Video viral pesta LGBT di Cirebon, dua pria ditangkap, Kapolres: Langgar kesusilaan

Amanda Almeirah
5 Min Read

Video Viral yang Menggegerkan Kota Cirebon

Sebuah video berdurasi singkat yang viral di media sosial akhir-akhir ini mendadak mengusik ketenangan warga Cirebon. Rekaman tersebut diduga memperlihatkan aktivitas pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam di kota tersebut. Video yang dinilai melanggar kesusilaan itu tidak hanya menuai kecaman publik, tetapi juga berujung pada tindakan tegas dari pihak kepolisian.

Dua pria yang terlihat dalam video tersebut kini telah diamankan oleh Polres Cirebon Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, memastikan bahwa peristiwa dalam video viral tersebut terjadi di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. Menurutnya, pihak kepolisian telah bergerak cepat menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Ya, kita sudah melihat ya. Memang ada video viral yang melanggar kesusilaan yang dilakukan oleh dua orang sesama jenis di wilayah hukum kita, di wilayah hukum Cirebon Kota. Saat ini kedua orang ini sudah kita amankan ya, untuk kita dalami dan kita lakukan pemeriksaan,” ujar Eko saat diwawancarai di Mapolres Cirebon Kota, Kamis (22/1/2026).

Ia menegaskan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab aparat dalam menjamin kepastian hukum sekaligus merespons kegelisahan warga. “Ini juga menjawab keresahan masyarakat ya, karena ini sangat meresahkan sekali bagi masyarakat khususnya masyarakat Cirebon. Dalam hal ini kami dari pihak kepolisian menjamin suatu kepastian hukum, agar hal-hal ini tidak menjadi hal yang buruk di tengah-tengah masyarakat dan tidak menjadi kebiasaan yang tidak baik,” ucapnya.

Terkait langkah selanjutnya, Eko menyebut bahwa proses hukum masih berjalan dan pendalaman terus dilakukan oleh penyidik. “Masih kita dalami, kita lakukan pemeriksaan terkait dengan hal-hal ini,” jelas dia.

Dua pria yang diamankan masing-masing berinisial I (25) dan Y (26). Pantauan di Mapolres Cirebon Kota, keduanya digiring petugas dengan pengawalan ketat menggunakan dua mobil. Kedua kendaraan tersebut tiba di Mapolres sekitar pukul 19.47 WIB, sebelum keduanya langsung menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kekhawatiran Dampak Sosial dan Generasi Muda

Viralnya video tersebut turut memantik reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk pemerhati sosial dan pendidikan. Pengamat Sosial dan Pendidikan Kota Cirebon, Hera Damayanti, mengaku pertama kali mengetahui video itu secara tidak sengaja saat menjelajah media sosial.

“Awalnya saya kan suka live juga ya di TikTok. Terus saya scroll-scroll, kebetulan lewat di beranda saya. Saya klik, ‘Masya Allah Kota Cirebon’,” ujar Hera.

Rasa penasaran membuatnya menelusuri lebih jauh asal video tersebut hingga ia meyakini lokasi kejadian berada di wilayah Cirebon. “Saya klik-klik lagi makin jelas teritorialnya, Kabupaten Cirebon. Kalau saya baca sih, tempatnya Helen’s Night Mart Cirebon. Artinya ini saya lihat di Kabupaten Cirebon,” ucapnya.

Hera mengaku kaget sekaligus marah karena video tersebut dapat diakses secara terbuka dan menuai ratusan komentar warganet. “Komentarnya sudah sampai hampir 700. Loh, kok diam saja? Saya sudah marah sebagai ibu, sebagai pemerhati pendidikan,” katanya.

Ia menilai, peristiwa tersebut berpotensi memberi dampak buruk bagi pelajar dan generasi muda di Cirebon. “Saya sangat memperhatikan pendidikan. Lah ini pendidikan apa kalau kayak begini?” ujarnya dengan nada kecewa.

Tak hanya itu, Hera juga mendesak pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi agar segera mengambil tindakan tegas. “Pak Bupati, Pak Imron, Bapak Gubernur yang terhormat, kita bukan Las Vegas. Tolong ini ditanggapi, cepat diatasi, cepat ditindak,” tegasnya.

Ia bahkan menyatakan siap menempuh jalur hukum jika peristiwa serupa kembali dibiarkan. “Kalau tidak ditindaklanjuti, negara kita negara hukum. Saya akan laporkan. Mau masyarakat Cirebon yang lain mau bareng-bareng melaporkan, silakan,” tandasnya.

Konten Video yang Menghebohkan

Seperti diketahui, sebuah video berdurasi 35 detik yang beredar luas di media sosial mendadak menggegerkan Cirebon. Rekaman tersebut diduga memperlihatkan aktivitas pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam. Video itu menampilkan dentuman musik keras, cahaya lampu neon yang berkedip, serta kerumunan pengunjung yang bersorak.

Sejumlah pria terlihat berjoget mengikuti irama musik, beberapa di antaranya mengenakan busana yang dinilai tidak pantas untuk ruang publik. Pada detik ke-9 hingga ke-11, kamera merekam adegan dua pria yang tampak bercumbu di atas panggung. Layar besar di belakang panggung menampilkan grafis simbol hati berwarna terang, sementara sebagian pengunjung mengangkat tangan dan merekam menggunakan ponsel.

Di tengah video, muncul tulisan “cirebon tinggal di azabnya doang” yang semakin memantik perdebatan warganet. Tak berhenti di situ, materi promosi acara yang diduga berkaitan dengan kegiatan tersebut juga ikut beredar, memperlihatkan dua pria hanya mengenakan pakaian dalam wanita, dan menuai kecaman publik.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *