5 Fakta OTT KPK Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Ajudan, dan Orang Kepercayaan

Eka Syaputra
4 Min Read

Penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh KPK

Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Bupati setempat, Fadia Arafiq, ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT). Selain dirinya, dua orang lainnya yang merupakan ajudan dan orang kepercayaan sang bupati juga turut diamankan. Penangkapan ini terjadi di sebuah hotel kawasan Simpang Lima, Kota Semarang.

Penangkapan tersebut dilakukan dalam rangka penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di wilayah Pemkab Pekalongan. Setelah diamankan, Fadia Arafiq beserta rombongan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Berikut beberapa fakta terkait penangkapan ini:

  • Ditangkap di Hotel Simpang Lima
    Informasi yang didapat menyebutkan bahwa Fadia Arafiq ditangkap di sebuah hotel di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang. Setelah diamankan, ia segera dibawa ke Jakarta untuk proses lebih lanjut. Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, yang mengatakan bahwa para pihak yang diamankan berada di wilayah Semarang.

  • Ditangkap Bersama Ajudan dan Orang Kepercayaan
    Dalam OTT kali ini, KPK tidak hanya menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Lembaga antirasuah tersebut juga mengamankan dua orang lainnya, yaitu ajudan dan orang kepercayaan sang bupati. Meski identitas kedua orang tersebut belum diketahui secara pasti, Budi Prasetyo menyebutkan bahwa jumlah total orang yang diamankan adalah tiga orang.

  • Masuk Melalui Jalur Belakang
    Setibanya di Jakarta, rombongan Fadia Arafiq tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 10.25 WIB menggunakan dua unit mobil. Namun, kedatangan mereka tidak terlihat oleh awak media yang menunggu di pintu utama. Tim penyidik KPK memilih menggiring Fadia dan rombongannya masuk melalui jalur belakang atau area basement. Hal ini membuat awak media tidak bisa melihat secara langsung sosok para pihak yang dibawa, termasuk dua orang yang disebut sebagai ajudan dan orang kepercayaan.

  • Dugaan Korupsi Pengadaan Barang
    Menurut Budi Prasetyo, penangkapan ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di wilayah Pemkab Pekalongan. Saat ini, ketiga pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK.

  • KPK Buru Pihak Lain
    Selain menangkap Fadia Arafiq dan dua orang lainnya, KPK juga sedang memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus ini. Tim penyidik KPK saat ini berada di Pekalongan untuk memeriksa sejumlah pihak guna menggali keterangan yang dibutuhkan. KPK mengimbau agar para pihak yang dimaksud bisa kooperatif agar proses penanganan perkara ini dapat berjalan secara efektif.

Profil Singkat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Fadia Arafiq, S.E., M.M. lahir dengan nama asli Laila Fathia di Jakarta, 23 Mei 1978. Ia adalah anak dari pedangdut A Rafiq. Fadia menikah dengan Ashraff Abu dan memiliki enam orang anak.

Pendidikan Fadia Arafiq mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga S3. Berikut daftar pendidikannya:

  • SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, Jakarta Pusat
  • SMP Negeri 8 Tanah Abang, Jakarta Pusat
  • SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur
  • S1 Manajemen Universitas AKI Semarang
  • S2 Manajemen Universitas Stikubank Semarang
  • S3 UNTAG Semarang

Karier Politik Fadia Arafiq

Sebelum terjun ke dunia politik, Fadia pernah mengikuti jejak ayahnya, A. Rafiq, sebagai pedangdut. Ia sempat sukses dengan single berjudul Cik Cik Bum Bum pada tahun 2000.

Fadia kemudian memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Ia menjadi Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Setelah itu, ia maju sebagai Bupati Pekalongan periode 2021–2024 dan menang. Di periode kedua, Fadia kembali unggul dan memenangkan pilkada 2025.

Rekam jejak karier Fadia Arafiq:

  • Wakil Bupati Pekalongan (2011–2016)
  • Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016–2021)
  • Ketua KNPI Jawa Tengah (2016–2021)
  • Bupati Pekalongan (2021–2026)
  • Bupati Pekalongan (2025–2030)

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *