Kondisi Layanan Bank Jambi Pasca-Peretasan Masih Tidak Stabil
Setelah hampir sebulan mengalami gangguan akibat peretasan, layanan Bank Jambi masih terganggu dan belum sepenuhnya pulih. Nasabah menghadapi berbagai keterbatasan akses yang memengaruhi aktivitas ekonomi mereka. Layanan mobile banking masih lumpuh total, sementara fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) hanya bisa digunakan pada jendela waktu tertentu.
Bank Jambi juga memberlakukan kebijakan pengetatan keamanan di mana nasabah diwajibkan mengganti kartu dan PIN ATM secara fisik di kantor cabang untuk bisa kembali bertransaksi. Hal ini menyebabkan banyak nasabah harus antre di teller atau ATM, yang menambah kesulitan dalam melakukan transaksi.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Pihak kepolisian Polda Jambi masih menunggu hasil audit forensik siber untuk mengungkap siapa pelaku peretasan yang melumpuhkan sistem Bank Jambi. Hingga saat ini, tidak ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus dugaan peretasan tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, menjelaskan bahwa penyidikan masih berlangsung dan pihaknya sedang menunggu hasil audit forensik digital sebagai kunci utama untuk mengungkap bagaimana peretas bisa menembus sistem bank plat merah tersebut.
Pihak kepolisian telah memanggil puluhan orang untuk diperiksa secara intensif. Mereka mulai dari jajaran direksi, staf internal bank, hingga pihak ketiga yang memiliki akses teknologi dengan Bank Jambi.
Kondisi Operasional Bank Jambi Masih Terseok-seok
Kondisi operasional Bank Jambi pasca-peretasan pada 22 Februari 2026 lalu belum sepenuhnya pulih. Nasabah masih harus berhadapan dengan keterbatasan akses yang cukup menyulitkan aktivitas ekonomi mereka.
Layanan mobile banking masih terpantau lumpuh total dan belum bisa diakses sama sekali. Sementara itu, fasilitas ATM hanya bisa digunakan pada jendela waktu tertentu. Bank Jambi juga memberlakukan kebijakan pengetatan keamanan di mana nasabah diharuskan mengganti kartu dan PIN ATM secara fisik di kantor cabang untuk bisa kembali bertransaksi.
Pihak Bank Jambi bersama penasihat hukumnya diketahui telah resmi melaporkan insiden ini pada Senin (23/2/2026) setelah menyadari adanya aktivitas ilegal di dalam sistem.
Keluhan Nasabah Akibat Gangguan Layanan
Riski, salah satu nasabah, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Meski tidak mengalami kehilangan saldo, ia merasa aktivitas transaksi menjadi terganggu.
“Kalau ada pembayaran ke Bank Jambi, kami harus ke teller. Itu makan waktu,” ujarnya pada Jumat (3/4/2026). Ia mengaku harus meluangkan waktu lebih untuk mengantre di bank karena tidak bisa lagi bertransaksi melalui aplikasi.
Meski layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sudah kembali berfungsi, keterbatasan waktu operasional juga menjadi kendala bagi nasabah. “ATM juga ada waktunya, di atas jam empat sore sudah tidak bisa,” sebutnya.
Keluhan serupa disampaikan Titik, yang berharap layanan Bank Jambi segera normal agar tidak perlu menghabiskan waktu untuk antre. “Ke teller antre, ATM antre. Semua kami antre,” kata dia.
Distribusi Kartu ATM Mengalami Kendala
Sementara itu, Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya telah mempercepat distribusi kartu ATM kepada nasabah. Ia menjelaskan, kebutuhan kartu ATM sempat meningkat tajam menjelang bulan puasa.
Namun, pengiriman dari vendor dilakukan secara bertahap karena keterbatasan stok. “Sekarang yang sudah datang itu hampir 60 ribu. Memang kita kirimnya bertahap, tidak sekaligus. Tapi stok kita sudah cukup banyak dan terus berjalan pengirimannya,” katanya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, distribusi kartu ATM sempat terkendala karena vendor penyedia berada di Surabaya, sehingga tidak dapat memenuhi lonjakan permintaan secara cepat selama Ramadan. Namun, pasca-Lebaran, pasokan kartu ATM mulai kembali lancar dan kondisi kini dinilai semakin stabil.
“Setelah Lebaran ini sudah kirim ke kita. Aman sudah. Jadi kalau masyarakat mau PIN ATM di mana pun, sudah siap,” tuturnya.