut,” jelasnya.

Dapur Umum dan Pos Kesehatan Didirikan

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten OKU Timur telah mendirikan posko kesehatan, dapur umum, serta tenda logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir. Mobil rantis dan perahu karet juga dikerahkan untuk membantu mobilitas warga dan proses evakuasi di lokasi-lokasi yang akses jalannya masih terputus akibat genangan air.

“Selain penanganan di lapangan, saat ini kami juga masih melakukan pengemasan bantuan logistik untuk segera disalurkan kepada masyarakat terdampak,” pungkas Bambang. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi banjir sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan susulan masih dapat terjadi dan memperlambat proses surutnya air.


Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *