Ditangkap Istri Sah, Nasib Pegawai BUMN Terbongkar saat Ngamar dengan ASN Guru SD, Curiga Transfer Uang

Amanda Almeirah
6 Min Read

Pria BUMN Digerebek Istri Saat Ngamar Bersama ASN Guru SD

Seorang pria berinisial LF (35) yang bekerja sebagai pegawai BUMN digerebek oleh istri sahnya, DR (34), saat sedang berduaan dengan wanita lain di kamar hotel di Tuban. Wanita tersebut adalah perempuan berinisial A (35), yang diduga merupakan seorang ASN guru SD asal Tulungagung. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (21/2/2026).

DR mengaku sudah curiga terhadap suaminya sejak Juli 2025 lalu. Ia menemukan adanya transaksi transfer uang dari rekening suaminya kepada perempuan lain. Selain itu, ia juga mencurigai karena sang suami sering pergi tanpa kabar.

“Awalnya curiga karena ada transfer ke nama yang bersangkutan. Sejak bulan Juli, ia juga sering pergi tanpa kabar,” ujar DR.

Selain itu, DR juga sempat memeriksa percakapan di ponsel suaminya dan menemukan chat antara suaminya dengan wanita lain. Ia pun memutuskan untuk mengintai suaminya hingga akhirnya berhasil membongkar keberadaannya bersama perempuan tersebut di kamar hotel.

“Saya akhirnya berhasil menemukan mereka di kamar hotel, dan sudah check-in selama 4 hari,” katanya.

Setelah mengetahui hal tersebut, DR melapor ke layanan 110 untuk melakukan penggerebekan. Namun, saat hendak melakukan penggerebekan, pihak hotel awalnya menolak memberikan akses untuk membuka kamar. Meskipun DR menjelaskan situasi dan menunjukkan buku nikah sebagai bukti hubungan suami istri, pihak hotel tetap menolak karena alasan privasi tamu.

Petugas dari Polsek Tuban Kota yang mendapatkan laporan sempat ditolak oleh pihak hotel. Setelah beberapa waktu, datang petugas dari Unit PPA Satreskrim Polres Tuban. Setelah dilakukan komunikasi antara kedua belah pihak, akhirnya pihak hotel mengizinkan.

“Dari jam 09.00 WIB pagi sempat tidak diizinkan, sampai akhirnya sekitar jam 14.00 WIB siang baru bisa dilakukan penggerebekan,” ungkap DR.

Ia berharap kasus tersebut bisa diproses agar menjadi pembelajaran dan tidak terulang kembali. Sementara itu, kasus ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit PPA Satreskrim Polres Tuban.

“Nanti akan diinformasikan lebih lanjut,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Tuban, Ipda Febri Bachtiar Irawan.

Orang yang Pernah Berselingkuh Cenderung Mengulangi?

Pernah dengar pepatah yang mengatakan sekali selingkuh, akan tetap berselingkuh? Istilah ini telah populer dalam budaya pop. Namun, apakah pepatah ini benar adanya? Apakah seseorang yang pernah terlibat dalam perselingkuhan secara otomatis akan mengulang perilaku tersebut?

Situasi di mana kita menemukan pasangan kita berselingkuh adalah momen yang sangat sulit dihadapi. Bahkan, ini bisa mengubah seluruh dinamika hidup kita. Perselingkuhan dalam hubungan dapat menggoyahkan keyakinan kita dan menjadi salah satu peristiwa paling mengganggu dan membingungkan dalam hidup kita.

Namun, kenyataannya orang yang pernah terlibat dalam perselingkuhan memiliki kemungkinan lebih rendah untuk mengulangi tindakan serupa, terutama jika kejadian tersebut sudah lama terjadi dan telah banyak perubahan yang terjadi sejak saat itu.

Terdapat perbedaan antara perselingkuhan yang dilakukan secara impulsif, atau dalam keadaan emosional yang berlangsung dalam durasi yang panjang dan dilakukan dalam keadaan sadar. Mereka yang berselingkuh secara impulsif, atau tanpa rencana, mungkin tidak akan mengulanginya. Namun orang yang berselingkuh secara sadar, bisa jadi akan mengulangi karena ada emosi yang terlibat di sini.

Selain itu penting untuk melihat apakah seseorang yang berselingkuh merasakan penyesalan guna mengetahui apakah mereka cenderung mengulanginya atau tidak. Biasanya mayoritas dari mereka yang berselingkuh akan merasa bersalah terhadap pasangan mereka. Bahkan, mereka akan merasa melanggar prinsip-prinsip moral pribadi mereka, walaupun pasangan mereka tak pernah mengetahui hal tersebut.

Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam mengontrol diri, namun tetap merasa terbebani oleh dampak emosional dari tindakan tersebut. Kesadaran moral ini memiliki peran utama dalam membatasi perselingkuhan dan berfungsi sebagai pendorong penting untuk proses pembelajaran dari pengalaman tersebut.

Namun seseorang yang memiliki sifat sosiopat tidak akan merasakan penyesalan atas tindakan mereka. Sehingga mereka akan memanfaatkan peluang-peluang lain yang akan muncul untuk berselingkuh kembali.

Ketika mengetahui bahwa pasangan kita tidak setia, kita harus membuat keputusan mengenai bagaimana merespons situasi ini. Seperti apakah kita akan tetap bertahan atau memilih untuk berpisah. Namun penting untuk diingat agar tidak terburu-buru dalam membuat keputusan. Luangkanlah waktu untuk berpikir dengan cermat atas situasi tersebut.

Jika hal ini terjadi dalam hidup mu cobalah untuk melihat bagaimana reaksi pasangan mu dalam mengungkapkan situasi ini dan bagaimana cara mereka menangani diri sendiri setelahnya.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Apakah mereka dapat berempati dengan rasa sakit mu dan benar-benar meminta maaf karena telah menyebabkannya?
  • Apakah mereka dapat jujur kepadamu tentang apa yang telah mereka lakukan (meskipun kamu mungkin lebih baik tidak mengetahui semua detailnya)?
  • Dapatkah mereka mengakui pilihan yang mereka buat dan tidak menyalahkan orang lain?
  • Apakah mereka dapat memikirkan mengapa mereka melakukan perselingkuhan itu tanpa meledak-ledak atau menutup diri?
  • Apakah mereka memiliki keinginan untuk bertumbuh dari pengalaman ini?

Cara mereka menghadapi konsekuensi dari pengakuan tentang perselingkuhan tersebut dapat memberikan wawasan lebih lanjut dan dapat mengindikasikan perilaku di masa mendatang. Kemungkinan bahwa mereka akan mengulangi perilaku tersebut atau tidak dapat terlihat dari cara mereka menangani situasi saat ini.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *