Pertemuan Rahasia Antara Advokat Eggi Sudjana dan Presiden Joko Widodo
Advokat senior sekaligus aktivis, Eggi Sudjana, mengungkap detail pertemuan rahasia yang dilakukannya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Solo, Jawa Tengah, pada 8 Januari 2026. Pertemuan ini berlangsung setelah ia menetapkan dua syarat tegas sebelum bertemu.
Ajukan Dua Syarat Tegas Sebelum Bertemu
Eggi menjelaskan bahwa ia tidak ingin ada permintaan maaf dalam pertemuan tersebut dan tidak boleh ada publikasi tentang pertemuan itu. Ia menyatakan, “Saya buat syarat: pertama, saya mau datang tapi saya tidak meminta maaf. Itu saya sampaikan sejak awal. Kedua, tidak boleh ada publikasi. Ini hak saya.”
Namun, informasi tentang pertemuan tersebut bocor ke publik hanya beberapa jam setelah diskusi berakhir. Hal ini membuat Eggi merasa komitmen yang disepakati dilanggar. Akibatnya, ia langsung meninggalkan Solo malam itu juga menggunakan mobil sewaan dan menolak fasilitas pesawat yang disediakan.
Nasihat Personal dari Eggi kepada Jokowi
Selama dua jam berdialog, Eggi memberikan nasihat personal yang menyentuh kepada Jokowi. Ia menyebut kondisi kesehatan keduanya yang sedang tidak fit. “Mas Jokowi, kita ini sama-sama sakit. Bapak autoimun, saya sakit kanker usus. Kita harus tahu diri dan tahu batas. Sebentar lagi Bapak meninggal atau saya yang meninggal,” ujar Eggi menirukan ucapannya saat itu.
Jokowi merespons dengan sikap yang sangat santun. “Enggih, lalu saya harus bagaimana?” kata Eggi menirukan ucapan Jokowi. Ia menyatakan bahwa pernyataan Jokowi tersebut membuatnya terharu.
Tuntut Hak Imunitas Advokat dan Penerbitan SP3
Eggi juga meminta kepastian hukum atas status tersangkanya. Ia berargumen bahwa sebagai advokat, dirinya dilindungi oleh UU No. 18 Tahun 2003 Pasal 16 mengenai imunitas advokat saat menjalankan tugas. Setelah mendengar keluhan tersebut, Jokowi dikabarkan langsung menginstruksikan ajudannya untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Tak lama kemudian, SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) untuk Eggi Sudjana pun diterbitkan.
Konflik Internal di TPUA dan Tuduhan Pengkhianat
Pertemuan ini rupanya memicu keretakan di internal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Eggi kini berseteru dengan rekan sejawatnya seperti Khozinudin dan Roy Suryo yang menuduhnya telah “dibeli” hingga miliaran rupiah. “Saya tidak mengkhianati siapa pun. Saya ke Solo itu misi pribadi untuk mengurus hak hukum saya yang terinjak-injak.” Ia juga menyatakan bahwa sejak menjadi tersangka, tidak ada satu pun dari mereka yang membela dirinya.
Terkait tudingan tersebut, Eggi telah melaporkan Khozinudin ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik. “Kalau bilang dibeli, mana transaksi dan buktinya? Itu fitnah,” tegas Eggi.
Pertemuan Dihadiri Polisi
Kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netti, mengakui adanya polisi aktif dalam pertemuan kliennya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo. Elida menyebut kedatangan polisi aktif itu atas permintaannya. Menurutnya, pertemuan antara Eggi Sudjana dengan Jokowi sudah direncanakan selama satu bulan dan dimatangkan 4-5 hari sebelum acara.
Elida mengaku dia dan anak Eggi yang juga pengacara, Hisbullah, sebagai inisiatornya. “Setelah kita melihat peristiwa ini berkepanjangan. Terus tidak ada henti-hentinya. Bahkan ada dari beberapa pihak yang benar-benar melakukan gestur yang tidak baik sebagai tokoh bangsa. Selalu tampil di TV-TV ribut ribut ribut,” ungkap Elida.
Sebelum berinisiatif menemui Jokowi, Elida lebih dulu mengajukan gelar perkara khusus yang akhirnya disetujui penyidik Polda Metro dan digelar pada 16 Desember 2025. Usai gelar perkara khusus itu, Elida mengajukan permohonan agar status Eggi Sudjana sebagai tersangka ditarik alias dibatalkan.
Elida lalu mengajukan permohonan untuk menemui Jokowi di Solo. “Jadi begitu kita lihat ini Bang Egi sakit, berdasarkan rasa kemanusiaan. Saya bilang, ‘Saya mau deh ke Solo. Gimana caranya?’,” ungkap Elida.
Setelah itu, Elida menghubungi penyidik bernama Rosadi agar ada pendampingan dari polisi. Elida membantah pendampingan polisi ini untuk keperluan restorative justice. “Hanya mendampingi pertemuan,” katanya.
Setelah itu, Elida berangkat ke kediaman Jokowi di Solo. Sebelum bertemu Jokowi, Eggi meminta harus steril. Bahkan, saat itu Eggi mengancam akan balik atau ribut jika lokasi tidak disterilkan. “Nah, saya kan dag dig dug. Saya enggak putus istigfar, enggak putus zikir karena saya takut ini akan berbuat berdampak luar biasa. Karena Bang Egi orangnya enggak bisa diatur atau enggak bisa ini gitu,” katanya.
Sebelum Eggi masuk menemui Jokowi, Elida yang lebih dulu masuk, diikuti Damai Hari Lubis. “Begitu Bang Egi masuk langsung dipeluk sama Pak Jokowi. Terus langsung Pak Jokowi bilang ingat ya Bang Eggi ini dulu sudah top. Waktu dulu 2006 saya minta tolong sama Bang Edi buat LBH di Solo,” ungkap Elida.
Soal keberadaan relawan Jokowi, Elida mengaku tidak tahu dan sempat membuat pihaknya kaget. Setelah pulang dari Solo itu lah pihaknya baru mengajukan permohonan Restirative Juatice. Dan, kemarin Eggi Sudjana secara resmi mendapat surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dari penyidik Polda Metro.
Elida menyebut kata maaf tidak lah penting untuk kasus ini. “Eh menurut saya kata maaf dengan berjabat tangan atau mengucapkan itu tidaklah penting. Yang penting mereka berdamai, ikhlas kedua belah pihak, gesturnya cuman luar biasa. Mereka ee apa understanding atau apa selama ini mereka akan menjalinkan silaturahmi,” katanya.
Elida lalu menunjukkan SP3 atas nama Eggi Sudjana serta surat permohonan yang ditandatangani Jokowi.